|
Page 13 of 15 Sirieh naiek, junjuangan naiek, Pandan dirimbo maladuangkan. Sangsaro baiek, binaso baiek, Asa basamo manangguangkan.
Artinya : Sirih naik, junjungan naik, Pandan dirimba menanggungkan. Sengsara baik binasa baik, Asal bersama menanggungkan.
Tafsir sampiran : Sirieh naik junjungan naiek, pandan dirimbo manangguangkan. Sirih adalah sebangsa tanaman memanjat, yang dipanen daunnya untuk makan sirih. Untuk tumbuh dia memerlukan junjungan atau tiang panjat, yang biasanya terdiri dari pohon kayu yang juga hidup. Dalam pertumbuhannya sirih itu selalu naik memanjat, sementara junjungannya pun bertambah naik juga, sebeb keduanya sama-sama hidup. Pandan dirimbo maladuangkan, mengatakan bahwa tanaman pandan yang tumbuh dihutan, apabila sudah besar, daunnya panjang dan maladuang (melengkung). Tafsir isi pantun : Sangsaro baiek binaso baiek, asa basamo manangguangkan. Secara harfiah ini berarti bahwa sengsara itu baik (dalam arti tidak apa-apa), binasa pun baik. Yang penting adalah asal dirasakan bersama, dipikul bersama dan dicarikan pemecahannya secara bersama. Pantun ini menasehatkan bagaimana pentingnya membina kebersamaan atau persatuan. Kalau kebersamaan itu ada maka segala yang berat sekalipun akan terasa ringan. Tidak ada masalah yang tak dapat diselesaikan kalau dihadapi bersama, secara kekeluargaaan, saling tolong menolong. Hal ini didasarkan kepada kenyataan bahwa status setiap anggota masyarakat itu beragam. Ada yang miskin ada yang kaya, ada yang pintar ada pula yang bodoh. Kalau umpamanya ada salah seorang anggota masyarakat mendapat musibah, maka kesusahan itu juga dirasakan oleh anggota masyarakat lainnya, karena solidaritas yang tinggi, maka pemecahan masalah dilakukan bersama dengan tolong menolong, maka bagaimanapun beratnya masalah itu akan terasa ringan. |