|
Page 18 of 24 Badantam badie urang Mudiek, Timbalan badie urang Jao. Bialah bansaik asa cadiek, Talawan dunie urang kayo.
Artinya :
Berdentam bedil orang Mudik, Timbalan bedil orang Jawa. Biarlah miskin asalkan cerdik, Terlawan dunia orang kaya. Tafsir sampiran : Mudik adalah nama suatu desa, yang biasanya terletak dibagian hulu sungai. Di desa ini terdapat bedil atau senapang, yang biasanya dipergunakan untuk berburu, atau untuk dibunyi pada upacara adat tertentu. Bedil yang terdapat didesa Mudik ini adalah merupakan timbalan, atau pecahan atau kembaran dari bedil orang Jawa. Tafsir isi pantun : Biarlah miskin asalkan kaya, terlawan juga dunia orang kaya, pada intinya adalah menyatakan bagaimana orang Minang lebih mengutamakan kepintaran, kelihaian akal dibandingkan dengan kekayaan materi. Walaupun seseorang itu bukan orang kaya, akan tetapi karena pintar, dan kepintarannya itu sudah terkenal luas dikalangan masyarakat, maka dia bisa juga disejajarkan dengan orang kaya. Bahkan pendapat ataupun gagasan-gagasannya lebih banyak diterima dibandingkan dengan orang kaya. Bahkan dengan kecerdikannya itu biasanya dia tidak lama berstatus sebagai orang miskin, segera statusnya akan berobah menjadi orang kaya. Dengan kepintarannya itu dia tahu bagaimana caranya untuk menjadi orang kaya. Sebaliknya seorang yang kaya, namun tidak pintar, ada kemungkinan suatu waktu kekayaannya akan habis dan jatuh miskin. Karena tidak pandai menggunakan dan mengembangkan kekayaan itu. Akan lebih sempurna lagi apabila kecerdikan atau kepintaran itu dilengkapi dengan dasar-dasar agama yang kuat, dengan demikian maka segala usaha dan tingkah lakunya selalu disesuaikan dengan syari’at Islam, dia akan selalu mengingat Allah SWT dalam setiap apa saja yang dikerjakan, sehingga tidak akan mengerjakan larangan-Nya dan senantiasa mengerjakan perintah-Nya.
|