Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Kok indak nan dihati
Nan tajadi
Cubolah sanang jo
Nan tajadi
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Masjid PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Monday, 05 March 2007

ImageMasjid artinya tempat sujud.
Suatu bangunan, gedung atau suatu lingkaran  yang berpagar  sekelilingnya  yang didirikan  secara khusus sebagai tempat beribadah kepada Allah
SWT, khususnya  untuk mengerjakan salat.Istilah masjid berasal dari kata sajada,  yang berarti bersujud atau menyembah.

Karena masjid adalah Baitullah (rumah Allah), maka orang yang  memasukinya  disunahkan   mengerjakan  salat Tahyatul   Masjid (menghormati  masjid)  dua rakaat. Nabi  Muhammad bersabda:"Jika salah  seorang  kamu memasuki masjid jangan  dulu
duduk  sebelum mengerjakan salat dua rakaat" (HR.Abu Dawud).


Kata masjid (bentuk mufrat atau tunggal) dan masajid (bentuk jamak)  banyak terdapat dalam Al-Qur'an, antara lain dalam  ayat ayat berikut:"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah  setiap (memasuki)   masjid.." <QS.7:31>; "Dan  siapakah  yang
yang   lebih aniaya  dari  pada orang orang yang menghalang-halangi  menyebut nama    Allah   didalam   masjid-Nya   dan    untuk merobohkan nya ?.."<QS.2:114>; "Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan tetap  mendirikan salat, menunaikan zakat,dan tidak takut  (kepada sesiapapun) selain kepada Allah.."<QS.9:18>; dan "Dan sesungguhnya masjid-masjid  itu  adalah kepunyaan  Allah.Maka jangalah  kamu menyembah    seseorangpun   didalamnya   disamping (menyembah) Allah"<QS.72:18>

Fungsi Masjid.

Selain digunakan untuk tempat melakukan salat lima  waktu,salat  jum'at,  salat  tarawih,  dan ibadah   ibadah lainnya,  masjid  juga digunakan untuk  syiar  Islam, pendidikan
agama, pengajian, dan kegiatan lain yang bersifat sosial.

Fungsi  masjid yamg sesungguhnya dapat dirujuk pada sejarah masjid paling awal, yaitu pada penggunaan masjid pada masa  Rasulullah  SAW, al-Khulafa' ar-Rasyidun, dan seterusnya. Pada  masa-masa  itu masjid paling tidak mempunyai dua fungsi,
yaitu  fungsi keagaman  dan  fungsi sosial. Fungsi masjid  bukan hanya  tempat
salat,  tetapi juga lembaga untuk mempererat hubungan dan  ikatan jemaah  Islam  yang baru tumbuh. Nabi  SAW mempergunakan  masjid sebagai  tempat  menjelaskan wahyu yang  diterimanya, memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan para sahabat
tentang  berbagai masalah,  memberi  fatwa, mengajarkan agama  Islam, membudayakan
musywarah, menyelesaikan perkara-perkara dan perselisihan-perselisihan,  tempat  mengatur  dan membuat  strategis militer,  dan tempat menerima perutusan-perutusan dari Semenanjung Arabia.

Masjid  Nabawi memiliki suatu ruangan yang  disebut suffah, yaitu tempat menyantuni kaum fakir dan tempat tinggal bagi mereka yang  ingin  memdalami Islam. Keadaan ini berlanjut hingga  pada masa  al-Khulafa' ar-Rasyidun. Mereka terpilih sebagai  Khalifah
dan  dibaiat atau dilantik didalam masjid. Ruangan depan  masjid Nabawi dijadikan sebagai tempat menyelenggarakan administrasi negara.

