Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Nak Urang koto ilalang
Nak lalu ka pakan Baso
Malu jo sopan kok lah ilang
Habihlah raso jo pareso
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Puasa Menuju Sehat PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Tuesday, 26 September 2006
Seseorang  dikatakan sehat adalah apabila dia sehat fisik  , sehat mental, sehat sosial dan hidup produktif serta  menghasilkan.  Semua makhluk  hidup yang sehat  selalu  berproduksi,  dan pertanda  bahwa dia hidup, dia menghasilkan sesuatu.  Perhatikanlah,  setiap kali kita bangun pagi  dan setiap kali kita  menatap pohon kayu, apa yang iajarkannya? dan apa yang dapat kita  petik dari pohon itu?. Ialah setiap pagi ada saja tunas baru dan  pucuk yang  baru menyembul. Artinya setiap pagi pohon itu   memproduksi dan  menghasilkan tunas baru. Itu pertanda dia hidup  dan  sehat, sehingga dia selalu menghasilkan sesuatu. Tapi begitu  pada suatu pagi  pohon  itu tidak lagi menghasilkan   tunas,  maka  seminggu kemudian pohon itupun akan layu, daunnya berguguran, akhirnya dia mati lalu tumbang.
 
Bagi pohon yang tak lagi betunas ini, dan bagi manusia  yang tak produktif  dan tak menghasilkan ini; pepatah  minang  dengan sangat halus  menyindirnya. "Dari pada hidup  bercermin  bangkai lebih  baik mati berkalang tanah". Orang  yang hidup tapi tidak menghasilkan apa-apa,  bagaikan bangkai,  sebetulnya dia sudah mati. Hidupnya sama dengan  tidak  nya. Masuknya tidak menggenapkan, keluarnya tidak mengganjilkan. Adanya  sama dengan tidaknya. Bak antimun bungkuk, masuk karung ada, masuk hitungan tidak. Tidak diperhitungkan karena tidak ada nilainya,  tidak  berarti  karena tidak  menghasilkan  dan  tidak produktif. Maka orang sehat adalah orang yang harus produktif dan menghasilkan.  Orang  beragama selalu mengharapkan  agar  manusia itu sehat  walafiat. Sehat organ tubuhnya dan  sehat  rohaninya, sehingga rohani itu bisa terbangun dan "bangunlah jiwanya bangunlah  badannya, untuk Indonesia Raya" syair lagu kebangsaan  kita. Ada ungkapan yang sering di ulang-ulang
 "Didalam tubuh yang sehat terdapat fikiran yang waras".
 Karena  orang  sehat itu harus produktif,  maka  dia  selalu berhitung dalam setiap waktu yang di pakainya, apakah dia  merugi atau beruntung. Karena orang yang rugi adalah orang yang waktunya berlalu  tapi imannya tidak bertambah. Orang  yang  rugi  adalah orang yang waktunya berlalu tapi amalnya tidak bertambah .  Orang yang  rugi adalah orang yang waktunya berlalu  tapi  kebenarannya tak bertambah.  Orang yang rugi adalah orang yang waktunya berlalu tapi kesabarannya tak bertambah. Biarlah dia rugi uang, karena uang  dapat  di cari dan kalau hilang bisa di  ganti.  Tapi  bila waktu  yang  hilang,  dia akan berlalu dan tak  akan  mungkin  di ganti. Maka dia akan meratap bila ada detik-detik waktunya berlalu tanpa arti
 Detik-detik  waktu yang paling berharga  adalah  detik-detik bulan Ramadhan.  Maka  Allah banyak  menurunkan  perintah  untuk bekerja di Bulan Ramadhan, karena manusia kuat dan sehat di  Buan Ramadhan. Nabi di nobatkan jadi Rasul di Bula Ramdhan.  Al-Qur.an di Turunkan di Bulan Ramadhan, Kota Mekah di taklukkan kembali di Bualn  Ramadhan, Perang Badar terjadi di Bulan Ramdhan.  Kemerdekaan indonesia di Bulan Ramadhan.
