|
Page 8 of 14 Tangsi Curup Muaro Aman,
Bundo kanduang taguahkan imana, Artinya :
Tangsi Curup Muara Aman, Limpapas hinggap dilantai. Bunda kandung teguhkan iman, Melepas anak bujang sengsara. Tafsir sampiran : Tangsi Curup Muaro Aman, limpapaeh hinggok dilantai. Yang dimaksud dengan tangsi disini adalah benteng pertahanan. Disini dikatakan sebuah tangsi yang ada di Curup Muara Aman di Propinsi Bengkulu. Mungkin sekali yang dimaksud disini adalah benteng pertahanan yang dibuat oleh Raffless, diwaktu penjajahan Inggeris di Bengkulu Tafsir isi pantun : Bundo Kanduang taguahkan iman, malapeh anak dagang sangsai. Ini adlah sebagai lanjutan dari pantun disebut terdahulu, semacam permintaan dari anak yang akan pergi merantau kepada ibu kandungnya. Dia mengetahui bahwa ibunya sangat sedih melepas kepergiannya kerantau orang. Untuk itu dia minta agar ibunya menguatkan iman, percaya dan yakin bahwa Allah SWT akan selalu membimbing dan memeliharanya dinegeri orang. Kalau kita lihat pepatah,petith, pantun, gurindam dan sebagainya yang manyatakan satu kejadian di Minangkabau, kita akan melihat bagaimana kuatnya hubungan antara anak dan ibu, atau antara orang-orang dengan ibunya. Dalam peristiwa seperti perpisahan karena pergi merantau itu, jarang sekali nama ayah disebut-sebut, selalu nama ibu saja. Demikian pula kalau orang yang sedang berada dirantau orang, satu waktu teringat dengan familinya yang ada dikampung, yang pertama dia ingat adalah ibunya, banyak pula pantun yang membuktikan hal itu. Kenyataannya, tidak hanya orang-orang Minang saja yang sifatnya merasa lebih dekat dengan ibu dari pada ayahnya, orang lainpun demikian. Kalau dia sakit yang dipanggil ibunya dan banyak contoh lainnya. Barangkali adat Minangkabau yang bersifat “matriarchaat” itu memang sudah sesuai dengan hakikat sifat manusia yang diciptakan oleh Allah SWT. Seorang anak itu memang lebih banyak terkait dengan ibunya, mulai dari mengandung selama 9 bulan, terus menyusui selama setahun lebih, sampai kepada memeliharanya diwaktu kecil, lebih banyak ibu yang mengurus. Jadi system ini sebaiknya disosialisasikan secara luas kepada suku lainnya. |