|
Kalimat Kiasan Minang #01 |
|
|
|
Ditulis oleh Dewis Natra
|
|
Sabtu, 21 Agustus 2004 |
Batinggakan di nan lacah Untuk menyatakan bahwa seseorang atau kelompok dengan sengaja menjerumuskan seseorang atau kelompok lainnya.
Menurut perundingan (musyawarah untuk mufakat) kelompok yang satu akan membantu sepenuhnya kelompok yang lain, tetapi ketika bahaya mengancam, maka kelompok yang lama meninggalkan dan kelompok kedua menjadi korban.
Tibo dikuduak dipasangkan Berat atau ringan sebuah beban terpaksa dipikul sendiri. Tidak ada orang lain yang membantu. Biasanya terjadi atas seorang yang tidak mempunyai "dunsanak. Berapapun berat beban dipikul sendiri.
Tagisia puncak kada Pernyataan rasa tersinggung seseorang disebabkan ulah orang lain. Borok yang tadinya hampir sembuh tersenggol kembali. Sulit sekali menahan diri untuk tidak marah karena perihnya hati.
Maupiah pisak sarawa Sudah dengan segala kesungguhan hati berusaha, namun hasilnya masih mengecewakan, bahkan semakin lama semakin payah. Sampai sampai diri dan pakaian tidak terurus.
Mumuak di dalam Diluar tampak bagus tapi dalam sudah keropos, seperti sebuah rumah tangga dari luar terlihat aman tapi di dalam centang perenang. Diluar masih sanggup tertawa perasaan nyaris hancur.
|
1. Pedih Bukannya Sebab Untuk Merintih Ditulis oleh teja pada Rabu, 05 Juli 2006 Kalimah ini menarik hati. Pendapat untuk dikongsi bersama adalah jika kita berjaya membetulkan persepsi tentang diri biarpun kita tak mampu mencipta kegembiraan dan keseronokan namun bila sedar kekuatan keupayaan dan potensi yang jujur bersandar pada akidah tetap kita peroleh kejayaan.Cuma mungkin persekitaran dan peristiwa yang di temui menjadikan seseorang menutup dirinya terhadap orang lain.Namun pasti biarpun sukar bila keyakinan kuat dokongan dari kesabaran proses pembelajaran adalah pelaburan sepanjang hayat.Ia membawa pulangan lumayan jika kekuatan ini di iltizamkan. |
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
Terakhir kali diperbaharui ( Sabtu, 21 Agustus 2004 )
|