Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Nan tuo dihormati
Nan ketek disayangi
Samo gadang baok bakawan
Ibu jo bapak diutamokan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
ILMU BUMI (GEOLOGI) Bag 1. Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Rahima Rahim   
Minggu, 01 Januari 2006

Assalamualaikum.Wr.Wb.

ILMU BUMI ( GEOLOGI )
Allah SWT berfirman di dalam kitabNya yang maha mulia
: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu, keduanya dahulu adalah satu kesatuan yang terpadu. Kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air kami jadikan segala sesuatu yang  hidup, maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (Al Anbiya 3)


Muhammad Kamil Abd As Shamad dalam bukunya  " Al I'jaz 'Ilmi fi l Qur'an " halaman 77-78 mengatakan bahwa :

Ilmu moderen pada abad terakhir telah menemukan
bahwa, bumi dan langit-langit merupakan satu kesatuan, yang pada akhirnya terbelah. Kemudian masing-masing dari unsur keduanya berasal dari
awan-awan (asap), yang semakin lama semakin menebal dan membentuk suatu benda (tak obahnya penciptaan manusia yang berasal hanya dari setetes air mani, kemudian menjadi benda yang keras dan bergerak).

Kedua unsur ini sudah dibuktikan bahwa zat-zat yang
ada di bumi dan matahari satu. Yaitu berupa gas yang
terapung. Hal ini dilukiskan dan dibadaikan oleh Allah
SWT dalam firmanNya"

Kemudian dia menuju kepada penciptaan langit, dan
langit itu masih merupakan asap, lalu Allah berkata
kepadanya dan kepada bumi, datanglah kamu keduanya menurut perintahku, dengan suka hati, atau
terpaksa, keduanya menjawab, kami datang dengan suka hati. (Q.S Al Fushilat 11).

BENTUK BUMI :

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam kitabNya yang
mulia : Dan bumi setelah itu dijadikannya terhampar (seperti bulat telur) (Q.S An Naazi'aat 30).

kamus bahasa Arab memberikan arti kata "Dahaha"
yaitu menjadikannya seperti "Ad Dahiyah, yakni Bulat
telor". Dan yang menguatkan lagi firman Allah bahwa
bentuk bumi ini bulat adalah firmanNya sebagai berikut : "Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit
matahari, dan memelihara kedua tempat terbenamnya. (Q.S Ar Rahman 17)

Andaikan saja, bentuk bumi ini terbentang luas dan
terhampar merata, tentu tempat terbit dan terbenamnya matahari satu. Dan cahaya matahari pasti menyinari seluruh isi jagad alam raya ini sekaligus, berarti nggak ada malam, karena diterangi oleh matahari, tanpa ada dinding pembatasnya.

Salah satu contoh saja, cobalah kita pinjam dulu bola
kaki dunia itu, atau bola apa saja, kemudian kita kasih
senter, maka bila kita mensenternya (memberikan cahaya), pada bagian atas, maka bagian bawahnya gelap. Atau kita sinari bagian Barat, maka bagian Timurnya akan gelap, begitu juga sebaliknya. Karena bagian bawah, atau Timur terhalang mendapat sinaran tersebut.

Ini pertanda bahwa bumi itu bulat, dan tidak datar
begitu saja. Dan ini juga sesuai dengan firman Allah
SWT. Dan dialah yang menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan, masing-masing dari keduanya itu beredar didalam garis edar nya. (Q.S Al Anbiyaa),

"Dia Allahlah yang menutupkan malam atas siang - dan siang atas malam, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang telah ditentukan".

" Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam mendahului siang." (Q.S Yasin 40)

ISYARAT-ISYARAT ALQUR'AN TENTANG GEOLOGI.

Zaglul Raghib Muhammad Al Najjar, (mukjizat Al Qur'an)  dalam keterangannya mengenai ilmu geologi ini menyatakan :

Dalam berbagai ayat, Al Qur'an banyak memberikan
indikasi tentang jagad raya dengan segala bagian-bagiannya (langit, bumi, segala benda mati dan hidup yang ada,serta berbagai fenomena jagat raya lainnya yang muldimensional).

