|
Page 12 of 18
Sumua batembok didalam tangsi, Karieng ditimbo urang kawalan. Sungguah karamuak didalam hati, Namun dimuko tak di-liekkan. Artinya :
Sumur bertembok didalam tangsi, Kering ditimba orang kawalan. Sungguh akan remuk didalam hati, Namun dimuka tidak dilihatkan. Tafsir sampiran : Sumua batembok didalam tangsi, karieng ditimbo uarang kawalan. Tangsi dalam bahasa Minang berarti penjara, rumah tahanan atau yang sekarang diperhalus dengan “pemasyarakatan”. Dapat juga berarti benteng pertahanan atau kubu pertahanan atau bisa juga berarti komplek militer. Baik rumah penjara, benteng pertahanan maupun koplek militer selalu ada pengawalnya, penjaganya, atau istilah populernya sekarang satpam. Sampiran pantun ini menerangkan bahwa didalam tangsi itu ada sumur air, yang sudah kering karena ditimba airnya keluar oleh orang kawalan atau satpam. Mungkin itu sengaja dilakukan untuk membersihkan air sumur tersebut, atau karena terlalu banyak keperluan air dimusim kemarau, maka sumur tersebut kering. Tafsir isi pantun : Sungguah karamuak didalam hati, namun dimuko tak diliekkan. Ini mngisyaratkan suatu taktik strategi dalam kehidupan ini, dimana tidak semuanya dapat dibeberkan atau diperlihatkan kepada orang lain. Terutama hal-hal yang bisa memalukan ,yang berupa ‘aib keluarga, itu harus dirahasiakan setidaknya hanya boleh diberi tahukan kepada orang tertentu saja. Secara harfiah dalam pantun ini dikatakan, walaupun hati sedang kacau, sedang sedih menderita, yang biasanya terlihat dari mukanya yang kuyu, tidak gembira, murung dan sejenisnya. Hendaknya bila bertemu dengan orang lain yang tidak boleh mengetahui penderitaannya itu, hendaklah berusaha memperlihatkan muka yang ceria, seolah tak ada suatu apa, seolah semua baik-baik saja. Dalam petuah Minang lainnya juga ada istilah yaitu harus pandai “baminyak aie” (berminyak air), yang kira-kira artinya pandai menyembunyikan sesuatu yang harus disembunyikan, sehningga tidak terlihat dari mukanya, dari perkataannya dan dari apa yang dikerjakannya. Dalam petuah lainnya yang seirama ada pula dikatakan “dalam balahie ado babathin”. Yaitu ada yang harus disembunyikan dalam bathin.
|