Demikian  pula pada masa dinasti Umayyah.  Masjid dijadikan tempat  pertemuan  politik. Para Khatib masjid berperan  sebagai ujung tombak dalam mendukung politik pemerintah. Pada zaman Abbasiyah, fungsi politik masjid mulai ditinggalkan.  Semua urusan negara diselenggarakan diistana.
Masjid  pada masa  itu  berfungsi sebagai tempat pertemuan  ilmiah bagi  para sarjana dan ulama. Masjid memiliki andil dalam mengembangkan ilmu pengetahuan  dan  kebudayaan Islam yang mencapai puncaknya  pada masa  dinasti  tersebut.

Masjidilharam  selain  pusat ibadah juga  dijadikan sebagai tempat  mendalami ilmu-ilmu agama dalam berbagai mazhab.  Masjid yang memiliki beragam fungsi tersebut terdapat di Mesir, Spanyol, Afrika Utara, Persia, dan sebagainya ketika Islam berjaya  ditempat tempat tersebut.

Di Indonesia, terutama di daerrah pedesaan, masjid berfungsi sebagai  tempat  melaksanakan ibadah salat, belajar membaca  Al-Qur'an  bagi anak-anak , dan memperingati hari hari besar  Islam.
Sedangkan  di  daerah perkotaan, selain fungsi tersebut,  masjid juga digunakan untuk tempat pembinaan generasi muda Islam, ceramah dan diskusi keagamaan, dan perpustakaan

Personalia  Masjid. Sejak masa permulaan Islam  di Madinah, masjid  sudah  dilengkapi dengan  personalia,yaitu imam  khatib, muazin, dan staf pegawai. Pada masa permulaan
pemerintahan  Islam (paling tidak hingga masa al-Khulafa' ar-Rasyidun),
Khalifah atau kepala negara disamping sebagai pemimpin dalam perang dan  pemerintah, juga menjadi imam dalam salat. Para gubernur juga  bertindak  sebagai  imam salat disamping kepala urusan pajak.  Jabatan khatib  sebanding dengan jabatan imam masjid. Kepala negara  dan gubernur juga bertugas sebagai khatib masjid. Khatib bukan  hanya
berpidato diatas mimbar, tetapi juga membuat keputusan dan mengemukakan  pandangan-pandangannya tentang masalah-masalah  politik dan  keinginan umum, seperti terdapat pada masaal-khulafa'  ar-Rasyid  dan dinasti Umayyah. Pada masa abbasiyah, khatib  dipercayakan pada ulama atau orang yang terpelajar dalam
bidang agama.

Untuk mengurus segala keperluan masjid diperlukan staf pegawai  yang  melayani keperluan jemaah  dan membersihkan  serta merawat  masjid.  Staf pelayanan masjid sudah  ada sejak  masjid Madinah  didirikan. Hal lain yang paling penting untuk
mengelola kegiatan  masjid adalah administrasi dan manajemen masjid  secara rapi dan teratur.
Selalu dianjurkan agar memulai usaha berangkat dari mesjid, dan melekatkan hati di Mesjid. karena mesjid di zaman Rasul bukan hanya  untuk  shalat saja, tapi juga untuk amal-amal nyata  yang lain.  Dan ada satu hadis Rasul yang berkesan ialah : "Di  akhirat
kelak.  Disaat tidak ada perlindungan, disaat tidak kemana  lagi untuk mencari perlindugan, maka yang masih di lindungi dan  dapat perlindungan adalah pemuda yang hatinya terkait di Mesjid", tentu bukan berarti tidur-tiduran didalam mesjid, tapi adalah  bekerja, menuntut  ilmu akhirat dan ilmu duniawi serta menghasilkan  kerja untuk  lingkungannya, sehingga pemuda ini lahir sebagai  manusia yang bermanfaat dan berkualitas tinggi.

