"Yaa ayyuhalladzii na-amanut taqullaaha haqqa tuqatih, walaa tamuutunna illa wa-antum muslimuun."
Ali Imran 102.
Ayat ini sering dibaca oleh khatib setiap kali menyampaikan khutbah jum'at.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan kamu mati melainkan sebagai seorang Islam."
Ini adalah wasiat untuk seluruh ummat nabi Muhammad saw.
Ketika nabi Ibrahim as. dan begitu juga cucunya Ya'qub as. Ketika kedua-dua mereka berada di ambang maut, hendak meninggal dunia, hendak wafat, mereka juga berwasiat. Allah swt. berfirman dalam suratul Baqarah ayat 132.
"Wawasha bihaa Ibrahiim baniy wa ya'qub, yaa banii, innalaahastafa lakumuddiin, fala tamuutunna illa wa-antum muslimuun."
Yang bermakna, "Telah berwasiat nabi Ibrahim kepada cucu-cucunya..", ketika dia hendak wafat dipanggil semua anak cucunya, begitu juga keadaan nabi Ya'qub, cucu nabi Ibrahim sendiri, ketika hendak wafat membuat perkataan yang sama. Wasiat sebelum meninggal dunia.
"Innalaahas tafa lakumuddiin", sesungguhnya Allah swt. telah memilih agama ini bagi kamu, agama Islam, "falaa tamuutunna illa wa-antum muslimuun". Maka janganlah kamu mati melainkan sebagai seorang Islam.
Dua ayat, Ali Imran 102, Al-Baqarah 132. Sama-sama membicarakan perkara yang sama. Pastikan kematian kita ini sebagai seorang Islam. Oleh sebab itu pembicaraan kita sekarang adalah "Mati dalam Islam". Bagaimana kita bisa memastikan bahwa kita mati sebagai
seorang Islam ?.
Karena orang Islam inilah yang dijanjikan surga oleh Allah swt., bukan Minang, bukan Jawa, bukan Indonesia, bukan Malaysia, bukan Amerika, bukan Arab, tetapi siapa yang Islam, dialah yang akan memasuki surga Allah swt.
Sebagai dalilnya surat Al-Baqarah ayat 111-112.
"Waqalul layadkhulul jannah, illa ..." (lihat qur-an)
Dalam tafsir Professor Mahmud Yunus dijelaskan apa makna Islam. Islam memberi pengertian orang-orang yang tunduk dan patuh mengikut perintah-perintah Allah.
Yahudi mendakwa Nasrani mendakwa bahwa mereka saja yang layak masuk surga Tuhan. Tuhan memberi jawaban yang tegas. "Bala man aslam wajhahu lillah". Orang yang masuk surga itu ialah orang Islam, orang tunduk dan patuh wajah mereka kepada Allah. Artinya mereka tunduk dan patuh di atas perintah-perintah Allah swt.
Kalau Yahudi tunduk dan patuh, Nasarapun begitu, Minang pun begitu, Jawapun begitu , masuk lah ke dalam surga-Ku kata Allah. Tapi kalau Arab tidak tunduk, Yahudi tidak tunduk, Minang tidak tunduk, jangan harap hendak memasuki sorga Allah. Yang bakal masuk sorga
Allah hanyalah orang-orang Islam yakni orang-orang yang tunduk dan patuh mengikut perintah-perintah Allah.
Baik, bagaimana kita bisa memastikan kita mati sebagai seorang Islam ?. mati dalam Islam, ndak mau mati kafir. Mau mati dalam islam.
Ulama mentafsirkan surah Ali Imran 102 tadi tu, Kita hanya perlu melaksanakan tiga perkara saja. Insya Allah mati sebagai seorang Islam. Mendengar mudah tuan-tuan, mau melakukakannya belum tentu bisa.
Yang pertama.
..aiii... panjang pula ni... baru mau mulai ... sabab kalau panjang betul, ndak paham pula...
aaa... beresok kito sambuang ...
Wassalam
St. Sinaro