Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Sakali kato rang lalu
Anggap angin lalu
Duo kali kato rang lalu
Anggap garah samo gadang
Tigo kali kato rang lalu
Jan takuik darah taserak
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Saturday, 25 February 2006
Article Index
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18


Sumua batembok didalam tangsi,
Karieng ditimbo urang kawalan.
Sungguah karamuak didalam hati,
Namun dimuko tak di-liekkan.

Artinya :

Sumur bertembok didalam tangsi,
Kering ditimba orang kawalan.
Sungguh akan remuk didalam hati,
Namun dimuka tidak dilihatkan.

Tafsir sampiran :
Sumua batembok didalam tangsi, karieng ditimbo uarang kawalan. Tangsi dalam bahasa Minang berarti penjara, rumah tahanan atau yang sekarang diperhalus dengan “pemasyarakatan”. Dapat juga berarti benteng pertahanan atau kubu pertahanan atau bisa juga berarti komplek militer. Baik rumah penjara, benteng pertahanan maupun koplek militer selalu ada pengawalnya, penjaganya, atau istilah populernya sekarang satpam.
Sampiran pantun ini menerangkan bahwa didalam tangsi itu ada sumur air, yang sudah kering karena ditimba airnya keluar oleh orang kawalan atau satpam. Mungkin itu sengaja dilakukan untuk membersihkan air sumur tersebut, atau karena terlalu banyak keperluan air dimusim kemarau, maka sumur tersebut kering.

Tafsir isi pantun :
Sungguah karamuak didalam hati, namun dimuko tak diliekkan. Ini mngisyaratkan suatu taktik strategi dalam kehidupan ini, dimana tidak semuanya dapat dibeberkan atau diperlihatkan kepada orang lain. Terutama hal-hal yang bisa memalukan ,yang berupa ‘aib keluarga, itu harus dirahasiakan setidaknya hanya boleh diberi tahukan kepada orang tertentu saja. Secara harfiah dalam pantun ini dikatakan, walaupun hati sedang kacau, sedang sedih menderita, yang biasanya terlihat dari mukanya yang kuyu, tidak gembira, murung dan sejenisnya. Hendaknya bila bertemu dengan orang lain yang tidak boleh mengetahui penderitaannya itu, hendaklah berusaha memperlihatkan muka yang ceria, seolah tak ada suatu apa, seolah semua baik-baik saja.
Dalam petuah Minang lainnya juga ada istilah yaitu harus pandai “baminyak aie” (berminyak air), yang kira-kira artinya pandai menyembunyikan sesuatu yang harus disembunyikan, sehningga tidak terlihat dari mukanya, dari perkataannya dan dari apa yang dikerjakannya. Dalam petuah lainnya yang seirama ada pula dikatakan “dalam balahie ado babathin”. Yaitu ada yang harus disembunyikan dalam bathin.

 



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 1 guest and 14 members online
Generated in 9.09727 Seconds