Ada  Masjid  yang punya Aula.
Aula mesjid  mempunyai fungsi penunjang  fungsi Mesjid, maka perlu pendayagunaannya agar  dapat berfungsi dan bemanfaat serta menghasilkan  dana dalam  menambah kas  mesjid, tentu tidak dimaksud komersial
sebagaimana  tempat-tempat lainya yang khusus di persewakan. Pendayagunaan
ini bersifat  dakwah dan ibadah dalam usaha untuk memarik masyarakat  agar  mau
meramaikan dan memakmurkan mesjid dengan berbagai kegiatan  yang positif

1. Walimah  pernikaan.. kursi tempat duduk pengantin dan  hiasannya  pengeras suara, meja tempat makanan dan minuman  piring sendok dan garpu
2. Musyawarah  dan seminar, training

Dengan melihat adanya kecenderungan , animo dan kesadaran ummat untuk menyelenggarakan  berbagai kegiatan di mesjid sehingga dapat megahsilkan daan dan pemasukkan.
Sesunggunya yang memakmurkan Masjid Allah hanyalah orang-orang beriman kepada Allah  dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat menunaikan zakat, tidak takut kepada siapapun selain Allah . Merekalah  yang di harapkan menjadi golongan orang yang dapat petunjuk.
Kenyataan  sekarang Mesjid adalah hanya sekedar "Rumah ibadah"  Padahal masjid adalah merupakan pusat kegiatan Ummat  Islam dalam  segala  segi kehidupan, sepeti  yang pernah dilakukan  di zaman  kehidupan  Rasulullah.  Dalam  perkembangan
selanjutnya fungsi Masjid terbatas hanya sebagai tempat ibadah Mahdhda sepeti shalat  lima  waktu dan rawatibnya, membaca Al  Qur'an beri'tikaf, pengajian  dan  peringatan  hari besar Islam.  Masjid jarang  di gunakan   untuk  membicarakan   mengentaskan
kemiskinan    ummat, kebodohan ummat dlsb

Masjid  Quba   pada zaman Nabi Muhammad  SAW  adalah tempat beribadah,  pusat menimba  ilmu  pegetahuan, mengatur  strategi dakwah dan tempat  dan tempat menjalain ukhuwah Islamiyah.  Maka kita harus  melakuakn  reorientasi  wawasan,  dari wawasan  ibadah vertikal ke wawasan ibadah horizontal. Dalam artian kedua  wawasan  itu   berjalan  seiring. Wawasan  vertikal terpancar   dari pelaksanaan ibadah ritual, sedangkan wawasan horozontal tercermin dari  kegiatan  sosial budaya sepeeti  proses  belajar
 mengajar, kegiatan bakti ummat, dan ekonomi.

Semangat  ummat  membangun  Masjid tampak  sangat tinggi.
Mereka tidak segan-segan  mengorbankan waktu , tenaga dan fikiran dan dana agar masjid dapat berdiri. Namun setelah masjid berdiri, semangat  untuk  memakmurkannya menurun. Masjid dibiarkan  sepi, sedikit jemaahnya dan  berkurang kegiatannya. Masjid
hanya  ramai sewaktu  shalat  jumat dan shalat Tarwih. Masjid tidak bisa  dibiarkan dalam keadaan sepi dan kosong.


Banyak  Masjid  yang mewah dan megah tapi tak berjiwa,  tak bersemangat,  kurang darah., lesu tak ada kegiatan, tak ada  apa-apanya. Kadang-kadang terkunci, karena takut kalau ada  pencoleng yang masuk Masjid. Seperti kuburan cina saja, megah, mewah mahal, tapi  didalamnya  hanya  ada bangkai yang tak bernyawa  dan  tak berjiwa.
Kegiatan  didalam  Masjid  harus di pebanyak  dan  di tingkatkan kebearadaannya, seperti kegiatan pendidikan, ekonomi dan  perbaikan kehidupan masyarakat sekitarnya.

