|
Tafsir Pantun Minang (8) : Pantun Agama |
|
|
|
|
Written by Dr. Ir. H. Darwis S.N. Sutan Sati
|
|
Tuesday, 03 April 2007 |
|
Page 3 of 6
Kato adaik pahamnyo aman, Malangkok-I rukun jo syari’aik. Kalo nak elok pacik padoman, Santoso hiduik dunie akhiraik.
Artinya :
Kata adat pahamnya aman, Melengkapi rukun dengan syari’at. Kalau mau baik, ikuti pedoman, Sentosa hidup dunia akhirat.
Tafsir sampiran : Kato adaik pahamnyo aman,malangkok-I rukun syari’at Maksudnya dengan mengikuti kato (ketentuan) adat, maka akan tercapai keamanan. Sebab kata-kata adat itu melengkapi rukun dan syari’at dalam agama Islam. Jadi pada dasarnya adat itu menjabarkan rukun dan syari’at agama Islam.
Tafsir isi pantun : Kalau nak elok pacik padoman,santoso hiduik dunie akhirat. Maksudnya kalau kita mau baik, hidup berbahagia aman sentosa, maka ikutilah ketentuan-ketentuan yang ada baik adat maupun agama. Dengan itu maka akan sentosa hidup didunia dan diakhirat nanti. Dengan demikian maka do’a sapujagat yang sering sekali kita baca: “Rabbana aatina, fidddunnia hasanah, wafilakhirati hasanah, akan dikabulkan oleh Allah SWT apabila kita dalam menjalani kehidupan didunia ini selalu mengikuti pedoman yang ada dalam kitab suci Al-Qur’an dan sunnah Rasul SAW. Kalau kita senantisa mengikuti petunjuk dan nasehat yang ada dalam adat selama menjalani kehidupan bermasyarakat didunia ini, maka kita akan dipandang sebagai orang baik, disegani dan dihormati oleh masyarakat sekitar.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 03 April 2007 )
|