Tafsir Pantun Minang (5) : Pantun Nasehat PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Friday, 19 May 2006
Article Index
Tafsir Pantun Minang (5) : Pantun Nasehat
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
 

Kacang paringek dalam parak
Dikarek pandan jo durinyo.
Awa diingek akie indak
Alamaik badan ka binaso.

Artinya :

Kacang peringat dalam parak (kebun)
Dipotong pandan dengan durinya.
Awal diingat akhir tidak,
Alamat badan akan binasa.

Tafsir sampiran :

Kacang paringek dalam parak,dikarek pandan jo durinyo. Kacang paringek tumbuh dikebun dengan  dibantu tiang panjat, sebab tumbuhnya biasa memanjat seperti kacang panjang. Lalu untuk memotong daun pandan dipergunakan duri dari daun pandan itu sendiri.

Tafsir isi pantun :
Awal diingek akhir tidak, alamat badan akan binaso. Satu nasehat yang menyarankan agar dalam  melaksanakan satu pekerjaan hendaklah dipikirkan akibat jangka panjangnya. Jangan hanya  dipikirkan kenikmatan yang akan diperoleh pada awalnya saja, tetapi pada akhirnya akan menimbulkan kesengsaraan. Peringatan ini berlaku untuk berbagai   kegiatan, mulai dari perbuatan jangka pendek, jangka panjang, bahkan dapat menyangkut kehidupan dunia akhirat.Umpamanya kegiatan mencuri atau memperkosa akan dirasakan nikmat pada awalnya, akan tetapi
akhirnya bisa masuk penjara. Kegiatan membabat hutan tampa kendali, akibatnya anak cucu kita  nanti bisa menderita karenanya. Atau kegiatan untuk mendapatkan kenikmatan dunia dengan  menghalalkan segala cara, akhirnya diakhirat nanti akan masuk neraka.   
Jadi kalau akan merencanakan dan melaksanakan sesuatu, jangan diingat awalnya saja,  jangan hanya mengutamakan kenikmatan awal yang akan diperoleh, akan tetapi hendaklah juga diingat akibat akhirnya, baik untuk kehidupan kita sendiri, kehidupan anak cucu kita kelak,  bahkan akibatnya terhadap kehidupan dialam akhirat. Malah akibat jangka panjang itu yang harus  diutamakan, disbanding dengan kenikmatan awal, seperti dinasehatkan oleh pantun lainnya:

Barakik-rakik kahulu,
Baranang-ranang katapian.
Basakik-sakik dahulu,
Basanang-sanang kamudian.

Jadi biarlah bersakit-sakit atau menderita pada awalnya, asalkan pada akhirnya  bersenang-senang atau berbahagia.
               
Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev   Next >




Generated in 4.18745 Seconds