Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Manjago aia muko
Hiasan nan ndak bapunyo
Samo rancak jo basyukur
Nan jadi hiasan sanak nan lai
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tafsir Pantun Minang (7) : Pantun Alam Takambang PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Monday, 09 October 2006
Article Index
Tafsir Pantun Minang (7) : Pantun Alam Takambang
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14


Putuih badantieng tali rabab,
Tagantuang jatuah badarai.
Indak guno dicari sabab,
Habih untuang badan bacarai.


Artinya :

Putus berdanting tali rebab.
Tergantung jatuh berderai.
Tidak guna dicari sebab,
Habis untung badan bercerai.

Tafsir sampiran :

    Putuih badantieng tali rabab, tagantuang jatuah badarai. Rebab adalah alat musik gesek seperti biola, akan tetapi memakainya dengan diberdirikan dilantai. Dalam sampiran pantun ini dikatakan bahwa tali rebab itu putus berdenting, mungkin pada waktu menyetelnya terlalu keras diputar, sehinggba putus berderai.

Tafsir isi pantun :

    Indak guno dicari sebab, habis untuang badan bacarai. Pantun ini memberi nasehat kepada sepasang suami isteri yang karena sesuatu hal harus bercerai. Tidak perlu di cari-cari sebab yang menimbulkan perceraian itu, karena tidak akan ada gunanya. Kalau memang sudah begitu harusnya tak ada jalan lagi untuk mencegahnya, apa boleh buat, berarti sampai disitulah untung atau nasib perkawinan mereka, mereka harus bercerai. Pantun ini tidak pula menganggap bahwa perceraian itu dapat saja terjadi dengan mudah dan merupakan persoalan yang sederhana sekali.
    Pantun ini mengatakan kalau memang sudah tak mungkin lagi dipertahankan keutuhan satu rumah tangga, sehingga terjadi perceraian, tak ada gunanya lagi mencari sebab musababnya, mengapa perceraian itu terjadi. Karena perceraian itu telah terjadi, apalagi, memang untungnya hanya sampai disitu. Mungkin yang masih diperlukan lagi adalah memikirkan bagaimana caranya agar perkawinan tersebut dapat dilanjutkan kembali. Atau kalau memang sudah tak mungkin lagi, maka yang akan dipikirkan adalah bagaimana kemungkinan membangun rumah tangga baru. Untuk ini ada lagi pantun khusus, demikian pula untuk mencegah terjadinya perceraian ada lagi pantunya.



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 17 guests and 13 members online
Generated in 5.75859 Seconds