Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nak kayo kuek mancari
Nak Tuah batabua urai
Nak mulie tapek-i janji
Nak Luruih rantangkan tali
Nak namo tinggakan jaso
Nak pandai kuek baraja

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Mati Dalam Islam PDF Print E-mail
Written by Khairi Yusuf, Sutan Sinaro   
Wednesday, 23 August 2006
Article Index
Mati Dalam Islam
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
ImageAssalamu'alaikum.w.w.

Sudah putus pula kita mengaji karena banyak  halangan dan rintangan. Sekarang mari kita coba juga  buka-buka kitab dan mengkaji, mudah-mudahan datang juga hidayah Allah, terang juga hati kita  masing-masing. Aaamiiin..
Dan yang ini versi bahasa Indonesia.
Kan ndak apa-apa kan ?.
Dan yang kita kaji adalah mati dalam Islam, sebab yang akan masuk sorga hanyalah orang-orang yang mati dalam Islam saja. Bagaimana caranya mati dalam Islam ?.
aaa..Mari kita mulai.

"Yaa ayyuhalladzii na-amanut taqullaaha haqqa tuqatih, walaa tamuutunna illa wa-antum muslimuun."
Ali Imran 102.

Ayat ini sering dibaca oleh khatib setiap kali menyampaikan khutbah jum'at.

"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada  Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan kamu mati  melainkan sebagai seorang Islam."

Ini adalah wasiat untuk seluruh ummat nabi Muhammad saw.

Ketika nabi Ibrahim as. dan begitu juga cucunya Ya'qub  as. Ketika kedua-dua mereka berada di ambang maut, hendak meninggal dunia, hendak wafat, mereka juga berwasiat. Allah swt. berfirman dalam suratul Baqarah  ayat 132.

"Wawasha bihaa Ibrahiim baniy wa ya'qub, yaa banii, innalaahastafa lakumuddiin, fala tamuutunna illa wa-antum muslimuun."

Yang bermakna, "Telah berwasiat nabi Ibrahim kepada cucu-cucunya..", ketika dia hendak wafat dipanggil semua anak cucunya, begitu juga keadaan nabi Ya'qub, cucu nabi Ibrahim sendiri, ketika hendak wafat membuat  perkataan yang sama. Wasiat sebelum meninggal dunia. 
"Innalaahas tafa lakumuddiin", sesungguhnya Allah swt. telah memilih agama ini bagi kamu, agama Islam,  "falaa tamuutunna illa wa-antum muslimuun". Maka janganlah kamu mati melainkan sebagai seorang Islam.
Dua ayat, Ali Imran 102, Al-Baqarah 132. Sama-sama membicarakan perkara yang sama. Pastikan kematian kita ini sebagai seorang Islam. Oleh sebab itu pembicaraan kita sekarang adalah "Mati dalam Islam".  Bagaimana kita bisa memastikan bahwa kita mati sebagai
seorang Islam ?.
Karena orang Islam inilah yang dijanjikan surga oleh Allah swt., bukan Minang, bukan Jawa, bukan Indonesia, bukan Malaysia, bukan Amerika, bukan Arab, tetapi siapa yang Islam, dialah yang akan memasuki surga  Allah swt.
Sebagai dalilnya surat Al-Baqarah ayat 111-112.

"Waqalul layadkhulul jannah, illa ..." (lihat qur-an)

Dalam tafsir Professor Mahmud Yunus dijelaskan apa makna Islam. Islam memberi   pengertian orang-orang yang tunduk dan patuh mengikut perintah-perintah Allah.
Yahudi mendakwa Nasrani mendakwa bahwa mereka saja yang layak masuk surga Tuhan. Tuhan memberi jawaban  yang tegas. "Bala man aslam wajhahu lillah". Orang yang masuk surga itu ialah orang Islam, orang tunduk dan patuh wajah mereka kepada Allah. Artinya mereka  tunduk dan patuh di atas perintah-perintah Allah swt.
Kalau Yahudi tunduk dan patuh, Nasarapun begitu, Minang pun begitu, Jawapun begitu , masuk lah ke dalam  surga-Ku kata Allah. Tapi kalau Arab tidak tunduk, Yahudi tidak tunduk, Minang tidak tunduk, jangan harap  hendak memasuki sorga Allah.  Yang bakal masuk sorga
Allah hanyalah orang-orang Islam yakni orang-orang yang tunduk dan patuh mengikut perintah-perintah  Allah.

Baik, bagaimana kita bisa memastikan kita mati sebagai seorang Islam ?. mati dalam Islam, ndak mau mati kafir. Mau mati dalam islam.
Ulama mentafsirkan surah Ali Imran 102 tadi tu, Kita hanya perlu melaksanakan tiga perkara saja. Insya Allah mati sebagai seorang Islam. Mendengar mudah tuan-tuan, mau   melakukakannya belum tentu bisa.

Yang pertama.

..aiii... panjang pula ni... baru mau mulai ...  sabab kalau panjang betul, ndak paham pula...
aaa... beresok kito sambuang ...

Wassalam

St. Sinaro


Last Updated ( Wednesday, 23 August 2006 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 5 guests and 4 members online
Generated in 5.10502 Seconds