
Solok, 11 September 2006 09:06
Status gunung berapi Talang (2.597 mdpl) di Kabupaten Solok, dinaikan dari "waspada" menjadi "siaga", seiring dengan meningkatnya aktivitas gunung tersebut tiga hari terakhir.
Kepala Unit Pos Pemantau Gunung Api, Gunung Talang, Dalipa Marjusi di Solok, mengatakan, status "siaga" ditetapkan sejak Sabtu, 9 September 2006 pukul 18.00 WIB.
Naiknya status itu berdasarkan hasil pengamatan dan pemantauan terhadap aktifitas dalam empat hari terakhir.
Hasil pengamatan alat seismik menunjukkan, dari 7 sampai 9 September 2006 telah terjadi gempa vulkanik
a sebanyak 34 kali, vulkanik B tujuh kali, gempa lokal tiga kali, tektonik jauh 29 kali dan gempa teremor terjadi terus menerus.
Sementara itu, kondisi cuaca berkabut dan Gunung Talang tertutup kabut dalam cuaca 20 derajat celsius.
Kemudian, pusat letusan belum stabil, hembusan gas beracun yang cukup tinggi terjadi disekitar kawah utama dan Selatan serta topografi puncak belum stabil, tambah Dalipa.
Sebelumnya, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi mengatakan, jika terjadi peningkatan aktifitas dan mengarah status siaga, maka harus ada pergerakan evakuasi warga.
"Kita sudah tahu titik-titik yang spesifik di Gunung Talang termasuk lubang kawahnya sudah jelas posisinya. Kalau meletus sebaran larvanya pun sudah diketahui," kata Gamawan.
Titik-titik itu adalah, titik merah sebagai tempat larva mengalir dan titik-titik aman yang bisa dijadikan tempat evakuasi bagi warga. Tim satuan penanggulangan bencana tinggal mempedomani titik-titik yang telah diketahui tersebut.
Karena titik-titik spesifik Gunung Talang sudah diketahui, sehingga saat terjadi letusan tahun 2005 tidak ada korban yang jatuh, karena sudah diketahui tempat mengungsian yang aman, ujar gubernur.
Gunung Talang terakhir kali meletus pada tanggal 12 April 2005 dan 17 April 2006 juga menunjukan peningkatan aktifitasnya cukup tinggi, sehingga warga di sekitar gunung sempat diungsikan untuk beberapa lama. [TMA, Ant]