Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kamanakan barajo ka mamak
Mamak barajo ka panghulu
Panghulu barajo ka mufakat
Mufakat barajo ka nan bana
Bana badiri sandirinyo
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Motivasi : Newsletter 7 PDF Print E-mail
Written by admin   
Sunday, 19 March 2006
Image1. ARTICLES KEDEWASAAN DALAM KEHIDUPAN Setiap jenjang kedewasaan yang lebih tinggi, demikian pengalaman
saya bertutur, sering kali mentertawakan jenjang kedewasaan di
bawahnya. Ketika baru saja mulai belajar bekerja sebagai seorang
sarjana baru di salah satu perusahaan Jepang, kerap kali dalam rapat saya ditertawakan orang karena berbicara dengan jargon-jargon universitas yang asing.

Tatkala baru belajar berbicara di depan umum, tidak sedikit orang yang
mengatakan bahwa muka saya merah ketika didebat orang. Pada saat baru belajar memimpin orang, sejumlah bawahan memberi masukan kalau saya mudah sekali tersinggung. Pada tahapan-tahapan tertentu dalam kehidupan saya sebagai manusia, pernah terjadi Tuhan tidak pernah saya anggap benar.
Ketika belum jadi manajer, memohon ke Tuhan agar jadi manajer.
Namun, begitu merasakan beratnya duduk di kursi pimpinan ini, maka
Tuhanpun disesalkan. Tatkala naik bus kota sering berdoa agar punya mobil.
Saat mobil sudah di tangan, kemudian menggerogoti kantong dengan seluruh kerusakannya, maka salah lagilah Tuhan.
Sekarang, ketika tabungan pengalaman dan kesulitan telah
bertambah, rambut sudah mulai memutih, badan dan jiwa mulai lebih tahan bantingan, terlihat jelas, betapa naif dan kekanak-kanakannya saya pernah jadi manusia. Yang membuat saya super heran, kalau bertemu orang dengan umur yang jauh lebih tua dari saya, tetapi memiliki tingkat kenaifan yang sama dengan saya ketika masih amat muda.
Bekerja dengan orang lain, bahkan termasuk dengan pemilik
perusahaanpun, tidak ada yang dinilai benar dan pintar. Setiap orang, di mata orang ini, hanyalah kumpulan manusia yang tidak patut dihargai. Kecuali, tentunya manusia-manusia dengan isi kepala yang sama, atau mau berkorban menyesuaikan diri sepenuhnya. Di salah satu perusahaan yang menjadi klien saya, orang mengenal seorang pimpinan yang diberi stempel Mr. Complain.
Semua orang disekitarnya - dari sekretaris hingga boss besar - dikeluhkan begini dan begitu. Dengan saya, Tuhanpun sering di-complain. Dari salah profesi, keliru memilih istri, anak-anak yang tidak bisa diurus, sampai dengan pemilik perusahaan yang dia sebut super kampungan. Sebagai hasilnya, ia memiliki koleksi musuh yang demikian banyak, pindah kerja dari satu tempat ke tempat lain, dan yang paling penting memiliki kehidupan yang kering kerontang. Di mata orang-orang seperti ini, Tuhan senantiasa tidak pernah benar.
Sulit sekali bagi manusia jenis ini untuk menerima saja lingkungan dan
rezekinya. Yang ada hanyalah keluhan, keluhan dan keluhan. Dengan sedikit kejernihan, diri kita sebenarnya karunia Tuhan yang paling berharga. Anda dengan hidung, mata, bibir, kepribadian, ketrampilan, dan senyuman yang Anda miliki, hanya dimiliki oleh Anda sendiri. Tukang jahit jarang sekali membuat satu model baju untuk satu orang saja. Arsitek sedikit yang gambarnya diperuntukkan hanya untuk satu orang saja. Kalaupun ada tukang jahit dan arsitek yang membuat disain khusus, dengan sangat mudah orang lain bisa menirunya. Tetapi Tuhan, mendisain setiap manusia semuanya dengan keunikan. Bahkan, manusia kembarpun tetap unik. Dan yang paling penting, tidak ada satupun yang bisa meniru Anda dengan seluruh keunikan Anda.
