|
Page 3 of 15 Tumbuah luruih dakek parigi, nan rancak diliek urang, Budi haluih mamikek hati.
Artinya: Cempedak tumbuh sebatang, Tumbuh lurus dekat perigi. Yang rancak dilihat orang, Budi halus memikat hati.
Tafsir sampiran : Cubadak tumbuah sabatang, tumbuah luruih dakek parigi. Ada sebatang pohon cempedak (nangka), yang tumbuh dekat parigi dan tumbuhnya lurus keatas tidak banyak bercabang-cabang, Yang dimaksud dengan parigi adalah sebuah sumber air untuk kebutuhan sehari-hari, yang biasanya terletak tidak terlalu jauh dari rumah. Sumber air itu dapat berupa sumur, genangan air yang menampung air yang keluar dari kaki bukit, atau dari mata air. Tidak termasuk tepian sungai atau air pancuran bamboo disungai kecil. Tafsir isi pantun : Nan rancak dilihat urang, budi halus mamikek hati. Merupakan nasehat yang menyatakan bahwa sifat yang disukai oleh orang banyak adalah budi halus, atau yang mempunyai budi pekerti yang tinggi. Pantun ini juga mengisyaratkan bahwa masyarakat Minang itu jauh lebih mengutamakan budi pekerti dari yang lainnya. Seorang yang berbudi baik, jauh lebih disukai masyarakat dari pada orang kaya, apalagi kalau orang yang baik itu juga kaya. Secara khusus nasehat ini ditujukan kepada anak-anak yang mulai menanjak dewasa, terutama anak perempuan.Sopan santun, ramah tamah, manis budi bahasa, hormat pada orang tua, suka senyum, suka memberi dan sebagainya adalah sifat-sifat yang “rancak” , apalagi kalau dilengkapi dengan taat beragama. Sifat-sifat tersebut biasanya yang pertama kali dinilai, apabila ada yang akan mencari menantu, baru kemudian mengenai turunan, status dimasyarakat, dan kekayaan. |