 Orang  menjadi  sehat dan produktif  serta  menghasilkan  di bulan Ramdhan. Karena tiap detik waktunya dinilai sebagai  waktu ibadah. Selesai  makan  Sahur  mereka  Shalat  subuh  berjemaah. "Faizza Qudiatishalah fantasyiru filardh". Apabila selesai melaksanakann shalat bertebaran di muka bumi dan cari  rezki  Allah, bekerja berusaha berolah raga.
 Anggota  gerak, tangan dan kaki bila tak di  gerakkan,  maka tubuh menafsirkannya sebagai anggota gerak yang tak di  perlukan. Karena tak di perlukan darah akan megambil Calsium yang  terdapat di tulang untuk di metabolisme dan di buang melalui kencing. Akibatnya  tulang  akan kekurangan Calsium,  lalu  menjadi  keropos, rapuh  dan  mudah patah. Sebelum tampak  patah  yang  sebenarnya, sebetulnya  di  dalam tulang itu sendiri  telah  terjadi  patahan kecil-kecil.  Patahan  inilah yang dirasakan  ngilu  pegal  sakit pinggang  dan  sakit dalam tulang. Maka dianjurkan  sekali,  agar manusia  jika ingin sehat, menggerakkan anggota geraknya,  bertebaran  dan bergerak di muka bumi cari rezki dari Allah.
 Kalau  di  tiap sendi dan di tiap  tulang  dirasakan  sakit, apalah arti hidup ini. Disini sakit, disana  sakit,  dimana-mana sakit bukankah itu neraka dunia?. Supaya di bulan suci  Ramadahan ini jangan sakit-sakitkan, perbanyaklah beramal saleh. perbanyaklah  melakukan pekerjaan yang bermanfaat. Sesudah  shalat  subuh jangan  tidur kembali, tapi berusaha dan bekerja  bertebaran  di muka Bumi. "Faizza Farauktafansyap waila rabbika farghrab" Apabila kamu selesai melakukan satu pekerjaan maka kerjakanlah  pekerjaan yang lain. Bukannya berpangku tangan.
 Dengan  cara  demikian pahala akan menumpuk,  karena  pahala dapat di gapai dengan melakukan amal nyata, amal saleh yang  bermanfaat buat sesama. Dengan demikian pula badan terasa sehat  dan kuat  dan puasa terasa bermanfaat. Pahalanya berlipat  ganda  sehingga dia di beri gelar pahlawan (pahlawan asal katanya pahala)
 Saya ngeri membaca ancaman Allah dalam Al_Qur'an pada  surat al  'araf ayat 179 _" Sesungguhnya telah Kami jadikan  isi  nereka jahannam kebanyakkan  dari Jin dan manusia Yang  mempunyai  hati tapi  tak digunakan untuk mengerti, dan punya mata tak  digunakan untuk melihat,punya telimga tapi tak digunakan untuk  mendengar. Mereka bagaikan ternak, bahkan lebih sesat. Maka  mereka  itulah orang=orang yang lalai".
 Maka bagi mereka yang malas-malas, banyak tidur,  merintang rintang puasa, menghabis-habisi umur. Tidak menggunak otak, mata, telinga, hati, kaki dan tangan. Didunia saja sudah  dirasakannya sakitnya hidup, bagaikan neraka. Karena saya amati banyak  orang yang  sakit,  ialah mereka yang tak  menggunakan  alat  geraknya. Banyak  duduk  dan tidur, bermalas-malas.  Tidak  mengasah  otak, tidak  melatih mata dan tak mempergunakan telinga.
 Puasa justru membangkitkan etos kerja, sehingga tubuh menja_di  sehat. Dalam tubuh yang sehat inilah di  temukan  otak  yang waras. "Mensana in corporesano”
Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 10 guests and 12 members online
Generated in 0.88679 Seconds