1. a R T I C L E S ANAK KERANG
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan. Sumber : Unknown (tidak diketahui)
2. R E F L E C T I O N __ erita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa". Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi ‘kerang biasa’ yang disantap orang, atau menjadi ‘kerang yang menghasilkan mutiara’. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang ‘biasa-biasa saja’. So..sahabat mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar kamu..cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2..." 3. P E R S O N A L D E V E L O P M E N T T I P S ADAPTASI UNTUK BERUBAH ada liburan lebaran kemarin, saya mengikuti acara kemping selama empat hari di daerah Sukabumi - Jawa Barat, yang diadakan oleh satu komunitas eksekutif muda Jakarta. Lokasi kemping terletak di kaki sebuah bukit, dengan aliran air sungai yang jernih melintas di samping lokasi perkemahan. Suasana dingin, sejuk dan tenang langsung terasa begitu kita memasuki area tersebut. Ditambah dengan suara kicauan burung yang merdu, benar-2 tempat yang indah dan ideal untuk sejenak melupakan Jakarta. Kelihatannya keindahan kemping ini bisa berlangsung terus selama empat hari, sampai komplain dan gerutuan mulai terdengar sore harinya ketika para peserta hendak mandi. Dengan jumlah kamar mandi yang hanya empat buah dan jumlah peserta yang 200-an orang lebih, terlihat antrian yang panjang sekali. Setelah beberapa saat, mulai ada beberapa peserta yang keluar dari barisan. Beberapa memilih tidak mandi, sementara yang lainnya mencoba mandi di sungai. Untuk menuju ke sungai pun bukan masalah yang mudah, karena harus mendaki bukit sejauh beberapa ratus meter, dengan medan yang terjal dan tanah yang berlumpur. Komplain kedua terjadi keesokan harinya, dimana ada yang mengeluhkan udara yang terlalu dingin, tanah yang terlalu keras untuk ditiduri, tenda yang terlalu sempit, jadwal acara yang terlalu ketat, dan sebagainya. Para peserta yang sebagian besar adalah para eksekutif muda di Jakarta nampak kaget dengan perubahan yang drastis ini. Mereka yang biasanya menikmati suasana AC yang dingin, kursi yang empuk, keluar masuk gedung dan hotel mewah, kemana-mana naik mobil, kini dihadapkan pada situasi yang sangat ‘primitif’. Di awal hari ketiga, ada beberapa peserta yang ‘menyerah’. Mereka secepatnya angkat kaki dari lokasi perkemahan dan kembali ke Jakarta. Tapi di hari ketiga ini juga ada satu ‘keajaiban’. Tidak ada sama sekali komplain dan gerutuan dari para peserta yang masih tinggal. Mereka enjoy saja untuk antri, untuk mandi di sungai, maupun tidur di tanah keras. Kehidupan yang tidak menyenangkan selama dua hari sebelumnya seolah sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Pikiran mereka lebih fokus untuk menikmati situasi yang ada, networking dengan sesama peserta, maupun mengikuti acara-2 kemping dengan asyik, ketimbang menggerutu terhadap situasi yang ada. Dan pada hari terakhir, para peserta malah terasa berat meninggalkan tempat itu untuk kembali ke Jakarta ……………………………........................................................ Sama seperti situasi yang saya hadapi dalam kemping tersebut, kita semua dalam kehidupan ini, akan selalu menghadapi situasi yang memaksa kita untuk beradaptasi. Anda yang saat ini bekerja sebagai seorang profesional di kantor misalnya, mungkin akan menghadapi situasi boss yang galak, jam kantor yang ketat, jatah telepon yang dibatasi, akses internet yang dibatasi, teman kantor yang hobi ngegosip, rekan kerja yang mungkin iri dengan prestasi kerja anda yang melesat, atau situasi kemacetan yang anda hadapi setiap hari. Sanggupkah anda beradaptasi menghadapi itu semua ? Bisa tidaknya seseorang beradaptasi dengan lingkungannya bisa dilihat dari cara mereka berbicara. Mereka yang bisa beradaptasi dengan baik akan lebih banyak bicara hal-hal yang positif, selalu bangga akan kantornya, akan pekerjaannya, akan hal-hal penting yang telah mereka lakukan selama ini. Sedang mereka yang tidak bisa beradaptasi akan selalu mengeluh terhadap hal-hal negatif di lingkungannya. Mereka berharap, lingkungannya yang akan menyesuaikan diri dengan keinginan mereka. Suatu hal yang jelas tidak mungkin. Bagi mereka yang tidak mau atau tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya, sebenarnya ada pilihan lain : keluar dari lingkungan tersebut dan mencari lingkungan lain yang ‘lebih sesuai’ dengan kemauannya. Tapi inipun juga bukan hal yang mudah, karena lingkungan lainpun telah mempunyai ciri sendiri, dimana belum tentu lingkungan ini cocok dengan mereka. Itulah sebabnya kita seringkali melihat seseorang yang selalu berganti-ganti pekerjaan dalam waktu yang