Bayangkan, betapa sulit dan besar energi yang dibutuhkan untuk
mendisain sesuatu yang unik dan tidak bisa ditiru siapapun. Bercermin dari sini,
disamping kita harus berterimakasih ke Tuhan karena menciptakan keunikan
yang tidak ada tiruannya, sudah saatnya untuk mencari cara bagaimana
keunikan dalam diri ini bisa dimaksimalkan. Hidung saya yang tidak mancung
ini tentu saja hanya milik saya seorang diri. Dulu ia menjadi sumber rasa
minder, namun ketika ada orang yang mengatakan ini penuh keberuntungan,
maka berubahlah dia sebagai energi keberhasilan.
Kembali ke cerita awal tentang manusia yang kerap menempatkan
Tuhan dalam posisi selalu tidak benar, sudah saatnya mungkin kita menerima
dan menghargai seluruh keunikan yang hanya milik kita sendiri. Kalau memiliki
rumah, mobil, baju yang hanya didisain khusus untuk kita, tentu saja ia amat
membahagiakan dan membanggakan. Demikian juga dengan tubuh dan jiwa
ini. Ia hanya didisain khusus untuk kita.
Baik, buruk, cantik, ganteng, menarik, simpatik atau membosankan
sekalipun, sebenarnya hanyalah judul dan stempel yang kita berikan ke tubuh
unik yang kita bawa ke mana-mana ini. Bedanya, judul ini kemudian tidak
hanya merubah mata Anda, tetapi juga mata orang lain dalam melihat diri Anda
sendiri…………………………………………………………………………………….
Dikutip dari Ladang Kehidupan 2004
3. P E R S O N a L D E V E L O P M E N T T I P S
SEBERAPA TAHANKAH ANDA
TERHADAP KRITIK ?

Kalau disuruh mencela dan mengkritik orang lain, jujur saja, kita
pasti 'senang' melakukannya kan ? tapi bagaimana kalau kita di
posisi mereka ? Dikritik, dicela, dianggap selalu salah...hmm...
seberapa sih anda bisa tahan ? "Bagaimana kita bisa bekerja dengan baik,
kalau kamu selalu saja datang terlambat ?" "Mestinya anda bisa meningkatkan
kinerja. Masa' dari dulu kualitas pekerjaan anda begini-begini saja?"
"Bagaimana kami mau bekerja dengan baik kalau anda sebagai manager tidak
mampu memberikan fasilitas yang memadai ?" "Sepertinya anda selalu saja
meminta fasilitas lebih. Sekali-sekali, tunjukkan dong kualitas kerja yang
seimbang !"
Suatu hari, anda mungkin akan mengeluarkan kritikan semacam itu
kepada rekan kerja anda, termasuk bos anda. Tapi bukan tak mungkin, di hari
lain, andalah yang akan menerima kritikan itu. Kalau itu terjadi pada anda,
bagaimana rasanya ? dikecam, disindir atau dicerca di depan banyak orang,
dalam rapat atau dalam perbincangan santai di kantor, bagaimanapun, bukan
hal yang menyenangkan. Kesal, dongkol ...bahkan marah ? sangat mungkin
terjadi. Tetapi, seberapa dewasa anda untuk bisa mengakui bahwa kritik itu
justru menjadi cambuk buat anda ? Pernahkah anda sedikit berpikir positif di
tengah-tengah kemarahan anda ketika sedang dikritik, bahwa sebenarnya kritik
mencerminkan perhatian orang lain terhadap diri anda ? Kalau pikiran-pikiran
baik itu hampir tak pernah terlintas di benak anda, maka mungkin beberapa tips
berikut ini berguna supaya anda 'tahan' kritik.
