|
Page 9 of 14 Talang dipancuang ditugakan,
Sabatang biakan tumbuah tinggi. Sayang dikampuang ditinggakan, Sayang dianak dilacuik-i. Artinya : Talang dipancung ditancapkan, Sebatang biarkan tumbuh tinggi. Sayang dikampung ditinggalkan, Sayang dianak dilecuti. Tafsir sampiran : Talang dipancuang ditugakan, sabatang biakan tumbuah tinggi. Talang adalah sebangsa bambu yang telah diterangkan terdahulu. Sebatang talang ditebang/dipancung, lalu ditusukkan ketanah sehingga tertancap disitu. Sementara batang talang lainnya dibiarkan tumbuh tinggi. Tafsir isi pantun : Sayang dikampuang ditinggakan, saying dianak dilacuik-i. Orang Minang pergi merantau itu adalah sebagai tanda rasa sayangnya kepada kampung halaman. Jadi bukan karena pelarian, bukan karena hidup dikampung itu tidak bebas, atau karena tidak mau terlalu terikat dengan aturan adat. Dia pergi merantau untuk mencari penghidupan yang lebih baik, sehingga dapat berbakti kepada kampung halaman. Dalam kenyataannya hal ini terbukti dengan banyaknya mengalir secara kontinu kiriman uang dari rantau kekampung halaman dalam bentuk wesel dan lain-lain. Kalau dia tetap saja tinggal dikampung itu tandanya dia tidak sayang kepada kampungnya itu. Sebab harta kekayaan berupa sawah ladang suatu kaum atau satu keluarga sudah tertentu, luasnya hampir tetap tidak bertambah. Kalau dia menetap dikampung, maka dia akan ikut mamanfaatkan apa yang ada tersebut. Sementara kalau dia merantau, ada peluang dia akan mengirim uang pulang untuk menambah harta kekayaan itu, bahkan bias ikut membangun kampung halamannya. Sayang sama anak dilecuti,m aksudnya anbak itu jangan dimanjakan, dari kecil harus sudah dididuk disiplin, bekerja keras, rajin dan taat beragama. Kalau dia berbuat salah harus ditegur, dimarahi atau dihukum. Dengan demikian maka dia akan tahu mana yang baik mana yang buruk, mana yang boleh mana yang tidak, dan sebagainya. Kalau anak diajar manja semenjak kecil, maka sesudah besar akan susah merobahnya. Marak pada anak itu sangat diperlukan, agar proporsional dengan kesalahannya, tidak terlalu berlebihan.
|