Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Adaik iduik tolong manolong
Adaik mati janguak manjanguak
Adaik lai bari mambari
Adaik indak baselang tenggang
Janji nan biaso mungkie
Titian nan biaso lapuak
Pantang di anak minangkabau
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Kaba Duka dari Kampuang Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh Webmaster Cimbuak   
Rabu, 28 Pebruari 2007

Image Sebuah kabar yang sangat ma - ibokan hati telah datang dari kampuang. Ustano Basa Pagaruyung yang menjadi kebanggan kita masyarakat minangkabau, saat ini sudah tidak ada lagi, rata dengan tanah dimakan sijago merah.

 

Bagi dunsanak yang mungkin ingin mengetahui detail kejadiannya, berikut ini kami sajikan beritanya yang kami sadur dari koran harian Padang Ekspres 

Batusangkar, Padek—
Bukti sejarah Kerajaan Pagarayung, yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Istano Basa Pagaruyung, ludes terbakar, tadi malam.
Istano yang merupakan replika asli tersebut ludes setelah api yang diduga kual berasal dari sambaran petir meluluhlantakkan bangunan yang sebagian besarnya dari kayu itu. Atapnya yang berupa ijuk ikut mempercepat api melalap semua bangunan dan isi istano.
Informasi yang dihimpun koran ini dari lokasi kejadian menyebutkan, kebakaran yang menghanguskan Istano Basa Pagaruyung yang terletak di Kenagarian Pagaruyung, Kecamatan Tanjuang Ameh, Kabupaten Tanahdatar,mulai terjadi sekitar pukul 19.46 WIB. Sampai pukul 22.00 WIB api belum benar-benar padam, meski sejumlah mobil kebakaran dari sejumlah daerah dikerahkan ke lokasi.
Sebelumnya, daerah setempat dilanda hujan yang diikuti angin kencang. Lalu, tiba-tiba sebuah sambaran petir menggelegar menyambar bagian puncak istano dengan cepat


ImageMenurut saksi mata, yakni pegawai honor yang bertugas di Istano Pagaruyung Anwar, api awalnya membakar dua bagian belakang istano. Api kemudian dengan cepat menjalar ke gonjong, di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah   menerima gelar kehormatan adat beberapa waktu lalu.
"Waktu itu saya mendengar suara ledakan. lalu api muncul begitu saja. Saya dan kawan-kawan panik, dan mengubungi BPK (Badan Pemadam Kebakaran) Tanahdatar," kata Anwar Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Tanahdatar Kompol Diarsyah Darwis yang turun langsung ke lokasi kejadian mengungkapkan, upaya pemadaman api terkendala dengan minimnya peralatan.
Armada pemadam kebakaran yang dikerahkan dari Batusangkar, tidak ada yang dilengkapi dengan tangga. Sehingga upaya pemadaman tidak bisa dilakukan dari jarak dekat. "Mobil pemadam kebakaran dari Padang baru datang, sekitar pukul 21.00 W1B. ketika istano sudah ludes dan rata dengan tanah," kata Diarsyah.

Dibangun Tahun 1976

Istano Basa yang terbakar sebenarnya adalah replika dari yang asli.
Istano Basa Pagaruyung asli terletak di alas Bukit Batu Patah, yang terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804.
Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan lunggak luo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat (waktu itu HarunZain). Pada akhir 1970-an, istano ini dibuka untuk umum. Istano ini juga tercatat sebagai salah satu obyek wisata paling banyak dikunjungi di Sumbar. Sebagai konsultan pembangunan adalah PT Pembangunan Perumahan, dan proyek pembangunan berada di bawah Departemen Kebudayaan. Pembangunan keseluruhan baru dimulai tahun 1977 dan selesai tahun 1985.
Sampai saat ini diperkirakan dana pembangunan sudah mencapai sekitar Rp 10 miliar. Dana pembangunan sebesar itu tidak saja berasal dari dana APBD Tanahdatar, iuran ninik mamak, tapi juga bantuan Bank Dunia. Bahkan Pemerintah Malaysia ikut menyumbang membangun pagar Istano Basa Pagaruyung. Di kompleks Istano Pagaruyung saat ini terdapat 11 gonjong, 72 buah tonggak. serta dilengkapi dengan surau, tabuh, dan rangkiang.

