Assalamu'alaikum.w.w.
... kita sambung yang kemaren.....
Yang kedua, kalau kita mau mati sebagai seorang Islam, disebutkan bahwa hendaklah kita menunaikan segala suruhan-suruhan Allah. Kita tidak mau mengambil contoh
yang lain, kita ambil surat an-Namlu ayat 90 (16:90). Esok khutbah jum'at, di khutbah yang kedua, setelah khatib berdo'a "Allahumaghfirlil muslimiina wal muslimat ... dst...
Rabbana aatina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, waqinaa 'adzabannaaar".
"Ibadallah..."
Ini dia,
"Inallaaha ya'murukum bil 'adli wal ihsaan, wa-iitaa idzil qurba......wal bargh". (QS:16:90).
Mau mati dalam Islam, pertama mentauhidkan Allah, yang kedua menunaikan segala suruhan-suruhan-Nya, yang ketiga meninggalkan segala larang-larangannya.
Ayat 16:90 ada kedua-duanya. Suruhan ada tiga macam, larangan ada tiga macam, mari kita simak.
Yang pertama, "Innalaaha ya'murukum bil 'adli". Allah swt. menyuruh kita berlaku 'adil.
Bagaimana yang namanya 'adil ?, kalau si fulan itu bersalah, katakan ia bersalah, kalau si fulan itu benar, jangan takut-takut mengatakan ia seorang yang benar. Kalau ini hak seseorang, kembalikan kepada yang empunya. Itu namanya 'adil,.. nampak ndak ?.
Ini tidak, selama ini kita,... yang salah dipertahankan, yang benar diaibkan. Banyak contoh
tuan-tuan, perkara-perkara yang sampai hari ini tidak dijatuhkan dengan 'adil. Ada yang dipenjara tanpa dibuktikan kesalahannya... Pokoknya banyak lah.
Padahal "Inallaaaha yang'murukum bil 'adli", secara mudah, yang namanya 'adil, tidak memihak kemana-mana.
Inilah 'adil, Allah menyuruh kita.
"Wal ihsaan", Allah menyuruh kita berbuat baik. Bagaimana yang ihsan ?, saya tertarik dengan tafsiran Dr. Hamka. Kalau kita hendak memberi upah, kita menyuruh seseorang untuk bekerja di rumah, upah biasanya 40.000, tetapi dibayar 50.000, inilah ihsan.
Allah suka tuan-tuan, Allah sayang pada orang yang punya sifat ihsan. Dr. Hamka menyebut, Qurtubi menyebut, bukan hanya pada manusia tuan-tuan, pada binatang pun juga. Burung dalam sangkar harus diberi makanan secukupnya. Kucing diberi makan supaya ia tidak mencuri lagi. Itulah sifat ihsan, Tuhan sayang tuan-tuan. Kalau memelihara burung beri makan yang cukup kalau tidak, lepaskan burung itu. Kalau mengendarai mobil di jalan, hati-hati juga dengan binatang, mereka kan punya nyawa juga. Tapi keadaan
hari ini membuat kita sedih, sudah banyak, tidak hanya anjing, kucingpun tidak dipedulikan orang, mati takalapuak sampai linyak di jalan-jalan, sampai hilang beterbangan jadi debu. Orang nggak peduli, sudah ndak ada sifat ihsan sedikitpun. Tuhan menyuruh berbuat
baik, ihsan, tidak hanya kepada manusia, binatang juga. Inilah yang melayakkan kita mati dalam Islam. "wa itaa idzil qurba"
Yang ketiga, Allah menyuruh kita tolong bantu karib kerabat yang terdekat. Memang betul lah tuan-tuang Dr. Hamka ini memang hebat penulisannya. Dia buat contoh mudah. Dalam satu keluarga, ada saja abangnya atau si adiknya yang miskin. Yang kaya bantulah yang miskin. Ini suruhan Tuhan. Dari satu keluarga tidak semua kaya. Makanya yang kaya membantu yang miskin. Ini suruhan Allah pada kita.
Tiga Allah suruh, berlaku 'adil, berbuat baik (ihsan), dan membantu karib kerabat.
Tiga Allah larang, coba tuan-tuan simak supaya mati sebagai seorang Islam.
"wayanhaa 'anil fahsyaa'", dan hendaklah kamu cegah fahsyaa'.
Fahsyaa' artinya keji. Kalau dalam Qur-an fahsyaa' ini ialah zina. Apa ayatnya ?. Surah al-Isra ayat 32 (17:32). "walaa taqrabuz zinaa, innaka fahisyah, wasa-a sabiila".
Zina ini fahsya. Ulama membuat rumusan, kita harus menutup segala pintu-pintu yang menuju kepada perzinaan. Diantaranya wanita perlu menutup aurat dengan sempurna. Baru orang tak melihat pada kita, betul nggak ?.
Ini... kalau dia pakai pakaian singkat, paha pula putih tuan-tuan, siapa yang ndak melihat ?,.. gratis. Pakai belah di depan pula.. aaii.. Astaghfirullaah.
Sebab itu disuruh tutup. Karena memang dasar tidak berpikiran Islam, dan Soekarno pula gila wanita, sampai hari ini pakaian nasional wanita adalah kebaya pendek,... berleher rendah pula...aiii... Pidato di atas podium,… "kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya"... aii naik jakun rang gaek tu. Dibalas pula dengan pidato oleh rang gaek tadi "Kami mengucapkan pula terima kasih yang se dalam-dalamnya".... apa maksud ?... alaaa. Ini pintu-pintu perzinahan tuan-tuan. Allah menyuruh tutup,... inilah fahsyaa. Ini segi pakaian. Lalu ?. pergaulan tidak boleh bebas. Makanya organ tunggal, goyang inul.. Dewa dan segala macamnya yang membuat lelaki perempuan bercampur berdesak-desak itu dilarang. Pergaulan bebas tuan-tuan. Ini yang menyebabkan terbukanya pintu-pintu
fahsyaa. Apa saja, TV pun begitu, jangan tayangkan film-film yang cabul. Ini entahlah, meksiko nya, Columbianya, Venezualanya dan sebagainya dengan nama bagus telenovela, ceritanya tak lain itu ke itu saja, cerita perselingkuhan suami isteri dan perzinaan
anak-anak muda. Sudah menjadi biasa di telinga kita ketika mendengar, dan dimata kita ketika membaca "Aku sudah mengandung anaknya"... aiii belum nikah lagi. Semua cara halus yahudi tuan-tuan. Mana ada saluran yang tidak yahudi sekarang ini. Cerita selingkuh, perzinaan. Itu sebabnya lahir anak-anak di luar nikah, kalau didata... begitu banyaknya tuan-tuan. Sampai kepada orang kampungpun jadi biasa. Belum lagi cerita-cerita salon, cerita-cerita gay, dan banci-banci pun bertebaran di mana-mana. Kalau lah ikut suruhan Rasulullah, kaum-kaum yang begini (gay, lesbian) bukan didera, tapi disuruh bunuh, baik yang sebagai lelaki ataupun yang jadi perempuannya. Ini fahsyaa tuan-tuan, itu sebabnya disuruh tutup semua pintu yang menuju ke arah sana. Anak kita tuan-tuan, na'udzubillahi min dzaliik, jangan sampai pergi sekolah ke bandung ke Jakarta, pergi sebagai Ahmad, pulang sebagai Linda, jangan tuan-tuan, jangan sampai terjadi.
"wal munkar", dan segala kemungkaran. Apa yang disebut mungkar ?.
... lah panjang pula... beresok kita sambung ...
Waillahil hidayah wat taufiq
Wassalam
St. Sinaro