|
Tafsir Pantun Minang (5) : Pantun Nasehat |
|
|
|
|
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati
|
|
Friday, 19 May 2006 |
|
Page 11 of 15 Marunduak lalu ka pakan, Manyiruduak sambie balari. Tatumbuak biduak dikelokkan, Tatumbuak kato dipikiri.
Artinya : Merunduk lalu ke pasar, Menyelinap sambil berlari. Tertumbuk biduk dikelokkan, Tertumbuk kata dipikiri.
Tafsir sampiran : Marunduak lalu ka pakan,manyiruduak sambie balari. Sampiran ini hanya sekadar untuk mendapatkan persamaan bunyi, karena hampir tak mungkin terjadi, apa yang dikatakan disini. Marunduak itu identik dengan manyiruduak, orang akan berjalan dengan merunduk apabila harus melewati sebangsa terowongan yang rendah (lebih rendah dari orang yang sedang berjalan). Sedangkan kalau mau kepasar, biasanya tidak pernah meliwati terowongan. Demikian pula dengan merunduk sambil berlari itu sulit untuk dilakukan.
Tafsir isi pantun : Tatumbuak biduak dikelokkan, tatumbuak kato dipikiri. Kalau berlayar menggunakan biduk (sampan atau perahu), lalau pada suatu tempat pelayaran itu tak bisa diteruskan karena ada yang menghalangi, maka jangan berhenti disitu, belokkan biduk itu kearah yang lain yang tidak ada halangannya. Ini juga merupakan satu nasehat yang pengertiannya hampir sama dengan pantun yang disebut terdahulu. Tatumbuak kata dipikiri, maksudnya kalau dalam memecahkan satu masalah, ditemukan jalan buntu, hilang akal untuk mencari jalan keluarnya, maka janganlah berhenti disitu, terus dipikirkan dengan berbagai cara dan kemungkinan, sehingga pada akhirnya ditemukan juga pemecahannya.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
|