Pejabat Penting Pernah Di-lewa-kan


Sejak resmi dibuka untuk umum, sejumlah pejabat dan tokoh " penting "pernah di-lewa-kan (dilantik) menerima gelar kehormatan adat Minangkabau di Istano ini.
Menurut Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kamardi Rais Dt. Panjang Simulie menyebutkan, di antara pejabat dan tokoh penting yang pernah dilantik di Istano Basa Pagaruyung adalah, Raja Negeri Sembilan Malaysia Tuanku Ja'afar Bin Tuanku Abdul Rahman, Sultan Hamengkubowono X, Taufik Kemas (suami mantan Presiden Megawati), Megawati (ketika menjadi Presiden}, Gubernur Sumatera Selatan, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution, dan terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Dari pejabat dan tokoh penting itu, hanya Taufik Kemas yang dilewakan menjadi datuak, selebih nya curna menerima gelar kehormatan. 'Taufik Kemas telah menjadi datuak di nagari asalnya, Batipuah.
Jadi, karena menjadi suami presiden, maka Taufik juga di-lewa-kan di Istano Basa Pagaruyung,' ' kata Kamardi.


"Kita berharap Gubemur Gamawan segera merembukkan lagi pembangunan Istano BasaPagaruyung, seperti Harun Zain membangun dulu."
Istano Pagaruyung, kata Kamardi harus secepatnya dibangun. Sebab, istano itu merupakan simbol simbol penting dari sejarah Minangkabau dan Sumatera Barat.

"Jangan sampai simbol-simbol kita hilang,"tukasnya.
Ditanya apa saja bukti sejarah penting yang hangus, Kamardi menyebutkan, salah satunya.
Foto raja terakhir Kerajaan Pagaruyung Sultan Alam Bagagarsyah. "Dalam sambutan saya ketika me-lewa kan gelar kehormatan Presiden SBY saya meminta agar Sultan Alam Bagagarsyah dijadikan pahlawan nasibnal. Sebab beliau sangat berjasa. Beliaulah yang mengumpulkan penghulu untuk mendukung kaun paderi melawan penjajah Belanda," tandasnya.
Gubemur Gamawan Fauzi yang masih berada di Jakarta tadi malam. mengaku terkejut dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan Istano Basa Pagaruyung.
'Tapi yang jelas, kita segera bicarakan dengan pihak terkait, seperti LKAAM, dan pemuka-pemuka adat, serta kepala daerah di Sumbar.
Yang pasti, istano itu harus segera kitabangun,"tegasnya.

Kerugian Besar

Sementara, Bundo Kanduang Sumbar Raudha Taib mengatakan akibat kebakaran itu telah menimbulkan kerugian yang sangat besar.
Sebab yang ludes tidak hanya istano, tapi juga seluruh candi, kain-kain hiasan di dalam istano juga ikut hangus.
"Isinya candi dan kain-kain hiasan. Kerugiannya sangat bcsar," kata Raudha ketika dihubungi koran ini, tadi malam.
Menyinggung apakah kebakaran itu, merupakan pertanda tentang sesuatu, ia tidak mau berkomentar.
Raudha Taib hanya mengatakan terbakarnya, istano tersebut merupakan rahasia Tuhan yang tak bisa ditebak-tebak. "Ada orang mengatakan itu peringatan, tapi kita tidak bisa menebaknya," katanya.
Pada bagian lain peristiwa terbakarnya Istano Basa Pagaruyung menyebar cepat. Para perantau yang peduli terhadap sejarah dan wisata Sumatera Barat menyatakan berduka atas kejadian naas yang menimpa Istano Pagaruyung. Para perantau berharap, pemerintah dan pihak yang berkepentingan tidak larut dalam kedukaan.
"Membuat rencana lagi untuk membangun yang lebih baik. Kita galang bantuan dari simpatisan," kata Sekretaris Masyarakat Peduli Kereta Api Sumbar (MPKAS) Nofrins.

(mal/ztl/mon/abk)

 

