Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Bakati samo barek
Maukue samo panjang
Tibo di mato indak dipiciangkan
Tibo di paruik indak dikampihkan
Tibo didado indak dibusuangkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Saturday, 25 February 2006
Article Index
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18


Kok tak dapek musim manyiang,
Musim manuai den nanti juo.
Kok tak dapek samaso bujang,
Baranak ampek den nanti juo.

 

Artinya :

Kalau tidak dapat dimusim menyiang,
Pada musim menuai saya nanti juga.
Kalau tidak dapat semasa bujang,
Beranak empat saya nanti juga.

Tafsir sampiran :
Kok tak dapek musim manyiang, mausim manuai den nanti juo. Kejadian alam yang diambil untuk sampiran pantun ini adalah stadia pengerjaan padi sawah. Selama pertumbuhan padi sawah, ada beberapa tingkatan pekerjaan yang harus dikerjakan. Kira-kira satu bulan setelah tanam biasanya padi itu disiang, yang fungsinya tidak hanya untuk membersihkan rumput, tetapi juga untuk menggemburkan tanah. Terakhir setelah masak (umur 110 – 120 hari), padi itu dipanen. Jadi cukup lama waktunya antara siangan pertama dengan panen. Dalam sampiran ini dikatakan bahwa kalau maksudnya tidak tercapai pada waktu menyiang, dia akan bersedia menantinya sampai waktu panen.

Tafsir isi pantun :
Indak dapek samaso bujang, baranak ampek den nanti juo. Ini adalah sebuah ratapan dari seorang gadis yang sangat mencintai seorang pemuda. Demikian cintanya kepada pemuda itu, sehingga kalau umpamanya dia tidak bisa mendapatkannya selagi masih bujang, dia bersedia menunggu dengan setia walaupun pemuda itu sudah mempunyai empat orang anak.
Kalau di Minangkabau kejadian ini biasanya dialami oleh sepasang anak muda yang telah menjalin percintaan, sudah mengikat janji akan meneruskan percintaan mereka kejenjang perkawinan. Akan tetapi kalau dizaman dulu pengaruh keluarga lebih dominan, dalam menentukan satu perkawinan. Dalam hal ini mungkin pihak keluarga laki-laki tidak menyetujui hubungan mereka, terutama orang tuanya. Mereka sudah mempunyai calon yang akan dijodohkan dengan anak mudanya. Dan anak muda ini pun tidak tega menentang kemauan orang tuanya.
Kenyataan hidup ini disadari dan diterima dengan pasrah oleh kedua orang yang telah saling jatuh cinta tersebut. Sang pria kawin dengan gadis pilihannya, sementara sang wanita, tetap memelihara cintanya, sambil berharap satu waktu nanti akan ada perobahan, dan dia sabar menunggu walaupun pria idolanya itu telah beranak empat.
Selain dari itu, secara tidak langsung dalam pantun ini juga ada petunjuk bagaimana keteguhan hati orang perempuan dalam bercinta, dibandingkan dengan orang laki-laki . Kalau umpamanya cerita tersebut diatas, terjadi sebaliknya, dimana yang tidak menyukai hubungan mereka adalah pihak keluarga perempuan, karena orang tua sudah mempunyai calon lain untuk anak gadis mereka, maka sang pemuda akan mudah melupakannya dan mencari gadis yang lain.
Kalaupun ada pemuda yang sangat mendalam dan setia cintanya, paling banter dia hanya bias menunggu sampai wanita beranak satu, tidak akan setia menunggu sampai beranak empat. Jadi kalau untuk pemuda, maka kata-kata “baranak ampek” dalam pantun diatas diganti dengan “baranak ciek” (satu) dan kata bujang diganti dengan gadih. Sementara dalam sampiran “musim manyiang” diganti dengan “dimusim manggih” dan “musim manuai” diganti dengan “dimusim lansek” (langsat).

 



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 22 guests and 22 members online
Generated in 8.19805 Seconds