Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Balabiah ancak ancak
Bakurang sio sio
Diagak mangko diagiah
Dibaliak mangko dibalah
Bayang bayang sapanjang badan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Saturday, 25 February 2006
Article Index
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18


Si-ayuak si-alang tabang,
Tarubuak maha balinyo.
Tadayuak hati ka nan hilang,
Disabuk apo ka gunonyo.

 

Artinya:

Si-ayuk si-alang terbang,
Terubuk mahal belinya.
Terdayuh hati ke nan hilang.
Disebut apalah gunanya.

Tafsir sampiran :
Siayuak sialang tabang, tarubuak maha balinyo. Ada seekor burung elang yang disebut disini dengan si-ayuak yang sedang terbang. Sedangkan tarubuak adalah sejenis ikan kering yang sangat disukai oleh orang Minang tempo doeloe, atau sekurang-kurangnya oleh orang yang lahir diranah Minang dan sekarang sudah berumur 70-an. Dizaman dulu orang Minang tidak terbiasa dengan terasi, sebagai lauk pelezat makanan.Yang lebih mamasyarakat adalah “maco tarubuak” ( ikan kering dalam bahasa Minang disebut maco). Yang rasanya kira-kira sama dengan terasi. Cuma ikan kering yang bernama tarubuak ini bentuknya masih utuh sebagai ikan, beda dengan terasi yang terdiri dari ikan kering yang sudah dihancurkan dan dibentuk baru.
Pemakaian tarubuak yang terkenal adalah untuk campuran sambal lado, samba lado tarubuak adalah teman pemakan nasi yang sangat merangsang selera, bisa banyak menghabiskan nasi dan makannya jadi berkeringat. Selain itu tarubuak juga digunakan untuk campuran gulai berbagai jenis sayuran . Pemakaian ikan tarubuak itu sama dengan terasi, tidak perlu banyak-banyak, sedikit saja sudah terasa.Talam sampiran ini dikatakan bahwa : “tarubuak maha balinyo”, ini merupakan satu petunjuk bagaimana miskinnya masyarakat Minang dizaman dulu.Ikan kering tarubuak saja sudah dianggap mahal untuk dibeli, apalagi kalau mau beli daging, ayam atau ikan segar.

Tafsir isi pantun :
Tadayuak hati kanan hilang, disabuik apo kagunonyo. Sebuah pantun tentang percintaan yang tidak bahagia. Karena berbagai sebab, seseorang kehilangan kekasihnya, sehingga tinggal seorang diri. Kekasihnya itu mungkin sudah meninggal dunia atau sudah dipersunting oleh orang lain, sehingga tidak mungkin lagi kembali kepadanya.
Pada suatu saat dia kembali teringat dengan kekasihnya itu, membayang kembali saat-saat mesra yang pernah mereka alami, dikatakan hatinya “tadayuak” atau terenyuh dan sedih sekali. Namun dia sadar sepenuhnya bahwa yang telah hilang itu tak akan kembali, tak ada kemungkinan akan kembali lagi , lalu apa gunanya diingat , dipikirkan atau disebut-sebut lagi. Pantun ini juga memberikan petunjuk bahwa kalau yang hilang itu sudah tak mungkin kembali lagi, tak ada gunanya dipikirkan lagi. Lebih baik cari saja yang lain untuk penggantinya. Jadi berpikiranlah secara realistis, jangan terlalu dikuasai oleh emosi, belajarlah mengendalikan emosi.

 



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 3 guests and 13 members online
Generated in 7.92422 Seconds