singkat, dengan alasan yang sangat klasik : tidak ada kecocokan. Satu hal yang pasti, mereka yang tidak mampu untuk beradaptasi lambat laun akan ‘punah’, bukan dalam artian fisik, namun lebih kearah perkembangan mental, karena setiap apa yang mereka kerjakan, selalu merupakan beban untuk mereka. Sehingga mereka lebih bekerja dengan tenaga, daripada dengan pikiran dan hati. Jadi inti dari adaptasi disini bukan MANA LINGKUNGAN YANG COCOK DENGAN SAYA, NAMUN BAGAIMANA SAYA MENCOCOKKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN SAYA. Bagaimana dengan diri anda saat ini, seberapakah adaptasi yang telah anda lakukan dengan lingkungan anda : di kantor, di rumah tangga, di kehidupan bertetangga, di komunitas eksekutif tempat anda bergabung, maupun di lingkungan-2 lain tempat anda bersosialisasi ? Semakin besar adaptasi yang anda lakukan, semakin kuat peranan anda di dalam lingkungan tersebut. Orang-2 yang sukses telah membuktikan, bahwa adaptasi yang mereka lakukan bukan berarti mereka pasrah 100 % terhadap lingkungannya, namun mampu bekerja sama dengan lingkungannya untuk menjadi lebih baik. Lakukan adaptasi dan dapatkan hasilnya. Sukses untuk anda ! Sonny V. Sutedjo - Moderator - 4. M O T I V A T I O N A L Q U O T E S The potensial of average person is li like a huge oce cean unsail iled, a new continent unexplored, a world of poss ssibili ilities waiting to be released and chann nneled toward some great good - Brian Tracy - A m A man, as a general rule, owes very li litt ttle to what he is born with – a man is what he makes of himself - Alexander Graham Bell - You will ill bec ecome as s s small ll as your controlli lling desire ; as great as yo your dominant aspiration - James Allen - There is one quality which one must st poss ssess t s to win, and that is definiteness ss of purpose, the knowledge of what one wants ts, and a b a burning desire to poss ssess ss it - Napoleon Hill - The only thing that st t stands betwee een a man and what he wants from li life is oft ften merely the will ill to try it and the faith to beli lieve that it is poss ssible - Rich De Vos - Your problem is t s to bridge the gap betwee een where yo you are now and the go goals yo you intend to reach - Earl Nightingale - The person interested in succ ccess ss has t s to learn to view fail ilure as a healthy, inevitable part of t f the proce cess ss of getting to the top - Joyce Brothers - The un uncomm mmon man is merely the c e comm mmon man thinking and dreaming o g of s f succe ccess ss and in more fruitf tful areas - Melvin Powers - 5. F r o m M e m b e r s t o M e m b e r s BEFORE YOU COMPLAIN Today before you think of saying an unkind word Think of someone who can't speak Before you complain about the taste of your food Think of someone who has nothing to eat Before you complain of not having enough Think of someone who's begging on the street Before you complaint of being ugly Think of someone who's actually in the worst of states of life Before you complain about your husband or wife Think of someone who's crying out to God for a companion Today before you complain about life Think of someone who went too early to heaven Before you complain about your children Think of someone who desires children but they're barren Before you argue about your dirty house someone didn't clean or sweep Think of the people who are living in the streets Before whining about the distance you drive Think of someone who walks the same distance with their feet And when you are tired and complain about your job Think of the unemployed, the disabled and those who wished they had your job But before you think of pointing the finger or condemning another Remember that not one of us are without sin We all answer to one maker And when depressing thoughts seem to get you down Put a smile on your face and thank God you're alive and still around Life is a gift Live it... Enjoy it... Celebrate it... And fulfill it. And while you are at it give love to someone today Love someone with what you do and the words you say Love is not meant to be kept locked inside of us and hidden So give it away Give Love to someone today !! You don't love someone because they're beautiful. They're beautiful because you love them. It's true you don't know what you've got until its gone, but its also true You don't know what you've been missing until it arrives!!! To send a letter is a good way to go somewhere without moving anything, but your heart. Sumber : Unknown (tidak diketahui) The Acesia Enlightening People & Strategy www.the-acesia.tk
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Kiriman dari member Vika Dewi ERA Indonesia Jakarta
Trackback(0)
|