Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Dek ribuik rabahlah padi
Dicupak Datuak Tumangguang
Hiduik kok tak babudi
Duduak tagak kamari cangguang
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Kabupaten Agam (II) Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Admin   
Sabtu, 22 April 2006

KEINDAHAN Maninjau begitu memukau dan mengundang orang untuk datang dan kembali datang. Semasa hidupnya, ketika Bung Karno berkunjung ke Maninjau, ia sempat berpantun: Jika adik memakan pinang/makanlah dengan sirih yang hijau/Jika adik datang ke Minang/jangan lupa datang ke Maninjau.

TENTU bukan tanpa alasan Bung Karno mengimbau melalui pantunnya. "Maninjau yang indah permai," ungkap Bung Karno kala itu, dengan danau yang dahsyat, sawah bersusun, udara yang sejuk, dan jalan yang berkelok. Demikianlah Maninjau, salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Agam. Namun, yang dimiliki Agam bukan hanya danau, ada juga gunung, lembah, sungai, dan pantai.

Masih di kawasan Maninjau, terdapat area perbukitan dengan ketinggian 1.210 meter dari permukaan laut yang sudah mendunia bernama Puncak Lawang. Puncak ini digemari penghobi olahraga dirgantara paralayang dari berbagai negara sejak dulu.

Kondisi alam yang kaya keindahan ini juga dilengkapi potensi kesuburan yang mampu menggerakkan perekonomian penduduk. Selain mengangkat sektor pariwisata, wilayah ini juga menguntungkan untuk kegiatan perikanan dan pertanian.

Dengan keberadaan danau saja, sektor kelistrikan dan perikanan mampu menunjukkan perannya. Di areal Danau Maninjau dibangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 68 megawatt (MW) untuk suplai kebutuhan listrik di Sumatera Barat (Sumbar). Selain itu, penduduk di sekitar danau turun-temurun memanfaatkan danau sebagai sumber pendapatan, terutama menangkap ikan secara tradisional.

Selain menangkap ikan dari danau, budidaya ikan air tawar banyak dilakukan di Kabupaten Agam. Mulai dari budidaya ikan di kolam air tenang, air deras, keramba irigasi, keramba jaring apung, hingga budidaya ikan di sawah. Sekitar 2,5 ton ikan per hari diperoleh dari hasil budidaya yang bersentra di Kecamatan Tanjung Raya dan Lubuk Basung ini. Pada tahun 2002, produksi ikan air tawar 8.214 ton.

Penduduk di Kecamatan Tanjung Mutiara sebagian besar menjadi nelayan. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dengan garis pantai 43 kilometer. Dengan alat tangkap yang masih tradisional seperti bagan, payang, pukat, bahkan alat pancing nelayan mampu menangkap ikan sekitar 10 ton per hari.

Produksi ikan tongkol, tuna, teri, kembung, selar, dan lainnya dalam setahun lebih dari 1.000 ton. Tahun 2002, sekitar 2.814 nelayan penuh dan sambilan menangkap 1.989,8 ton ikan yang dikonsumsi oleh penduduk lokal dan kawasan Sumbar lainnya. Produksi ikan ini terbilang kecil dibanding daerah lain yang juga memiliki potensi kelautan. Mungkin ini sebabnya-selain alat dan armada tangkap yang sederhana-daerah ini belum memiliki tempat pelelangan ikan.

Tidak semua penduduk Kecamatan Tanjung Raya yang turun ke laut menangkap ikan. Beberapa warga merupakan pengolah hasil ikan yang dibeli dari nelayan tangkap. Jumlahnya sekitar 85 nelayan pengolah yang juga pedagang ikan.

Keadaan tanah di Kabupaten Agam cocok untuk pertanian, terutama tanaman padi sawah dan hortikultura. Lahan sawahnya 28.574 hektar dan merupakan 13 persen dari luas wilayah. Produksi gabah kering giling 252.725 ton. Produksi beras Kabupaten Agam terbilang surplus setelah 93.401 ton beras dikonsumsi sekitar 419.000 penduduk. Kelebihannya dijual ke wilayah Sumbar lainnya.

Selain itu, di Agam telah dilakukan penanaman padi organik yang tidak lagi memanfaatkan bahan kimia. Produktivitas padi organik setiap hektar terbukti cukup tinggi. Di salah satu sentra padi organik, yakni Kecamatan Baso, bahkan produksinya 9,2 ton padi per hektar. Produktivitas yang tinggi ini disebabkan kesuburan dan derajat keasaman tanah. Kecamatan Baso bersama Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, dan Tilatang Kamang merupakan lokasi peningkatan mutu intensifikasi pangan.

