Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Bundo kanduang
Limpapeh rumah nan gadang
Amban puruak pegangan kunci
Amban puruak aluang bunian
Pusek Jalo kumpulan tali
Hiasan dalam nagari
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Motivasi : Newsletter 8 PDF Print E-mail
Written by Admin   
Saturday, 03 June 2006
1. a R T I C L E S
ANAK KERANG
ImagePada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan
mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki
tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil
bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang
sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu
anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan
terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang
menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau
perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.


Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi
rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia
meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun
lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam
dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan
semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih
wajar.
Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh
mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.
Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi
sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih
berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai
kerang rebus di pinggir jalan.
Sumber : Unknown (tidak diketahui)

2. R E F L E C T I O N
__
erita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa
penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang
biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas
bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi
"orang luar biasa".
Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental
tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada
dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi ‘kerang biasa’ yang
disantap orang, atau menjadi ‘kerang yang menghasilkan mutiara’. Sayangnya,
lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak
mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang
‘biasa-biasa saja’.
So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan,
kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar kamu..cobalah utk
tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan
didalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan
mengubah diriku menjadi mutiara2..."

3. P E R S O N A L D E V E L O P M E N T T I P S
ADAPTASI UNTUK BERUBAH
ada liburan lebaran kemarin, saya mengikuti acara kemping
selama empat hari di daerah Sukabumi - Jawa Barat, yang
diadakan oleh satu komunitas eksekutif muda Jakarta. Lokasi
kemping terletak di kaki sebuah bukit, dengan aliran air sungai yang jernih
melintas di samping lokasi perkemahan. Suasana dingin, sejuk dan tenang
langsung terasa begitu kita memasuki area tersebut. Ditambah dengan suara
kicauan burung yang merdu, benar-2 tempat yang indah dan ideal untuk
sejenak melupakan Jakarta.
Kelihatannya keindahan kemping ini bisa berlangsung terus selama
empat hari, sampai komplain dan gerutuan mulai terdengar sore harinya ketika
para peserta hendak mandi. Dengan jumlah kamar mandi yang hanya empat
buah dan jumlah peserta yang 200-an orang lebih, terlihat antrian yang panjang
sekali. Setelah beberapa saat, mulai ada beberapa peserta yang keluar dari
barisan. Beberapa memilih tidak mandi, sementara yang lainnya mencoba
mandi di sungai. Untuk menuju ke sungai pun bukan masalah yang mudah,
karena harus mendaki bukit sejauh beberapa ratus meter, dengan medan yang
terjal dan tanah yang berlumpur. Komplain kedua terjadi keesokan harinya,
dimana ada yang mengeluhkan udara yang terlalu dingin, tanah yang terlalu
keras untuk ditiduri, tenda yang terlalu sempit, jadwal acara yang terlalu ketat,
dan sebagainya. Para peserta yang sebagian besar adalah para eksekutif
muda di Jakarta nampak kaget dengan perubahan yang drastis ini. Mereka
yang biasanya menikmati suasana AC yang dingin, kursi yang empuk, keluar
masuk gedung dan hotel mewah, kemana-mana naik mobil, kini dihadapkan
pada situasi yang sangat ‘primitif’.
Di awal hari ketiga, ada beberapa peserta yang ‘menyerah’. Mereka
secepatnya angkat kaki dari lokasi perkemahan dan kembali ke Jakarta. Tapi di
hari ketiga ini juga ada satu ‘keajaiban’. Tidak ada sama sekali komplain dan
gerutuan dari para peserta yang masih tinggal. Mereka enjoy saja untuk antri,
untuk mandi di sungai, maupun tidur di tanah keras. Kehidupan yang tidak
menyenangkan selama dua hari sebelumnya seolah sudah menjadi hal yang
biasa bagi mereka. Pikiran mereka lebih fokus untuk menikmati situasi yang
ada, networking dengan sesama peserta, maupun mengikuti acara-2 kemping
dengan asyik, ketimbang menggerutu terhadap situasi yang ada. Dan pada hari
terakhir, para peserta malah terasa berat meninggalkan tempat itu untuk
kembali ke Jakarta ……………………………........................................................
Sama seperti situasi yang saya hadapi dalam kemping tersebut, kita
semua dalam kehidupan ini, akan selalu menghadapi situasi yang memaksa
kita untuk beradaptasi. Anda yang saat ini bekerja sebagai seorang profesional
di kantor misalnya, mungkin akan menghadapi situasi boss yang galak, jam
kantor yang ketat, jatah telepon yang dibatasi, akses internet yang dibatasi,
teman kantor yang hobi ngegosip, rekan kerja yang mungkin iri dengan prestasi
kerja anda yang melesat, atau situasi kemacetan yang anda hadapi setiap hari.
Sanggupkah anda beradaptasi menghadapi itu semua ?
Bisa tidaknya seseorang beradaptasi dengan lingkungannya bisa
dilihat dari cara mereka berbicara. Mereka yang bisa beradaptasi dengan baik
akan lebih banyak bicara hal-hal yang positif, selalu bangga akan kantornya,
akan pekerjaannya, akan hal-hal penting yang telah mereka lakukan selama
ini. Sedang mereka yang tidak bisa beradaptasi akan selalu mengeluh
terhadap hal-hal negatif di lingkungannya. Mereka berharap, lingkungannya
yang akan menyesuaikan diri dengan keinginan mereka. Suatu hal yang jelas
tidak mungkin. Bagi mereka yang tidak mau atau tidak mampu beradaptasi
dengan lingkungannya, sebenarnya ada pilihan lain : keluar dari lingkungan
tersebut dan mencari lingkungan lain yang ‘lebih sesuai’ dengan kemauannya.
Tapi inipun juga bukan hal yang mudah, karena lingkungan lainpun telah
mempunyai ciri sendiri, dimana belum tentu lingkungan ini cocok dengan
mereka. Itulah sebabnya kita seringkali melihat seseorang yang selalu
berganti-ganti pekerjaan dalam waktu yang singkat, dengan alasan yang
sangat klasik : tidak ada kecocokan. Satu hal yang pasti, mereka yang tidak
mampu untuk beradaptasi lambat laun akan ‘punah’, bukan dalam artian fisik,
namun lebih kearah perkembangan mental, karena setiap apa yang mereka
kerjakan, selalu merupakan beban untuk mereka. Sehingga mereka lebih
bekerja dengan tenaga, daripada dengan pikiran dan hati. Jadi inti dari
adaptasi disini bukan MANA LINGKUNGAN YANG COCOK DENGAN SAYA,
NAMUN BAGAIMANA SAYA MENCOCOKKAN DIRI DENGAN
LINGKUNGAN SAYA.
Bagaimana dengan diri anda saat ini, seberapakah adaptasi yang
telah anda lakukan dengan lingkungan anda : di kantor, di rumah tangga, di
kehidupan bertetangga, di komunitas eksekutif tempat anda bergabung,
maupun di lingkungan-2 lain tempat anda bersosialisasi ? Semakin besar
adaptasi yang anda lakukan, semakin kuat peranan anda di dalam lingkungan
tersebut. Orang-2 yang sukses telah membuktikan, bahwa adaptasi yang
mereka lakukan bukan berarti mereka pasrah 100 % terhadap lingkungannya,
namun mampu bekerja sama dengan lingkungannya untuk menjadi lebih baik.
Lakukan adaptasi dan dapatkan hasilnya.
Sukses untuk anda !
Sonny V. Sutedjo
- Moderator -

