Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Tungku nan tigo sajarangan
Patamo banamo alua patuik
Kaduo banamo anggo tanggo
Katigo banamo raso pareso
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Saturday, 25 February 2006
Article Index
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18


Kasuok jalan ka Supinang,
Kakida jalan ka Muaro.
jo Suok jawek kasieh sayang
Jo kida apuih aie mato.

 

Artinya :
Kekanan jalan ke Supinang,
Kekiri jalan ke Muara.
Dengan tangan kanan ambil salam sayang
Dengan tangan kiri hapus air mata,

Tafsir sampiran :
Kasuok jalan ka Supinang, kakida jalan ka Muaro. Ini adalah gambaran jalan setapak yang menghubungkan beberapa desa di Daerah Aliran Sungai (D.A.S.) Batang Sianok di Kabupaten Agam. Dizaman dulu jalan setapak itu pernah ada, akan tetapi dengan dibukanya jalan raya dari Bukittinggi arah ke Medan melalui daerah Palupuh, dan jalan raya dari Bukittinggi arah ke Palembayan, melalui Lawang, maka jalan setapak tersebut tidak lagi berfungsi. Akan tetapi pada zaman perang merebut kemerdekaan, khususnya pada Agressi kedua, jalan tersebut difungsikan lagi oleh tentara kita dalam usaha mengepung tentara Belanda dipasar Palupuh. Perhubungan Belanda antara Bukittinggi dengan posnya di Palupuh, diputus oleh pos tentara kita di Rimbo Panjang. Belanda terkepung di Palupuh mulai April 1949, sampai pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada Desember l949. Selama itu logistik untuk tentara Belanda di Palupuh didrop dengan pesawat terbang capung.
Jalan setapak tersebut berada dipunggung bukit dipinggir Batang Sianok, apabila kita ikuti jalan itu dari arah Palupuh, maka pada suatu tempat akan bertemu dengan persimpangan. Simpang arah kekanan menuju desa Supinang dekat Lawang Tigabalai, dan simpang kekiri menuju desa Muaro Palupuh, yang terletak dipinggir jalan raya.

Tafsir isi pantun :
Jo suok jawek kasieh sayang,jo kida hapuih aie mato. Ini adalah satu ungkapan perkataan dari dua orang yang sedang berkasih sayang pada saat akan berpisah. Bagaimanapun yang namanya perpisahan itu adalah sedih, apalagi berpisah dengan sang kekasih. Namun perpisahan itu adalah satu irama hidup yang sering harus dilalui. Akan tetapi ibarat gurindam Minang “bapisah bukannyo bacarai”, satu perpisahan tidak selalu berarti perceraian, kadang-kadang malah perpisahan itu diperlukan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.
Tapi walau bagaimanapun orang tetap akan menangis waktu berpisah, sekurangnya menangis didalam hati. Pantun ini mengatakan dua orang yang akan berpisah, bersalaman dengan tangan kanannya, sementara tangan kiri mereka menghapus air mata yang jatuh berderai karena sedih.

 



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 14 guests and 9 members online
Generated in 9.62582 Seconds