|
1. PERSONAL DEVELOPMENT TIPS
 DIAM – DENGAR – LIHAT – BICARA Diam ! Tanpa sadar, banyak diantara kita sangat pandai berbicara, namun bukan dalam konteks kerja dan berkarya. Sering anda berbicara, berteori, berfalsafah dan menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk menganalisa masalah dengan mem-perbincangkan saja. Atau lebih parah, anda hanya berbicara soal-soal yang sangat tidak bermanfaat. Gosip, infotainment murahan, ngrumpi, membicarakan tetangga, rekan kerja, atasan dan banyak lagi hal-hal negatif yang akan menghabiskan waktu anda dan memasukan "sampah" dalam pikiran anda.
Diam tidak bicara, adalah pilihan yang bijak untuk anda. Dalam suatu kekacauan, diam bisa menjadi kontribusi untuk semua penyelesaian masalah. Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.
"Diam itu emas, namun bicara baik dan benar itu berlian" Inilah ungkapan yang sangat tepat untuk alat bicara kita. Anda memiliki sesuatu yang baik dan benar ? Silahkan bicara, jika tidak, sangat bagus jika anda diam. Kesuksesan anda juga sangat ditentukan oleh keahlian anda mengendalikan diri dalam berkata-kata dan berbicara. Itu pula sebabnya alat output anda jumlahnya lebih sedikit dibanding alat input. Tuhan ciptakan mulut hanya satu, sedang mata dan telinga, masing-masing dua. Orang bijak mengatakan, agar kita lebih banyak melihat dan mendengar dibanding harus berbicara. Keseimbangan antara bicara dan diam, juga merupakan kunci sukses anda. Anda harus tahu, kapan harus bicara dan kapan harus diam. Keseimbangan ini, hanya anda yang tahu. Coba renungkan ! Jika saat ini anda terlalu diam dan kurang bisa bicara, maka belajarlah untuk mengeluarkan pendapat anda. Namun bila anda sudah terlalu banyak bicara, maka sebaiknya anda diam. Segera berubahlah menuju titik keseimbangan anda dalam diam dan bicara. Perbanyak pula keheningan dalam lingkungan anda, untuk mendapatkan kejernihan dalam berfikir, kejernihan dalam mengambil keputusan. Silence is the true friend that never betrays. Diam, akan memberi ruang untuk anda. Diam akan memberi ruang untuk lingkungan anda. Diam akan memberi ruang untuk telinga anda mendengar. Mendengar kebijakan, mendengar keindahan, mendengar kebaikan, mendengar bisikan-bisikan kesuksesan yang hanya bisa anda dengar, saat-saat anda diam. Diam ! Jangan berfikir. Perbanyak gunakan hati. Diam ! Jangan mengeluh. Perbanyak mensyukuri, apa yang telah anda miliki. Diam ! Berhentilah meminta. Perbanyak memberi. Diam ! Jangan banyak mengatur. Perbanyak, memberi ruang dan kebebasan. Diam ! Jangan mengritisi. Perbanyak merenungkan dan perbaiki diri. Diam ! Berhentilah bicara. Perbanyak menikmati ketenangan. Diam ! Perbanyak mendengar petunjuk-petunjuk kesuksesan anda. "Growth takes place in a person by working at a deep inner level in a sustained atmosphere of silence." - Dr. Ira Progoff – Dikutip dari buku Time to Change Hari Subagya
2. MOTIVATION ALQUOTES People who exercise their embryonic freedom day after day, little by little, expand that freedom. People who do not will find that it withers until they are literally 'being lived.' They are acting out scripts written by parents, associates and society. - Stephen Covey - Just don't give up trying to do what you really want to do. Where there is love and inspiration, I don't think you can go wrong - Ella Firtzgerald - Success is getting what you want, and happiness is wanting what you get - Dave Gartner - Goals determine what you're going to be - Julius Erving - Among all human constructions the only ones that avoid the dissolving hands of time are castles in the air - Fredirico De Roberto - Dreaming is an act of pure imagination, attesting in all men a creative power, which, if it were available in waking, would make every man a Dante or a Shakespeare - HF Hedge - Dream no small dreams for they have no power to move the hearts of men - Wofgang De Gothe -
3. FROMMEMBERS TO MEMBERS TRANSFORMING THOUGHTS INTO ACTION Ada satu kepercayaan yang sudah sangat tua usianya, sejak jaman Socrates, yang menyatakan bahwa Knowledge is Power (pengetahuan adalah kekuatan). Pendidikan saat ini masih berpegang pada kepercayaan kuno ini dan hanya berfokus pada mengajarkan pengetahuan, dan berharap segala sesuatu akan berjalan dengan baik berdasar pengetahuan yang telah dipelajari. Sikap ini sudah tidak relevan dengan kondisi dunia saat ini. Pengetahuan tetap merupakan hal yang sangat penting – namun pengetahuan bukanlah segala-galanya. Kita juga perlu "berpikir untuk bertindak" Dunia yang berubah dengan sangat cepat menuntut individu untuk bisa memiliki kecakapan berpikir yang baik. Masa depan individu, masyarakat, dan seluruh dunia bergantung pada kemampuan berpikir kita. Kecakapan berpikir, walaupun merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai, sangat jarang diajarkan sebagai satu bidang studi. Berapa banyak sekolah yang mengajarkan kecakapan berpikir dalam kurikulumnya ? Jika sekolah ada mengajarkan kecakapan berpikir maka yang biasa mereka ajarkan adalah kecakapan berpikir kritis (critical thinking) yang berasal dari kata Yunani "kritikos" yang berarti menghakimi atau judgement.