JANGAN TERBURU MARAH
Siapa sih yang tidak kesal atau marah kalau mendapat kritikan yang
menohok ? Tapi jujur saja, tiap orang berhak untuk melontarkan pendapat
tentang anda, begitu pula sebaliknya. Dan kenyataannya, objektivitas selalu
lebih besar bisa kita dapat dari kaca mata orang lain. Sebab itu, tahanlah
amarah anda ketika seseorang mengkritik anda. Dengarkan saja, bahkan kalau
perlu catat dan lalu renungkanlah di rumah dengan pikiran yang dingin. Dengan
marah, tak ada yang bisa anda lakukan dan tak sedikitpun anda maju ke
tingkat yang lebih baik.
TERBUKALAH UNTUK MENGAKUI
Pernahkah anda lihat seseorang yang bebal ---sudah dikritik berulang
kali, tetapi tetap saja melakukan kesalahan yang sama?. Memang, ada banyak
alasan mengapa orang tak mengacuhkan kritik orang lain terhadapnya. Tetapi,
salah satu yang kerap menjadi sebab mengapa anda atau kita tak hirau
dengan kritik, adalah karena kita menutup diri untuk secara terbuka mengakui
bahwa kita salah. Atau minimal mengakui bahwa "Oh ya, dia benar. Itulah
sebenarnya saya. Mestinya saya merubah sesuatu dalam diri saya,". Miranti
marah ketika dikritik sering telat ke kantor sesudah jam makan siang. Padahal
kenyataannya, ia kerap menghabiskan waktu istirahatnya bukan untuk makan
siang, tapi untuk jalan-jalan ke mal. Ketika bos memerlukannya mengerjakan
sesuatu, ia beberapa kali terlihat tidak ada di mejanya.
Dengan menyikapi kritik secara terbuka, anda akan terlihat lebih
simpatik. Pahami ketidak cocokan orang lain terhadap perilaku atau sikap
anda, sebagaimana kalau anda merasa tidak senang terhadap tindakan orang
lain. Dengan kata lain, bersikaplah empatif. Dengan demikian, anda akan
cenderung bisa bersikap lebih tepat menghadapi kritik itu.
MINTALAH DIKRITIK SECARA SPESIFIK
Belajarlah mengakui bahwa kemungkinan kritik yang dilontarkan orang
lain terhadap diri anda itu benar. Dengan demikian, anda punya keinginan
untuk belajar bagaimana orang lain ingin anda bersikap.
Tapi, ada baiknya anda meminta orang lain mengkritik anda lebih
spesifik, agar anda benar-benar mengerti dimana sebenarnya masalah orang
lain terhadap diri anda. Sehingga, antara anda dan rekan yang mengkritik itu
bisa saling memahami dengan jelas kondisi yang sebenarnya. Dengan begitu,
akan lebih mudah jalan untuk memperbaiki apa yang tidak menyenangkan
terhadap diri anda, di mata orang lain.
JANGAN BALAS MENGKRITIK
Mensikapi kritik tidak berarti dengan balas mengkritik.Ketika kita dikritik,
bersikaplah sungguh-sungguh akomodatif. Membalas kritik dengan kritik lagi,
sama saja menyulut perdebatan yang tidak perlu. Jangan biasakan diri anda
menyukai debat kusir, mendramatisir kata-kata atau kondisi yang hanya akan
memberi sinyal terhadap rekan kerja lain bahwa anda defensif. Ibaratnya, kritik
adalah api. Memadamkannya adalah dengan air, bukan dengan api lagi.
Menghadapi rekan kerja, berusahalah selalu akomodatif dan hindari
perdebatan yang tidak substantif.
MINTALAH SARAN KONSTRUKTIF
Kadang, kita ingin merubah diri tapi tak tahu bagaimana caranya.
Mungkin rekan anda punya jalan keluarnya. Jadi mengapa tak bertanya
padanya ? Satu hal, sering kita malu kalau orang lain tahu betapa kita bodoh
dan tak tahu harus berbuat apa. Tapi dengan mengakuinya dengan jujur dan
jiwa besar, orang lain pasti akan dengan senang hati membantu anda.
