Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Bakati samo barek
Maukue samo panjang
Tibo di mato indak dipiciangkan
Tibo di paruik indak dikampihkan
Tibo didado indak dibusuangkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tafsir Pantun Minang (3) : Pantun Parasaian PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Friday, 06 January 2006
Article Index
Tafsir Pantun Minang (3) : Pantun Parasaian
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
Page 20
Page 21
Page 22
Page 23
Page 24


Hari Salasa pukuah satu,
Urang malapeh laying-layang.
Lai sarawa indak babaju,
Jo-a dilawan dunie urang.

Artinya :

Hari Selasa pukul satu,
Orang melepas layang-layang. Ada celana tidak berbaju,
Dengan apa dilawan dunia orang.

Tafsir sampiran :
Hari Selasa pukuah satu, urang malapeh layang-layang. Ini pengertiannya bahwa pada hari Selasa jam satu siang, banyak orang melepas layang-layang. Dikatakan jam satu siang sebab tak mungkin orang main laying-layang pada jam satu malam. Dan biasanya orang main layang-layang itu tidak hanya sendirian. Memang bermain layang –layang itu biasa dilakukan pada tengah hari, pada waktu ada gerakan udara yang cukup kuat. Lalu mengapa pada jam satu? Sebab pada jam 12,30 orang Minang biasanya shalat zuhur dulu, lalu makan, termasuk orang yang main layang-layang ini.

Tafsir isi pantun :
Lai sarawa tak babaju, joa dilawan dunie urang; pernyataan ini bukanlah arti yang sebenarnya, Cuma menyatakan orang ini miskin, sehingga dia tidak pantas berbaur dengan orang lain, karena ada kekurangannya. Dengan lain pengertian, pantun ini membuktikan adanya kelas dalam masyarakat. Ada golongan masyarakat yang lebih rendah derjadnya dari yang lain,sehingga sehingga tidak pantas berkumpul bersama.
Akan tetapi pantun ini biasanya dialamatkan kepada seorang yang miskin, yang banyak kekurangannya, sehingga lebih memilih menyendiri dari pada bergaul dengan orang banyak. Bisa juga menggambarkan sifat cengeng sifat rendah diri dari orang lain dan lebih suka ber-iba hati.



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 3 guests and 14 members online
Generated in 8.93527 Seconds