|
Page 12 of 24 Mamutieh cando riak danau, Nampak nan dari Muko-muko. Batahun badan dalam lunau, Namun intan bacahayo juo. Artinya:
Memutih kelihatan riak danau, Kelihatan dari Muko-muko. Bertahun badan dalam Lumpur Namun intan bercahaya juga. Tafsir sampiran : Sampiran ini mengatakan tentang danau Maninjau yang sangat indah di Sumatera Barat. Konon kabarnya danau ini terbentuk dari kawah gunung, terkenal jalan menurun dengan kelok ampek puluah ampek untuk menuju danau ini dari arah Bukittinggi. Desa Muko-muko terletak dimulut danau, pada pintu keluar arah ke Lubuk Basung, persis pada hulu sungai yang mengalirkan air danau ini kelaut. Pada satu kali, mungkin karena tiupan angin permukaan danau itu kelihatan memutih yang ditimbulkan oleh gerakan air permukaan. Kejadian itu terlihat dari desa Muko-muko. Tafsir isi pantun : Batahun badan dalam lunau, maksudnya seorang yang sudah lama berada dalam kondisi kemiskinan atau penghinaan atau misalnya hidup dalam penjara, namun ada satu sifat baik padanya yang akan selalu dikenang orang, yang dikiaskan dengan: “namun intan bercahaya juga”. Pantun ini ingin menyatakan bahwa seseorang yang dianggap rendah itu tidaklah rendah secara total, namun ada saja sesuatu yang ada padanya yang baik, atau dia ada saja memiliki satu kelebihan dalam hal tertentu. Dan kelebihan atau sifat baiknya itu , yang dalam pantun ini disebut dengan “intan”, akan selalu bercahaya, selalu diingat orang. Disamping itu pantun ini juga memperingatkan kepada masyarakat, agar janganlah terlalu memandang rendah kepada seseorang yang sedang berposisi atau berstatus tidak menguntungkan. Dan janganlah melupakan jasa atau kebaikan seseorang, apabila orang itu karena satu dan lain hal kemudian mengalami musibah , jatuh bangkrut atau yang sejenisnya.
|