4. M O T I V A T I O N A L Q U O T E S
The potensial of average person is li like a huge oce cean unsail iled, a
new continent unexplored, a world of poss ssibili ilities waiting to
be released and chann nneled toward some great good
- Brian Tracy -
A m A man, as a general rule, owes very li litt ttle to what he is born
with – a man is what he makes of himself
- Alexander Graham Bell -
You will ill bec ecome as s s small ll as your controlli lling desire ; as great as
yo your dominant aspiration
- James Allen -
There is one quality which one must st poss ssess t s to win, and that is
definiteness ss of purpose, the knowledge of what one wants ts, and
a b a burning desire to poss ssess ss it
- Napoleon Hill -
The only thing that st t stands betwee een a man and what he wants
from li life is oft ften merely the will ill to try it and the faith to
beli lieve that it is poss ssible
- Rich De Vos -
Your problem is t s to bridge the gap betwee een where yo you are now
and the go goals yo you intend to reach
- Earl Nightingale -
The person interested in succ ccess ss has t s to learn to view fail ilure as
a healthy, inevitable part of t f the proce cess ss of getting to the top
- Joyce Brothers -
The un uncomm mmon man is merely the c e comm mmon man thinking and
dreaming o g of s f succe ccess ss and in more fruitf tful areas
- Melvin Powers -

5. F r o m M e m b e r s t o M e m b e r s
BEFORE YOU COMPLAIN
Today before you think of saying an unkind word
Think of someone who can't speak
Before you complain about the taste of your food
Think of someone who has nothing to eat
Before you complain of not having enough
Think of someone who's begging on the street
Before you complaint of being ugly
Think of someone who's actually in the worst of states of life
Before you complain about your husband or wife
Think of someone who's crying out to God for a companion
Today before you complain about life
Think of someone who went too early to heaven
Before you complain about your children
Think of someone who desires children but they're barren
Before you argue about your dirty house someone didn't clean or sweep
Think of the people who are living in the streets
Before whining about the distance you drive
Think of someone who walks the same distance with their feet
And when you are tired and complain about your job
Think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job
But before you think of pointing the finger or condemning another
Remember that not one of us are without sin
We all answer to one maker
And when depressing thoughts seem to get you down
Put a smile on your face and thank God you're alive and still around
Life is a gift
Live it...
Enjoy it...
Celebrate it...
And fulfill it.
And while you are at it give love to someone today
Love someone with what you do and the words you say
Love is not meant to be kept locked inside of us and hidden
So give it away
Give Love to someone today !!
You don't love someone because they're beautiful.
They're beautiful because you love them.
It's true you don't know what you've got until its gone, but its also true
You don't know what you've been missing until it arrives!!!
To send a letter is a good way to go somewhere
without moving anything, but your heart.
Sumber : Unknown (tidak diketahui)
The Acesia
Enlightening People & Strategy
www.the-acesia.tk
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Kiriman dari member
Vika Dewi
ERA Indonesia
Jakarta

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 20 guests and 22 members online
Generated in 2.46465 Seconds