Foto foto : diambil dari Harian Padang Ekspres 

Komentar
1. putiah mato
Ditulis oleh mshukran pada Rabu, 28 Pebruari 2007
Allah mengetahui apa yang di kehendakiNYA 
Sunngguh dukacita rasa hati ambo. Kok bara bana ratok yg tinggal hanya kenangan 
semoga pemerintah juga keturunan minang yg bangsawan hulurkanlah bantuan bagi membina kembali ISTANO INI
2. istano nan tacinto
Ditulis oleh faisalrm pada Rabu, 28 Pebruari 2007
allahuakbar!!!! ya allah cobaan apalagi yang kau berikan kepada kami....berikanlah kami kekuatan baik materiil maupun moril untuak membangun kembali istana kebanggaan kami ya allah...amin....
3. menangis
Ditulis oleh ilham_butterfly pada Rabu, 28 Pebruari 2007
:cry :cry :cry :cry hanya ini yang sekarang aku bisa
4. Tu ka ba'a jo lai
Ditulis oleh didi5678 pada Rabu, 28 Pebruari 2007
Mungkin iko alah takdirnyo untuak tabaka abih, musibah maupun kebahagiaan datangnyo dari nan kuaso juo, jikok Allah berkata tabaka, maka tabakalah ustano itu...tinggal kita yang menyikapi peristiwa ini...sebagai peringatan dari Allah ataukah memang ustano itu sendiri perlu di renovas??i...walo ambo sendiri kini tingga di tanah Jawa, tapi ambo adalah anak nagari Simabua, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar...ambo sangat maraso sedih dengan peristiwa nan tajadi kapatang sore tu, baru tadi pagi mancaliak di milist saudagarminang, ada beberapa foto dokumentasi peristiwa tabaka abihnyo...semoga kito anak-anak Nagari nan barado di Kabupaten Tanah Datar bisa membantu renovasinyo, juga kepada PemKab mungkin kita bisa samo-samoi untuak mendirikan kembali ustano pagaruyuang itu...amin...
5. Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun
Ditulis oleh Fikrimurad pada Kamis, 01 Maret 2007
Ratok jo tangih dak kamanyalasaian apo nan alah tajadi kiniko kito pulangkan kapado Allah SWT dan mari kito bangkit mambangun istano kito nan alah luluah lantak dek patuih alias tabaka Semoga Ado Hikmah nan bisa kito ambiak dari peristiwako & Semoga Pemerintah Daerah capek tanggap dan kumbali mambangun Ustano Pagaruyuang Amin...(himbauan kapado nangadih2 ABG dan apak2 paja ajaklah anak2 manutuik auraiktun jan dipatontonkan juo pusektu kumbalilah ka Alqur'an jo hadis tunjukkan kalau awak urang minang nan tau jo agamo, ADAIK BASANDI SARAK, SARAK BASANDI KITABULLAH... Maaaa Nyoooo....) ma'af mangecek kini malu lah banyak nan ilang di urang awakko "MARI BAKACO DIRI'"
6. sedih
Ditulis oleh iwaaan pada Kamis, 01 Maret 2007
sedih rasanya mendengar kabar kayak gitu, istana bersejarah terbakar... 
7. minang manangih
Ditulis oleh eyefromher pada Kamis, 01 Maret 2007
hanyo tangih dari rantau nan bisa ambo lakuan kiniko 
:sigh :sigh  
8. camin taruih
Ditulis oleh malin_marajo pada Sabtu, 03 Maret 2007
tabakanyo replikasi istano pagaruyung di kanagarian pagaruyung merupakan bencana budaya nan sangat gadang, karena selain awak mengalami kerugian secara material juga kerugian terhadap nilai2 budaya yang di kanduangnya... ambo sebagai warga minang yang berado di parantauan sangat "ibo ati" dibueknyo, apolagi tanjung alam sebagai nagari asa ambo indak bisa di pisahkan dari sejarah minangkabau dan istana basa pagaruyuang secaaro kasaluruhan, karano Tj. Alam tamasuk nagari ta tuo di luak tanah data, dalam pepatah adat di katokan bahwa luak tanah data ba tanjuang ampek, ba lubuak ampek, salah satu dari tanjuang nan ampek itu adolah ta Tanjuang Alam,  
di samping itu dalam struktur pemeraintahan pagaruyung ado dikenal Tan Tuah dari Tanjung Alam dengan payuang kebesaran berwarna putih, sebagai komplementer/suplementer dari basa ampek balai 
meskipun demikian bencana ini menjadikan kito harus melakukan evaluasi diri/instrospeksi/bakaco, karena ambo maliek bencana iko terjadi di saat makin menguatnyo budaya "feodalisme" di kalangan urang awak, itu taliek dengan makin ber-lomba2nya urang awak untuk menyandang gelar datuak, baik karena pitinyo banyak, pangkeknyo tinggi atau ambisi politik yang ingin dicapainyo atau sekeder gagahan untuk mangatokan pado kawan2nyo di jawa bahwa inyo juo badarah "biru", sementara fungsi dan eksistensinyo sebagai panghulu/niniak mamam tak pernah dilaksanakan dengan sepenuhnyo, "mancigok" ka ranah minang/kampuang halaman hanya sekedar untuak "manganakkan deta" dan "malewakan gala", setelah tu cigin karantau tanpa mau peduli dengan permasalahan yang di hadapai anak kamanakan di nagari-nagari.. ffa'tabiru ya ulil absar la'alakum turhamun....
9. Usah diratoki, Pagar Ruyuang nan kini la
Ditulis oleh inyiak Darek pada Sabtu, 03 Maret 2007
Peringatan ataupun musibah nan lah datang, bacamin kito jo badan diri, apo nan senjang jo nan songsang di nagari kito, apo nan bagala tapi indak patuilk diagiah gala, banyak hal2 lain dan indak sasuai jo Pituah Nagari 
 