Isyarat-isyarat itu menunjukkan bukti (istidlal) atas kekuasaan Allah yang tidak terbatas, ilmu dan hikmah yang maha sempurna dalam menciptakan jagad raya
ini.

Ini semua sebagai hujjah (argumentasi) terhadap orang-orang kafir, musyrik dan kaum skeptis, dan
sekaligus mengukuhkan hakikat uluhiyah Allah, Rabb alam semesta.

Jika kaum Muslimin memanfaatkan hal keilmuan dari
Allah ini, niscaya mereka akan menjadi pelopor dalam
setiap penemuan ilmiyah. Sekurang-kurangnya terdapat 49 ayat kauniyah didalam Al Qur'an yang membicarakan bumi.

Antara lain yang membicarakan tentang lapis luar bumi dimana kita hidup diatasnya. Ayat-ayat yang mengandung sejumlah fakta ilmiyah geologi dapat diklasifikasikan dalam kompilasi-kompilasi berikut :

1) Ayat yang menyuruh manusia supaya berjalan dimuka bumi dan meneliti cara awal penciptaan, yang merupakan suatu metodologi ilmiyah dalam kajian geologi.

2) Ayat-ayat yang menunjukkan gerak dan asal usul
bumi. Antara lain penyifatan bola bumi dan peredarannya, ayat –ayat yang menegaskan tentang posisi planet-planet hakekat ekspansi jagat raya permulaan alam yang dimulai dengan satu partikel (satu padu), kemudian partikel pertama yang meledak, (tahap pemisahan), permulaan langit dan tahap penciptaannya, yang pertama dalam kabut tipis (tahap nabula) tersebarnya benda antara langit dan bumi (benda antara planet-planet), dan keselarasan seluruh yang ada di langit dan dibumi.

3) Ayat yang menetapkan bahwa setiap besi yang ada di planet bumi ini, telah diturunkan dari langit.

4) Ayat yang menetapkan bahwa bumi mempunyai
tumbuh-tumbuhan, dan ini merupakan suatu sifat
fundamental planet bumi yang kita huni ini.

5) Ayat-ayat Al Qur'an yang berbicara tentang
berbagai fenomena laut yang sangat urgen. Seperti
gelapnya lautan dan samudra (peranan gelombang yang bersifat intern dan ekstern dalam pembentukannya). Pertemuan air laut air tawar dengan air asin.

6) Ayat-ayat yang berbicara tentang gunung.Antara
lain ada yang mensifatinya sebagai "Pasak, tiang bumi
".

7) Ayat yang mengisyaratkan tentang proses pertumbuhan kulit bumi yang yang terdiri dari air dan
udara. Itu terjadi dengan dikeluarkannya bagian-bagian kedua aspek tersebut dari perut bumi atau ayat-ayat yang mensifati tabi'at retroactive protective, bagi kulit bumi yang bersifat gas.

8) Ayat-ayat yang mengisyaratkan tentang lembutnya kulit bumi yang membatu,rata gelombang
permukaannya, terpecah lembah dan anak sungainya serta semakin berkurangnya ujung-ujung bumi.

9) Ayat yang menjelaskan tentang mengendapnya air
hujan didalam bumi, dan mengisyaratkan adanya semacam selokan (kolam) air disekitar bumi dan bebatuannya.

10) Dan lain-lainnya.

Komentar

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 4 dari 50 (4 Unik)
Peak: 31
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: Anuar Zain - Ketulusan Hati

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 36 ) Anggota 36
 Tamu ( 10 ) Tamu 10
  Total  46
 Angoota ( 6,512 ) Angoota  6,512


Statistik
Agg Baru  yanjavanica
Hari Ini 27
Minggu Ini 94
Bulan Ini 349
Tahun ini 2,616
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 10 pengunjung dan 36 anggota yang online
User Terbaru

docter_cinta

Terdaftar pada
2008-05-16 07:56:57

Pengunjung: 3014979