|
Tafsir Pantun Minang (9) : Pantun Adat |
|
|
|
|
Written by Dr. Darwis SN St. Sati
|
|
Thursday, 31 May 2007 |
|
Page 10 of 20 Bajulah sudah dari balai, Basamo kito manyaruangkan.
alua jo patuik nan dipakai Basamo kita manggunokan.
Artinya:
Baju sudah siap dari pasar, Bersama kita memakainya. Alur dan patut yang akan dipakai, Bersama kita menggunakan.
Tafsir sampiran : Bajulah sudah dari balai, basamo kito manyaruangkan. Ini mungkin pakaian seragam untuk keperluan satu pesta adat atau pesta pekawinan yang akan diadakan. Untuk itu dibeli saja baju siap pakai dari pasar. Kemudian semua orang yang telah ditentukan, disuruh memakainya bersama-sama.
Tafsir isi pantun: Alua dan patuik nan dipakai, basamo kita menggunokan. Dalam menempuh kehidupan bermasyarakat, ada kaidah-kaidah tertentu yang akan diikuti. Ada norma-norma adat, norma sopan santun, kaidah agama yang harus dipakai dalam hidup bermasyarakat. Kita hidup didunia ini tidak sendiri, tetapi bermasyarakat, hubungan kemasyrakatan itu perlu dijaga yang dalam agama disebut dengan hablum minannaas. Disamping tentunya menjaga hubungan dengan Allah SWT atau hablum minallah. Apa yang akan dikerjakan, dikatakan dan sebagainya hendaklah sesuai dengan alur dan patut, artinya menurut aturan tertenru dan pantas. Dan agar satu kelompok masyarakat dapat hidup aman dan damai, tenang makmur, gemah ripah loh jinawi, maka hidup seperti itu hendaklah digunakan semua orang, jangan hanya oleh satu dua orang saja.Kalau ada satu atau dua orang saja yang tidak mengindahkan ketentuan ini, maka masyarakat lainnya tak akan tenang hidupnya.
|
|
Last Updated ( Thursday, 31 May 2007 )
|