Pituah 
 
Adat babarih babalabeh 
Baukua jo bajangko 
Tungku nan tigo sajarangan 
Patamo banamo alua jo patuik 
Kaduo banamo anggo tanggo 
Katigo banamo raso pareso
10. paringatan....
Ditulis oleh BUJANG pada Minggu, 04 Maret 2007
ambo satuju bana jo dunsanak fikrimurad...mulailah kito bakaco diri..mulai barubah..jan hanyo mangaku urang minang nan tau adat jo agamo tapi ndak malaksanakannyo,mamak jo kamanakan lah bajalan sorang-sorang.bisa sajo iko merupakan paringatan dari Allah SWT kapado kito basamo...karno lah banyak tajadi kamungkaran disekitar kito.( sabagai ilustrasi,sekitar tahun 2000 ambo ado jalan-jalan dan masuak sampai naiak ka tingkek ateh,lalu mancaliak ka halaman balakang sabalah suok dari jendela...dibawah pohon-pohon nan tumbuah rimbun nampak anak-anak mudo duduak bapasang-pasangan nan pakiroan ambo masih duduak di bangku sakolah.apo nan dikarajoannyo...tantulah bisa kito pakirokan.wallahualam)
11. PERINGATAN BAGI RAKYAT SUMATERA BARAT
Ditulis oleh candra pada Senin, 05 Maret 2007
BANYAK MUSIBAH NAN SADANG TAJADI DI NAGARI KITO...LAH BANYAK KORBAN PULO 
ALANGKAH ELOK KALAU KITO DAPEK MAAMBIAK HIKMAH DARI KASADO KAJADIAN NAN LAH TIBO INDAK TAKACUALI MUSIBAH TABAKANYO PUSAKO NAGARI KITO 
PAGARUYUANG NAN TACINTO 
NAGARI AWAK BATUA DIKENAL JO ADAT BASANDIA SARAK SARAK BASANDIA KITABULLAH..TP DIBALIAK ITU TANYO GADANG MAINGGOK DIBANAK RAKYAT SUMBAR...LAI IYO LAH SUBANANYO AWAK MALAKSANOKAN PITUAH ITU... 
MARI KITO BAKACO JO MAINTROPEKSI DIRI SEKALIGUS MAAMBIAK PALAJARAN DARI TABAKANYO ISTANO KITO.. 
DOSO A NAN LAH AWAK PABUEK DUNSANAK KASADONYO BAIK NAN DI NAGARI JO NAN DIRANTAU...KARANO MUSIBAH ITU DATANGNYO INDAK DR API TAPI DARI PATUIH 
MARI KITO RANUANGKAN
12. Dunsanak, Istighfarlah
Ditulis oleh ahmad rusfidra pada Jumat, 09 Maret 2007
Tantu banyak hikmah nan bisa dipetik dibalik musibah yang silih baganti mengguncang Ranah Bundo. Setelah longsor di Solok, Pariaman, kebakaran Istano Pagaruyung, kini gampo gadang meluluhlantakkan Ranah Minang. Ada apo di balik semua musibah ini? 
Mungkinkah ini UJIAN? atau mungkin laknat dari Allah.  
 
Dunsanak, tak usah saling manyalahkan. 
Saatnyo kito malakukan muhasabah atas salah dan doso nan lah kito lakukan salamo ini. 
 
Duhai dunsanak, istighfarlah.

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Rabu, 28 Pebruari 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 9 dari 50 (9 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: 02.ROSMANI-ODI MALIK

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 33 ) Anggota 33
 Tamu ( 8 ) Tamu 8
  Total  41
 Angoota ( 7,169 ) Angoota  7,169


Statistik
Agg Baru  Susanti
Hari Ini 23
Minggu Ini 105
Bulan Ini 420
Tahun ini 3,048
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 8 pengunjung dan 33 anggota yang online
User Terbaru

Susanti

Terdaftar pada
2008-07-05 03:43:29

Pengunjung: 3472203