Di  Masjid tempat berkumpulnya penduduk di sekitarnya.  Dan setiap penduduk yang masuk Masjid ingin berbuat baik dan  beramal serta  beribadah. Artinya di Masjid lebih mudah menghimpun  orang dan lebih mudah memilih orang-orang yang terbaik dan
orang-orang yang  mau  bekerja dan berkorban. Ini adalah  modal yang  sangat besar. Ditunjang lagi oleh suasana mesjid yang luas, aman tentram dan pekarangan yang luas. Letak sebuah Masjid biasanya di tengah-tengah pemukiman penduduk, maka komunikasi dengan penduduk  sekitarnya  sangat  mudah di laksanakan. Di  Masjid airnya  mengalir
dengan  lancar  dan  bersih, dan harga air  melalui PDAM  adalah dengan  tarif sosial, sangat murah dan mudah.Begitupun  Listrik juga dengan tarif yang sangat rendah. Dan setiap apapun yang akan di  kerjakan dan di amalkan di Mesjid sangat mudah  di
 beritakan dan di pasarkan apalagi jika di embel-embel dengan kata amal  dan ibadah di ujungnya. Dengan potensi dan aset yang demikian,  sebetulnya  di Masjid harus bisa banyak dikerjakan hal-hal yang  menarik hati masyarakat. Dan yang lebih penting lagi,
apapun usaha di Masjid,  angka penyelewengannya jauh lebih rendah, hampir-hampir tidak ada atau nol. Maka pemuda yang di besarkan di pekerjakan di Masjid akan lebih rendah penyelewengannya dan lebih mudah mengembleng  pribadinya,  sebagai yang di contohkan  Rasul mengembleng pemuda  di  dalam Masjid. Mengajarnya memanah,
berkuda,  berolah raga dan mencari kehidupan melalui Masjid.

Misalnya dengan harga listrik yang rendah, tempat yang tidak perlu menyewa, serta belum di incar oleh pajak dan dapat  memilih tenaga  yang  baik dan trampil di tambah dengan ujungnya  adalah ibadah,  maka  pekerjaan-pekerjaan  di bawah  ini agaknya  dapat segera di mulai untuk meramaikan Measjid di masa depan.

1.  Foto Copy, harga listrik murah, tempat  tidak membayar, kejujuran  bisa di dapat. Pasaran adalah semua yang masuk  Mesjid di  minta untuk memfoto copy semua kegiatannya di Masjid, dan  di niatkan  sebagai Ibadah untuk menolong pemuda yang
putus  sekolah dan meanmbah lapangan kerja serta meningkatkan SDM dalam mengentaskan  kemiskinan.  Pemuda yang bekerja di Masjid ini  otomatis akan bersedia membersihkan Masjid, karena Masjid juga di samping berfungsi  sebagai pendamai hati, tapi juga  tempat menentramkan perut.  Maka ia akan sungguh-sungguh karena di Masjid
ada  periuk nasinya, dan mereka inipun setiap waktu shalat akan menghidupkan Shalat berjemaah.

2.  Mesin Jahit, atau mesin jahit pinggir  yang menggunakan listrik,  karena  banyak jahitan di pasar  yang mencari  tukang-tukang jahit. Dan selama mesin jahit ini berjalan dan berbunyi di Masjid  maka  selama itu pulalah pahalanya akan mengalir  kepada yang mendermakannya bagi orang-orang miskin yang selama ini susah mendapatkan pekerjaan dan penghasilan.

3. Mendirikan toko koperasi yang menjamin kebutuhan sehari-hari  para penduduk di sekitar Masjid. Sehingga masyarakat  tidak perlu jauh-jauh mencarai kebutuhannya ke Pasar yang sudah  kurang aman serta jauh, perlu  parkir lagi dst. Dan sekalian ditanamkan
bahwa  dengan berbelanja di koperasi masjid akan menambah  ibadah karena dilaksanakan dalam rangka memajukan Masjid.
Koperasi  itu adalah milik mereka dan mereka merasa memiliki dan ingin  memajukan koperasinya sendiri.

Karena koperasi ini di Masjid, biasanya untuk membeli bahan apakah  melalui  dolog dll lebih mudah dan  murah, dan  pasarnya sudah  jelas dari kita untuk kita, dari pada harus
jauh-jauh  dan memperkaya orang yang beda agama dengan agama kita.