A Kita perlu memiliki kemampuan untuk menghasilkan IDE, tidak sekedar menghakimi ide. Kita perlu membuat perencanaan TINDAKAN, bukan sekedar menghakimi perencanaan itu. Ada orang yang percaya bahwa kita tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal mengembangkan kecakapan berpikir. Mereka percaya bila anda cerdas maka anda adalah seorang pemikir yang cakap dan jika anda terlahir "goblok" maka tidak ada satupun hal yang bisa dilakukan untuk mengubah hal ini. Kecerdasan ibarat tenaga dari mesin sebuah mobil dan kecakapan berpikir seperti kecakapan menyetir mobil.
Ada dua hal yang dapat kita lakukan untuk mengubah pandangan salah ini : 1. Kita perlu memperlakukan berpikir seperti suatu kecakapan yang dapat dipelajari, dipraktekkan, dikembangkan, dilatih, dan ditingkatkan. 2. Kita perlu memperhatikan "berpikir untuk bertindak / thinking for doing"
Sayangnya THINKING FOR DOING adalah hal yang rumit Anda perlu memperhatikan orang lain. Anda harus mempunyai perencanaan dan strategi. Ada saatnya anda perlu bekerja sama dan ada waktunya anda terpaksa untuk berkompetisi. Mungkin anda perlu melakukan negosiasi. Anda harus menebak dan memperhitungkan berbagai kemungkinan. Banyak orang percaya bahwa berpikir hanya berhubungan memecahkan teka-teki / puzzle yang sulit di mana semua keping-keping puzzle disediakan dan anda harus menghasilkan jawaban dengan menyusun keping-keping itu. Kehidupan nyata tidak seperti merangkai keping puzzle. Anda tidak punya semua keping yang dibutuhkan. Anda harus menemukan sendiri keping-keping itu. Jawaban yang benar bisa lebih dari satu. Tidak ada satu jawaban yang mutlak paling benar. Anda harus merancang tindakan anda. Anda harus mempertimbangkan akibat yang timbul dari tindakan-tindakan anda. Tidak setiap masalah dapat dipecahkan dan anda mungkin akan frustrasi karena tidak dapat memecahkan suatu masalah. Meskipun demikian proses berpikir itu sendiri haruslah menyenangkan. SELAMAT BERPIKIR ! Sumber: Transforming Thoughts Into Action oleh Adi W. Gunawan. Kiriman dari member Lelly Larasati Epson Indonesia Jakarta
MEMBAYAR HARGA SEBUAH CITA-CITA Dari belajar dari kisah pengembaraan Jenderal Sun Tzu. Bertahuntahun mengembara, Sun Tzu telah mengalami banyak sekali kejadian. Ia pernah menjadi budak, pelayan, pedagang, prajurit, bahkan menjadi pejabat pemerintahan. Pahit getirnya kehidupan dia jalani demi sebuah cita-cita, demi sebuah karir. Berbekal pengalaman itulah akhirnya Sun Tzu berhasil menyelesaikan karya tulisnya, yaitu 13 Bab Strategi Perang. Apa yang bisa dipetik dari pengalaman perjalanan Sun Tzu itu ? Makna dari pengembaraan Sun Tzu itu adalah, seseorang boleh mengalami pahit getirnya perjalanan hidup. Tetapi dia tidak boleh berhenti dan tidak boleh kehilangan tujuannya semula. Tidak boleh kehilangan arah cita-citanya. Tidak boleh kehilangan impiannya. Jadi, kita harus berani membayar harga dari sebuah cita-cita yang besar. sebab cita-cita selalu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Selain perjuangan dan pengorbanaan, cita-cita besar membutuhkan ketekunan, keuletan, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang luar biasa. Cita-cita yang besar adalah cita-cita yang sanggup memberi kekuatan luar biasa kepada seseorang untuk menjalani hidup yang keras. Sebuah impian yang pasti mempunyai suatu titik target yang pantas dikejar. Cita-cita besar tidak mungkin dicapai hanya dengan target kecil serta usaha yang biasa-biasa saja. Cita-cita besar, impian besar, harus diraih melalui target-target yang menggairahkan. Target yang mendorong kita mengerahkan seluruh daya upaya kita. Target yang mampu menyemburkan hasrat sangat kuat untuk meraihnya. Membuat kita berusaha sekeras-kerasnya. Bahkan membuat kita berani memaksa diri kita sampai target itu tercapai.
M Sebab seperti kata-kata mutiara yang saya tuliskan; "Jika kita keras di dalam, maka kehidupan akan lunak kepada kita. Sebaliknya, jika kita lunak di dalam, maka kehidupan akan begitu keras kepada kita". Cita-cita yang besar tidak bisa diraih dengan sikap mental yang lunak. Sumber : Membayar Harga Sebuah Cita-cita oleh Andrie Wongso The Acesia Enlightening People for Better Life www.the-acesia.tk
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Kiriman dari member Muhammad Noor Rosyid Universitas Negeri Surabaya The Acesia Newsletter No. 51 14 Februari 2006 Our Vision : Becoming ____________ _ for People Development www.the-acesia.tk
Trackback(0)
|