Memperlihatkan bahwa anda membutuhkan orang lain untuk perbaikan
diri anda secara positif, justru akan menimbulkan reaksi yang simpatik dari
lingkungan sekeliling anda. Kalau anda tak bisa membantu diri anda,
berikanlah kesempatan orang lain melakukannya untuk anda.
sumber : www.kompas.com
SEVEN HABITS
OF HIGHLY INEFFECTIVE
SINGLES
( TUJUH KEBIASAAN JOMBLO YANG TIDAK EFEKTIF )
SATU : NEGATIF THINKING

Misalnya, kalau pas lagi jalan sendiri, lalu ada yang tanya (teman kerja
atau teman sekampus lain jurusan), "Koq sendiri ? " Langsung deh reaksinya
seperti ini : "Sudah tahu sendiri, pakai tanya-tanya. Mentang-mentang gua
jomblo." Atau, suatu kali ngelihat ada orang lain yang ngelihatin : "Kenapa sih
lihat-lihat ?! Aneh ya, karena gua jomblo." Padahal, "Koq sendiri ?" itu kan
pertanyaan standar orang yang pengen tanya tapi nggak tahu mau tanya apa.
Just basa-basi. Nggak ada maksud apa-apa. Malah kalau tanyanya "Koq
berdua ?" atau "Sama siapa ?" jadi aneh bin konyol. Lha, sudah jelas sendiri
pakai tanya "Koq berdua ?" atau "Sama siapa ?" segala.
Begitulah orang kalau sudah dikuasai pikiran negatif. Segala sesuatu
disikapi secara negatif. Ibarat orang pakai kacamata hitam. Semua yang
dilihatnya serba hitam. Lalu bagaimana dong mengatasinya ? Tidak ada cara
lain, ganti kacamatanya dengan kacamata yang lebih terang. Jangan salahkan
obyek yang dilihat.
DUA : CITRA DIRI YANG NEGATIF
"Siapalah saya ini. Tampang pas-pasan. Nggak bisa apa-apa pula. Otak
belet, lha nilai kuliah saja hampir tidak pernah bergeser dari C. Dapet B tuh
untung. A, wah ajaib benar anugerah-Mu deh. Mana ada yang mau sama saya.
Seandainya saya jadi orang lain pun, nggak bakalan koq saya mau punya
pacar kayak diri saya begini." Padahal gambaran kita tentang diri kita sendiri
akan sangat berpengaruh terhadap pikiran, perasaan dan sikap hidup kita.
Ibarat makanan bagi tubuh kita, citra diri akan sangat menentukan; apakah kita
akan menjadi pribadi yang optimistis, percaya diri, punya semangat hidup. Atau
sebaliknya, menjadi pribadi yang pesimistis, rendah diri, loyo alias nggak punya
semangat hidup.
TIGA: RUMPUT TETANGGA KELIHATAN LEBIH HIJAU
"Duh, enak nian punya pacar kayak die. Kemana-mana ada yang
nemenin. Ada yang perhatiin and diperhatiin. Ada shoulder to cry on. Malam
minggu nggak cengo sendiri di rumah. Lonely. Bisa ngerasain dag dig dug serrr
tiap nunggu doi. Kapan pun dan dimana pun ada yan g selalu bisa di-call.
Pokoknya asyik deh." Jadi nganggepnya hidup orang lain tuh lebih enak, lebih
baik, lebih nikmat, lebih segalanya. Lalu kita berandai-andai ; seandainya hidup
kita kayak hidup die, dunia kita kayak dunia die. Seolah kita nih baru bahagia
kalau kayak die. Kita jadi kurang bersyukur dengan hidup kita sendiri. Padahal,
mana ada sih orang yang hidupnya selalu senang. Siapa pun pastilah punya
senang dan susahnya sendiri. Punya pacar pun nggak melulu enak koq.
Kadang ada sebalnya. Kadang bisa bikin jengkel and stress juga.
