|
Tafsir Pantun Minang (4) : Pantun Cinta |
|
|
|
|
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati
|
|
Saturday, 25 February 2006 |
|
Page 8 of 18
Rami yo rami rang Pasa Talu, Rami dek anak si urang Kajai. Dimalah hati indak karindu, Sadang basayang badan bacarai. Artinya:
Ramai orang di Pasar Talu, Ramai oleh anak orang Kajai. Dimanalah hati tidak akan rindu, Sedang bersayang badan bercerai. Tafsir sampiran : Rami urang dipasa Talu, rami dek anak urang Kajai. Talu adalah satu kota yang terbesar di Pasaman Barat, terletak dipedalaman, jauh dari pantai. Kalau kita keluar dari Talu ingin menuju kearah Sukomananti, maka ada jalan menelusuri pinggiran sungai dan terletak desa Kajai. Dalam sampiran pantun ini dikatakan bahwa orang desa Kajai inilah yang lebih banyak meramaikan kota Talu ini. Apakah hal ini yang sebenarnya, atau hanya sekadar imajinasi pengarang pantun ini, wallahualam. Tafsir isi pantun : Dimalah hati indak kan rindu, sadang basayang badan bacarai. Yang dimaksud dengan bacarai atau cerai dalam pantun ini, bukanlah berpisah atau bercerai dalam pengertian suami isteri. Akan tetapi pengertiannya adalah berpisah untuk sementara, sehingga masing-masingnya saling merindukan untuk dapat bertemu kembali. Kalau umnpamanya sepasang suami isteri yang berpesah karena perceraian, belum tntu mereka akan saling merindukan lagi, mungkin mereka berusaha mencari yang lain. Demikian pula kalau bercerai disebabkan oleh karena meninggal dunia, maka yang ada adalah perasaan sedih, mengenang masa-masa indah dimasa sebelumnya. Jadi pantun ini sering didendangkan oleh seorang pria yang jauh dirantau orang, merindukan pacarnya atau isterinya yang berada jauh dikampung, dia sangat merindukan sambil membayangkan bagaimana bahagianya mereka pada waktu bertemu kembali setelah dia pulang nanti. Atau yang menyanyikan itu adalah orang yang ditinggal dikampung, merindukan idaman hatinya yang sedang ada dirantau, dalam rangka mencari pencaharian yang lebih baik untuk mereka nikmati bersama kelak.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
|