4.  Mesjid  akan  bertambah ramai jika  di  lengkapi dengan perpustakaan.  Untuk buku-bukunya, cukup minta bantuan ke penerbit-penerbit, biasanya buku akan dapat di peroleh
atau ke  dewan dakwah  di Jln Matraman Raya no 45. Atau dari donatur-donatur  di sekitar  mesjid untuk menyumbangkan buku-bukunya. Dengan  embel-embel, setiap kali buku itu di baca orang, amalnya akan  mengalir kepada  yang  mendermakan, sekalipun bangkainya  telah  luluh di dalam  kubur.  Tapi kebanyakan perpustakaan  Masjid yang  tampak selama ini adalah bagaikan gudang buku. Buku-buku disana menumpuk tak pernah di baca, karena lemari pustakanya di kunci, dan  kuncinya  di  simpan dan di bawa pergi oleh garin yang berdinas  di luar,  sehingga buku itu berdebu sebagai bukti tidak
di baca dan tidak  di  buka oleh jemaah. Padahal perpustakaan adalah  tempat yang strategis untuk menimba ilmu dan berdiskusi.

5.  Karena  Listrik harganya murah, bisa di buat mesin air listrik,  dan  airnya dapat di buat kolam. Saya terkesan  dengan Masjid  di  Malaysia yang membuat kolam di tengah-tengah  Masjid, sehingga  susananya menjadi dingin dan sejuk, orang di  dalamnya
merasa  nyaman.  Dan ikan-ikan yang di pelihara dalam kolam  itu dapat pula jadi sumber dana untuk pembanguanan Masjid.

Jadi  bagi  mereka yang di percayakan jadi  pengurus Mesjid terbuka  peluang  dan kesempatan untuk  memakmurkan Masjid dan memakmurkan penduduk sekitarnya. Kesalahan kita selama ini adalah tidak melihat peluang dan tidak memanfaatkan peluang
yang  sangat besar dan berharga ini.
Dari sini dan dengan cara beginilah agaknya akan menimbulkan kecintaan orang pada Masjid, dan Masjidnya berjiwa karena  banyak gerakkan  dan  kegiatan  yang dapat di tampung  di dalam  sebuah Masjid ternyata sangat banyak dan berdampak positif.

Sebagai penutup. Masjid akan jadi ramai apabila Masjid dapat memenuhi  dan  menjawab  kebutuhan penduduk  di sekitarnya,  dan penduduk  betul-betul merasakan bahwa Masjid adalah miliknya  dan berusaha  memelihara, meramaikan dan memakmurkan Masjid dan juga memakmurkan  penduduk sekitarnya. Untuk semua itu saya  teringat akan sebuah Firman suci Nya dalam surat At Taubah ayat 18 :

"Hanya  yang  memakmurkan Masjid-Masjid Allah  ialah orang-orang  yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta  tetap mendirikan  Shalat,  menunaikan  zakat dan tidak takut  (Kepada siapapun)  selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang  yang
diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk".

Disampaikan pada Rapat LKAAM  di Padang 8 Aptil 1995

zan mulai disyariatkan pada tahun 2 H. Ketentuan ini didasarkan atas musyawarah nabi SAW dengan para sahabatnya tentang cara  memberi tahu umat Islam mengenai masuknya waktu salat  atau memanggil mereka untuk salat. Dalam musyawarah itu ada
yang mengusul  agar meniup terompet,dan ada pula yang menyarankan  memukul kentongan, dan  ada yang lain menganjurkan menyalakan api. Masing-masing merupakan  tradisi kaum  Yahudi, Kristen, dan Majusi.Dalam pada itu Abdullah bin Zaid mendapat mimpi yang sama. Akhirnya  yang digunakan  adalah  dengan cara menyeru. Bilal bin Rabah  terpilih sebagai muazin pertama karena suaranya bagus dan merdu.
 

 


Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Monday, 05 March 2007 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 6 guests and 13 members online
Generated in 2.02859 Seconds