So, jangan heran kalau yang sudah punya pacar pun bisa mikir begini :
"Duh, enak nian ngejomblo. Bebase sebebas burung di udara. Asyike seasyik
ikan di laut. Nikmate senikmat udang rebus Mang Engking, Yogyakarta- apalagi
sambal terasinya itu loh, uihh uenakke pol deh." (apa coba hubungannya ?!
hehehe:)
EMPAT: BERSELUBUNG TOPENG
Nggak jujur dengan diri sendiri. Nggak apa adanya. Contoh 1 (gaya
selebritis : kemayu, dengan sikap bertutur diatur) : "Aku emang belum mau
pacaran koq. Suer. Masih ingin sendiri" ; yang sebenarnya : aku belum ketemu
yang aku mau dia mau. Adanya aku mau die nggak mau, dia mau akunya
nggak mau. Ada yang aku mau dia mau, eh dia maunya mau nabok sama aku”.
Padahal apa salahnya bilang, "Aku bukannya nggak kepengen, tapi belum
ketemu yang pas". Kalau bilang : “belum mau pacaran, masih ingin sendiri” –
dan besok atau lusa ternyata ketemu yang cocok. Nah, luh baru nyaho.
Contoh 2 (gaya politisi : kemaki, dengan sikap bertutur nggak teratur) :
"Gue naksir die ?! Idihh, amit-amit. Sorry ya, dibayar goceng pun nggak
bakalan gue ambil !" - Yang sebenarnya : aku sih okelah sama die, tapi dienya
cuek banget. Benci deh aku (dengan gaya genit ala Pelawak Tessi). Padahal
apa salahnya bilang, "Dienya cuek begitu, mana berani gue." Titik. Kalau
bilangnya: amit-amit, dibayar goceng pun gua gak bakalan ambil - dan ternyata
die tuh ngesir sama kita, cuma karena die punya "kemaluan" gede (baca:
pemalu) jadinya die pasang sikap cuek bebek. Sok cool. Nah, gimana coba
kalau begitu ?! So, tanggalkan topeng itu. Apa adanya sajalah. Tapi ya, jangan
vulgar, mengobral atau norak. Jujur dengan elegan gitulah.
LIMA : HANYUT TERBAWA PERASAAN
Nelangsa. Merasa kasihan pada diri sendiri. Seakan dengan ke-jombloan
itu, dia menjadi orang yang paling malang di dunia. Makan jadi nggak enak
(apalagi sayurnya sudah basi, kurang garam pula), tidur nggak nyenyak (AC
mati nggak ada listrik, banyak nyamuk lagi). Nyanyinya pun lagu Chrisye : "Di
malam yang sesunyi ini aku sendiri, tiada yang menemani...... srot, srot (nyedot
ingus). Akhirnya kini kusadari dia telah pergi tinggalkan diriku..... pufz, pufz
(buang ingus pakai lengan baju). Nanini nananininani ninaneniii (bagian ini
nggak hafal). Reff : Mengapa terjadi pada diriku, aku tak percaya kau telah
tiada.... hiks, hiks (terisak). Haruskah ku pergi tinggalkan dunia..... hoahh,
hoahh (nangis sejadi-jadinya)." Selanjutnya no comment deh. Bukan apa-apa,
saya takut ikut-ikut sedih, ikut-ikut nangis, ikut-ikut sedot ingus. Malah repot.
Lagian, orang yang lagi terhanyut oleh aneka rupa perasaan susah dan
sedih sebetulnya kan nggak butuh kata-kata ; ia lebih butuh empati dan
simpati.
ENAM: MEMAKSAKAN KEHENDAK
Cara halus : "Hi, cowok, godain kita dong !" (ekstrim: sambil melotot,
satu tangan berkacak pinggang satu tangan lagi menggenggam batu siap
ditimpukin). Atau, "Hi, cewek, kita godain ya !" (ekstrim: sambil memiting
seorang nenek yang kebetulan lewat, dan menodongkan pistol ke keningnya).
Cara kasar : "Apa pun yang terjadi gua harus dapetin doi ; biar gununggunung
beranjak dan bukit- bukit bergoyang. Pokoknya harus dan kudu !"
