|
Pituah |
Dalam awa akhia mambayang Dalam baiak kanalah buruak Dalam galak tangih ka tibo Hati gadang hutang kok tumbuah |
|
|
Tafsir Pantun Minang (7) : Pantun Alam Takambang |
|
|
|
|
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati
|
|
Monday, 09 October 2006 |
|
Page 4 of 14
Babunyi tabuah rang Lawang, Tadanga manjalang luhua. Malang untuangnya kabau jalang, Rumpuik mati kubangan tuhua.
Artinya : Berbunyi tabuh orang Lawang, Terdengar menjelang zuhur. Malang untungnya kerbau jalang, Rumput mati kubangan kering.
Tafsir sampiran : Babunyi tabuah rang Lawang, tadanga manjalang luhua. Satu irama alam yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Sianok , Kabupaten Agam. Ditengah-tengah daerah aliran sungai ini terletak desa Lawang Tigo Balai, dipinggir Sungai Sianok. Desa ini terletak pada tempat yang agak ketinggian, dan disitu ada sebuah mesjid. Bila pada suatu tengah hari, cuaca cerah , maka bunyi beduk yang menandakan datangnya waktu Zuhur, akan bergema disekitar lembah tersebut, sampai kedesa-desa lainnya Dalam pantun ini seorang anak, melihat burung elang sedang terbang berputar-putar diudara mengintai anak ayam yang sedang berkeliaran dihalaman rumah. Maka dia menyuruh pada ibunya agar supaya memanggil dan melindungi ayam-ayam tersebut dari kemungkinan ditangkap oleh burung elang. Tentunya hal itu adalah berupa arti kiasan, sedangkan maksud yang sebenarnya dari pantun ini bisa bermacam-macam. Salah satu contoh misalnya dalam satu keluarga ada anak gadis cantik jelita yang sedang mekar. Banayak anak muda disekitar kampung itu yang ingin mempersunting gadis tersebut menjadi isterinya. Maka dalam hal ini orang tua harus berhati-hati menjaga anak gadisnya agar jangan sampai salah langkah atau salah pilih. Kalau dizaman dulu anak gadis yang seperti itu biasanya dipingit. Atau pantun ini dapat juga memberi peringatan kepada orang kaya, agar berhati-hati menjaga kekayaannya ditengah suasana lagi prihatin, banyak perampokan dan sebagainya. Demikian juga apabila ada orang yang menyimpan uang banyak ,karena baru saja menjual barang berharga dan banyak orang yang tahu, atau baru saja mengambil uang dibank dalam jumlah banyak, semuanya harus hati-hati, dalam menhadapi bahaya yang selalu mengintai, yang dalam pantun ini dimisalkan dengan burung elang.
|
|
Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
|
|
|
Yayasan Palanta Cimbuak |
 Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko |
|
Donasi Terakhir |

| Dari | Jumlah | | Harmailis | Rp. 200.007,-- | | Ajo Duta / Mak Uncu | Rp. 1.000.000,-- | | Inyiak Jangkuang | Rp. 56.789,-- | | Dave, Melbourne | Rp. 300.000,-- | Balance Sementara
| Rp. 1.116.796,-- | |
|
Online Sekarang |
|
We have 3 members online |
|