Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Balabiah ancak ancak
Bakurang sio sio
Diagak mangko diagiah
Dibaliak mangko dibalah
Bayang bayang sapanjang badan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Tafsir Pantun Minang (7) : Pantun Alam Takambang PDF Print E-mail
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati   
Monday, 09 October 2006
Article Index
Tafsir Pantun Minang (7) : Pantun Alam Takambang
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
 


Baju putieh guntiengan Cino
Lapuak talatak dalam peti.
Kaluah kasah anau di rimbo,
Ijuak kok indak jadi tali.


    Artinya :
 
Baju putih guntingan Cina,
Lapuk terletak dalam peti.
Keluh kesah enau dirimba,
Ijuk kalau tidak menjadi tali.

Tafsir sampiran :
    Baju putieh guntiengan Cino, lapuak talatak dalam peti. Di Minangkabau, baju putih itu sebenarnya lebih terkenal dengan baju ganieh, baju yang terbuat dari kain ganih yang warnanya putih (tak ada kain ganih yang bewarna). Potongan baju putih itu biasanya mencontoh potongan baju Cina, tampa krah, dua kantong kiri kanan pada bagian bawah, kira-kira sama dengan baju koko zaman sekarang. Dalam sampiran ini dikatakan bahwa baju putieh itu telah lapuk, karena terlalu lama terletak dalam peti, sudah lama tidak dipakai, mungkin sudah dimakan ngengat.

Tafsir isi pantun :

    Kaluah kasah anau dirimbo, ijuak kok indak jadi tali. Pohon enau (aren) biasanya tumbuh secara liar di hutan, belum ada yang dibudidayakan, walaupun banyak manfaat dari pohon ini untuk menusia.Batang enau bisa untuk jembatan, kulit batang yang keras untuk kayu bangunan , dari isi batangnya diambil tepung yang pada beberapa daerah menjadi makanan pokok, daunnya untuk atap rumah dan akarnya untuk obat. Dalam pantun ini disebut ijuk, berupa serabut hitam yang sangat kuat, tumbuh pada bagian luar batang. Ijuk ini bermacam-macam kegunaannya, dizaman dulu dipakai untuk atap rumah, dibuat sapu, untuk resapan air pada septick-tank, dan yang terutama sekali, yang sampai sekarang masih diperlukan adalah untuk pembuat tali. Tali ijuk adalah tali yang sangat kuat, biasa digunakan untuk mengikat ternak.Dalam pantun ini secara harfiah dikatakan bahwa pohon enau yang tumbuh liar dihutan, gelisah, menmgkhawatirka kalau-kalau ijuk yang sudah bersusah payah dihasilkannya dan merupakan produk kebanggaannya, sampai terbuang percuma saja, tidak dijadikan tali.
    Tamsil dari pantun ini adalah mengibaratkan kekhawatiran seseorang, kalau-kalau apa yang telah bersusah payah dia usahakan, tidak akan sampai pada sasaran yang diharapkan. Contoh yang paling tepat sekarang ini adalah keluh kesah orang tua yang mencemaskan anaknya setelah tamat perguruan tinggi nanti tidak mendapat pekerjaan, akan menjadi pengangguran. Sedangkan dia sudah mati-matian membiayai sekolah anaknya itu dari permulaan sampai jadi sarjana. Atau bisa juga diumpamakan kepada seorang pengusaha yang menghasilkan satu jenis barang tertentu  yang mengkhawatirkan apakah barang itu akan laku dipasaran nanti. Dan banyak lagi contoh lainnya.



Last Updated ( Wednesday, 04 April 2007 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 2 guests and 5 members online
Powered By PageCache
Generated in 5.41460 Seconds