|
Page 12 of 14 Kurai Taji Pakan Sinayan, Capek kaki ringan tangan, Namun salero lapeh juo. Artinya : Kurai Taji Pakan Sinayan, Urang mudo manggaleh lada. Capek kaki ringan tangan, Namun selera lepas juga. Tafsir sampiran : Kurai Taji Pakan Sinayan, urang mudo manggaleh lado. Hari pasar di Kurai Taji diadakan setiap hari Senin (Senayan), sehingga desa itu dinamakan juga Pakan Sinayan. Disitu ada seorang muda yang berjualan lado (cabe). Tafsir isi pantun : Capek kaki ringan tangan, namun salero lapeh juo. Pantun ini masih terkait dengan pantun merantau yang diuraikan sebelumnya terutama terkait dengan induk semang. Disarankan kepada orang yang pergi merantau itu agar =capek kaki= maksudnya lincah, mudah bergerak, tidak berdiam diri saja meliohat satu masalah yang perlu dibantu. Demikian pula hendaklah ringan tangan, maksudnya tidak hanya berpangku tangan saja, segera kerjakan sesuatu dengan cermat dan teliti, kalau melihat ada yang perlu dibantu, segera dibantu, dan sebagainya. Dengan keberadaannya tinggal menompang pada suatu keluarga, maka keluarga itu merasa senang dan terbantu, rumah bersih, kain kotor tak lagi berserakan, pekerjaan apapun dia Bantu dan sebagainya. Pokoknya kalau dia tidak ada, karena satu keperluan dia harus pergi beberapa hari, maka keluarga tersebut merasa kehilangan. Jangan sebaliknya, dimana orang senang kalau dia pergi. Pantun ini mengatakan bahwa kalau bersifat seperti itu, maka sekurang-kurangnya =salero lapeh juo, atau sekedar makan dan tempat tinggal sudah terjamin. |