(ekstrim: bayar segerombolan preman untuk menculik doi, lalu dengan gaya
kungfu Buce Li datang menyelamatkannya). Atau, "Saya nggak bisa hidup
tanpa doi. Sudahlah, saya mau mati saja ! Mana tali, mana tali ! Saya mau
gantung diri
Padahal segala sesuatu yang dipaksakan - apalagi soal jodoh - pasti
akan lebih banyak buruknya daripada baiknya. Usaha tentunya nggak salah,
punya keinginan mangga silahkan . Tapi iringilah itu dengan penyerahan diri
kepada Sang Khalik: "Bukan hendakku yang jadi, melainkan kehendak-Mu!"
Dengan berusaha dan berserah, hidup akan terasa lebih ringan. Tuhan tahu
apa yang terbaik buat diri kita ! Percaya deh.
TUJUH : SIRIK
Orang Manado bilang mangiri. Alias iri dengki. Nggak senang ngelihat
orang lain senang. Senangnya ngejelek-jelekin dan ngecil-ngecilin kebaikan
orang lain. "Alaaa, dia sih piala bergilir. Lihat aja, bentar lagi juga dia akan
pindah ke pelukan cowok laen. Gua sih amit-amit dapetin dia!" "Eh elu tahu
nggak, dia itu kan bekas pacarnya teman sodara teman gue. Nah, kata teman
gue, temen gue dari sodaranya, sodaranya dari temennya yang mantan dia itu,
dia pernah terlibat narkoba tuh. Pernah digerebek polisi segala. Ortunya
sampai jual rumahnya untuk bebasin dia dari penjara". Padahal ke-sirik-an
hanya akan membuat kita makin buruk di mata orang lain. Dan pasti di mata
Tuhan juga. Nggak ada faedahnya.
So, para jomblo’ers, gimana dengan diri kalian ? Nggak usah malu
ngaku kalo sikap kalian kayak diatas deh …. Asal ada niatan untuk merubah ke
arah yang lebih baik, itu oke-2 aja. Karena bakal cowoq ato ceweq kalian
nggak bakal ngeliat gimana sikap elu-2 orang yang dulu, tapi gimana elu bisa
ngejalanin hubungan dengan doi saat ini hingga ke depan. Sukses deh untuk
kalian !
Sumber : Unknown (tidak diketahui)
3
Kiriman dari member
Martha Wenas
Semarang
SUKA, CINTA DAN SAYANG
Di hadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi
yang indah. Di hadapan orang yang kau sukai, musim dingin tetap saja musim
dingin, hanya suasananya lebih indah sedikit.
Di hadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat.
Bersama orang yang kau sukai, kau hanya merasa senang dan gembira
saja
Apabila engkau melihat mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca.
Apabila engkau melihat mata orang yang kau sukai, engkau hanya
tersenyum saja
Di hadapan orang yang kau cintai, kata-kata yang keluar berasal dari
perasaan yang terdalam. Di hadapan orang yang kau sukai, kata-kata hanya
keluar dari pikiran saja
Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis di
sisinya. Jika orang yang kau sukai menangis, engkau hanya menghibur saja.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, tapi rasa suka dimulai dari telinga. Jadi
jika kau mau berhenti menyukai seseorang cukup dengan menutup
telinga. Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau
cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan airmata dan terus tinggal dihatimu
dalam waktu yang cukup lama
Tetapi selain rasa suka dan cinta, ada perasaan lain yang lebih mendalam
yaitu rasa sayang. Rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak
mudah berubah. Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang
yang kau sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kau sayangi
Cinta ingin memiliki. Tapi SAYANG hanya ingin melihat orang yang
disayanginya bahagia walaupun harus kehilangan ..........
Kiriman dari member
Nurul Qomariah
Bandung
The Acesia
Enlightening People for Better Life

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Tuesday, 02 May 2006 )
 
< Prev
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 7 guests and 16 members online
Generated in 3.04163 Seconds