|
Tafsir Pantun Minang (7) : Pantun Alam Takambang |
|
|
|
|
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati
|
|
Monday, 09 October 2006 |
|
Page 9 of 14
Buah palo buah mangkudu, Paringek tumbuah dirimbo. Walau kapalo samo babulu, Pandapek babedo-bedo.
Artinya :
Buah pala buah mengkudu, Peringat tumbuh dirimba. Walau kepala sama berbulu, Pendapat berbeda-beda.
Tafsir sampiran : Buah palo buah mangkudu, paringek tumbuah dirimbo. Pohon pala dan pohon mengkudu itu adalah tumbuhan sejenis rempah-rempah, sementara paringek adalah tumbuhan semak / belukar yang juga tumbuh liar, buahnya yang masak biasanya dapat dimakan. Disini dikatakan bahwa tumbuhan itu tumbuh dihutan / rimba.
Tafsir isi pantun: Walau kapalo samo babulu, pandapek babedo-bedo. Bentuk kepala manusia dilihat dari luar itu sama saja, sama-sama ditumbuhi rambut. Akan tetapi pendapat atau pikiran yang biasanya menjadi tugas otak yang ada dalam kepala, bisa berbeda-beda . Ini menjelaskan bahwa perbedaan pendapat itu adalah sifat alamiah dari manusia yang biasa dan selalu ada. Orang tidak selalu sama pendapatnya dalam suatu hal atau dalam menilai satu masalah. Ada pantun Minang lainnya yang mengatakan bahwa perbedaan pendapat itu, malah akan dapat menghasilkan out-put yang lebih baik (Basilang kayu dalam tungku disinan api mangkanya hidup). |
|
Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
|