Sayuran merupakan komoditas unggulan yang juga diuntungkan karena faktor alam. Produksi kol, tomat, cabai, dan wortel cukup berlimpah. Sentra-sentra sayuran terdapat di Kecamatan IV Angkat Candung, Candung, Baso, Banuhampu Sei Puar, Sungai Puar, dan IV Koto. Berlimpahnya produksi sayuran ini membuat Agam menjadi salah satu penghasil sayuran terbesar di Sumbar selain Kabupaten Solok dan Tanah Datar, dan dikembangkan sebagai kawasan agrobisnis sayuran Sumatera.

Ciri agraris sedemikian kuat menyatu dengan wilayah Kabupaten Agam. Namun, tantangan ekonomi agraris ini tidak mampu membuat warga bertahan di daerah asalnya. Jumlah perantau selalu meningkat. Meski angkanya tak tercatat, setidaknya demikian pengakuan beberapa penduduk yang menganggap daerahnya semakin sepi.

Persoalan rendahnya pertumbuhan penduduk tentu saja berkait ketersediaan tenaga kerja untuk mengolah sumber daya alam. Kekayaan alam yang sedemikian besar tidak akan tergarap bila tenaga kerja terbatas. Akibatnya, pola kehidupan masyarakat tidak akan beranjak dari sekadar menanam-memetik-menangkap ikan-memasarkan. Mata rantai mengolah hasil bumi masih sangat minim. Kemiskinan akan tetap membayangi.

Penduduk miskin di Agam tahun 2001 berjumlah 47.018 jiwa atau 10.975 rumah tangga. Jumlah ini berarti 11,2 persen dari jumlah penduduk tahun tersebut. Penyebab kemiskinan antara lain ketiadaan modal untuk bekerja atau memulai usaha.

Program pemerintah daerah mengentas kemiskinan boleh dibilang cukup baik. Dari dana APBD dan badan amil zakat, pemerintah memberi bantuan modal usaha, pemberian beasiswa, penyaluran beras miskin, pemberian kartu sehat, dan pelatihan keterampilan. Membuka peluang usaha-terutama sektor industri pengolahan-sehingga mampu membendung arus migrasi penduduk.

 

Potensi SDA Terbentang, SDM Malang Melintang

DATANG ke Sumatera Barat jangan sampai melewatkan Kabupaten Agam. Daerahnya tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Generasi sekarang, barangkali, belum banyak mengenalnya. Bukittinggi, yang pernah menjadi pusat Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI), sebelum menjadi kota otonom adalah "koto rang Agam", ibu kota Kabupaten Agam. Sejak beberapa tahun terakhir ibu kota Kabupaten Agam pindah ke Lubukbasung, 58 km dari Bukittinggi.

Cermati sejarah, awal abad ke-20 di Nagari Kotogadang, satu dari 73 pemerintahan nagari di Kabupaten Agam, seperti pernah dikatakan sastrawan dan budayawan AA Navis semasa hidupnya, telah dilahirkan lebih dari 1.000 dokter yang bertugas di seluruh Indonesia sejak sekolah dokter didirikan di sana. Kehebatan sumber daya manusia (SDM) di Nagari Kotogadang ini sulit ditandingi daerah mana pun di Indonesia. Banyak tokoh nasional, politikus, duta besar, pegawai, guru besar, seniman, dan juga menteri berasal dari sini.

Tokoh pers Roehana Koeddoes, politikus dan tokoh pergerakan Haji Agus Salim, ahli ekono- mi dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, fotografer terkemuka Indonesia Ed Zoelverdi, seniman lukis Oesman Effendi, untuk menyebut sejumlah nama, adalah orang Kotogadang.

Life skill, yang kini menjadi agenda pendidikan nasional, sejak tahun 1911 dikembangkan oleh Roehana Koeddoes melalui Kerajinan Amai Setia. Kerajinan Amai Setia sampai sekarang masih mengembangkan dan menampung hasil kerajinan warga berupa sulaman, renda bangku, dan kerajinan perak khas Kotogadang dengan brand image yang mendunia.

Presiden Soekarno, ketika berkunjung ke Kotogadang tanggal 4 Agustus 1948, sangat terkesan dan dalam buku tamu Balai Adat Kotogadang menulis "Koto Gadang, Kotanja Ketjil Tetapi hatinja gadang". Dan ketika berkunjung ke Maninjau, Soekarno menulis sebuah pantun, "Jangan dimakan arai pinang, kalau tidak dengan sirih yang hijau. Jangan datang ke tanah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau."

