|
Page 10 of 15
Tagaliciek batang tabu, Tagulimang baro dadak. Taguliciek tampek lalu, Dialieh pulo tampek tagak.
Artinya : Tergelincir batang tebu, Tergelimang bara dedak Tergelincir tempat lalu, Dipindah pula tempat tegak.
Tafsir sampiran : Tagaliciek batang tabu,tagulimang baro dadak. Batang tebu itu memang agak licin, apalagi kalau basah. Batang tebu yang sedang dipegang oleh seseorang, karena licin, lalu tergelincir dan jatuh keatas bara dedak (dedak atau sekam yang telah terbakar menjadi abu). Maka tebu tadi menjadi hitam kotor karena tergelimang abu dedak itu. Tafsir isi pantun : Taguliciek tampek lalu, dialieh pulo tampek tagak. Secara harfiah ini berarti, apabila tempat kita lewat, jalannya licin, sehingga kita tergelincir, maka jangan lewat juga dijalan itu, cari jalan lain yang lebih baik. Ini merupakan nasehat kepada siapapun juga bahwa jangan mudah berputus asa, tidak satu jalan ke Roma. Berbagai cara dapat dilakukan untuk mencapai tujuan hidup, apabila yang satu gagal, coba lagi jalan lain, demikian selanjutnya. Harus tabah, tekun, rajin dan yakin sehingga pada akhirnya berhasil. Dunia tidak seluas daun kelor kata orang, jadi harus selalu optimis. Nasehat ini dapat ditujukan kepada banyak jenis persoalan yang dihadapi manusia dalam menempuh kehidupan didunia ini. Misalnya dalam bercinta, kalau ternyata gagal mendapatkan pasangan yang diidamkan, jangan putus asa, cari yang lain sebagai gantinya. Kalau gagal dalam satu bidang usaha, cari usaha lain dengan perhitungan yang lebih baik, dan banyak lagi contoh lainnya. Kalau satu taktik yang sudah disusun rapi ternyata gagal juga, jangan putus asa, cari lagi taktik dan strategi yang lain. Yang penting setiap usaha harus diusahakan dengan sungguh-sungguh, kalau tidak berhasil juga apaboleh buat, cari yang lain. Atau dengan perkataan lain pantun ini tidaklah menasehatkan agar terlalu mudah “loncat pagar”, dengan mudah sekali ganti usaha, belum tentu yang satu gagal, sudah ganti dengan yang lain. Mungkin saja kegagalan, bukan karena usaha itu tak punya prospek, tapi karena pengelolaan yang salah. Dalam hal ini apapun yang akan diusahakan akan gagal.
|