BUPATI Agam Aristo Munandar mengatakan kekayaan Agam cukup beragam. Dengan kondisi wilayah yang beragam, berada pada ketinggian 2 sampai 1.031 meter di atas permukaan laut, beriklim tropis dan suhu rata-rata 20 sampai 30 derajat Celsius, Agam mempunyai lahan pertanian subur 803,8 km persegi, hutan 715,9 km persegi, padang rumput, danau (Maninjau), rawa, sungai, dan pantai sepanjang 43 km.

"Kondisi wilayah yang beragam ini memungkinkan berkembangnya berbagai jenis komoditas pertanian, perkebunan, dan kehutanan. Agam telah menerapkan teknologi bebas pestisida dan memasyarakatkan agens hayati yang mendorong peningkatan kualitas produksi komoditas unggulan pertanian," katanya.

Kabupaten Agam bagian timur memiliki komoditas unggulan berupa kopi. Sementara Agam bagian barat komoditas unggulannya kelapa sawit dan kakao. Komoditas unggulan pertanian adalah sayuran (kol, kentang, tomat, cabe, wortel), buah-buahan (pisang, jeruk, manggis). Terbuka peluang pengembangan komoditas pinang, cassiavera, tebu, gambir, dan kelapa. Tersedia 5.000 hektar lahan untuk pengembangan kopi arabika di Kecamatan Palembayan, Matua, Tilatangkamang, dan Palupuah.

Dalam rangka otonomi daerah, demikian Aristo Munandar, Kabupaten Agam yang mempunyai moto "Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang" dalam mewujudkan "Agam Mandiri, Berprestasi yang Madani" membuka peluang investasi atau kerja sama antara koperasi, pengusaha kecil, dan kelompok usaha dengan para investor.

Selain itu, terbuka peluang usaha peternakan sapi potong dengan potensi lahan 175.000 hektar, di antaranya dapat ditanami rumput gajah 13.000 hektar. Budidaya ikan nila pola intensif, dengan sentra budidaya di Kecamatan Lubukbasung dan Kecamatan Tanjungraya.

"Potensi budidaya ikan nilai ini jika dikembangkan dapat menghasilkan 15 ton per hari. Sarana pendukung yaitu cold storage milik Pemda Agam dengan kapasitas 10 ton dan unit pembenihan ikan nila dan balai benih ikan. Kerja sama produksi benih, budidaya dan pabrik pakan ikan. Pemda Agam sangat mendukung investor untuk pengembangan ekspor fillet ikan nila," jelas Bupati Agam itu.

Potensi lain di bidang pengembangan bahan galian strategis. Terindikasi adanya zona alterasi dan mineralisasi yang membawa mineral logam, endapan pasir besi serta bahan galian industri lebih kurang 12 macam (batu kapur, dolomit, marmer, obsidian, andesit, dunit, kalsit, toseki, phosphat, tanah liat, tufa/trass, dan pasir besi) di delapan wilayah kecamatan. Investor akan mendapat kemudahan dalam proses perizinan, tersedianya sarana jalan kabupaten sampai di lokasi, tersedianya jaringan dan cadangan listrik (PLTA Maninjau) oleh PT PLN, data base, dan jaminan keamanan.

Peluang investasi juga terbuka di sektor pariwisata. Kelok 44 dengan pesona Danau Maninjau, Gunung Tandikek, Gunung Merapi, dan Gunung Singgalang, Ngarai Sianok, Pantai Bandar Mutiara, Museum Buya Hamka, Air Tiga Rasa, Puncak Lawang dengan wisata Paralayang, perlu sentuhan investor.

Sumber : http://pilkada.partai-golkar.or.id

Komentar
1. Pantun Urang Bayua
Ditulis oleh Nangkasila.MR pada Jumat, 19 Mei 2006
Rami urang tantang bayua 
urang malapeh layang-layang 
manangih dagang tasintak tidua 
BADAN JAUAH DIRANTAU URANG

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

 
< Sebelumnya
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 6 dari 50 (6 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: 02 KARAM DITAPI

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Admin ( 1 ) Admin 1
 Anggota ( 19 ) Anggota 19
 Tamu ( 42 ) Tamu 42
  Total  62
 Angoota ( 7,166 ) Angoota  7,166


Statistik
Agg Baru  nurhilhid...
Hari Ini 20
Minggu Ini 102
Bulan Ini 417
Tahun ini 3,045
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 42 pengunjung dan 20 anggota yang online
User Terbaru

antoni_056

Terdaftar pada
2008-07-04 14:28:59

Pengunjung: 3468545