|
Tafsir Pantun Minang (9) : Pantun Adat |
|
|
|
|
Written by Dr. Darwis SN St. Sati
|
|
Thursday, 31 May 2007 |
|
Page 15 of 20
Bajua bamurah-murah, Dibali baru ditimbang. Jiko pamimpin tak samo arah, Disinan rakyat jadi bimbang.
Artinya:
Dijual bermurah-murah, Dibeli baru ditimbang. Kalau pemimpin tak sama arah, Disana rakyat jadi bimbang.
Tafsir sampiran : Baju- a bamurah-murah, dibali baru ditimbang. Pedagang (biasanya pedagang eceran), ingin cepat barang dagangannya terjual habis, maka untuk itu dia turunkan harga , dia jual dengan hrga murah. Kalau ada orang yang membeli maka dia jual dengan cara ditimbang, jadi ukuran yang dipakai adalah ukuran berat.
Tafsir isi pantun: Jiko pamimpin tak samo arah, disinan rakyat jadi bimbang. Mengisyaratkan bagaimana pentingnya kata sepakat dengan arah yang sama dari pada pemimpin suatu negara (pemerentah), sampai kepada pemimpin masyarakat pada kesatuan yang terkecil (rumah tangga). Satu arah maksudnya program dari para pemimpin itu hendaklah menuju satu arah tertentu, tujuan bersama yang lebih besar. Dengan demikian maka program itu akan saling mendukung, sehingga tujuan cepat tercapai. Tentunya disini juga termasuk pengertian bagaimana pentingnya para pemimpin itu sepakat, seiya sekata, dalam melaksanakan program kepemimpinannya. Dalam kesatuan masyarakat terkecil misalnya satu keluarga, ada dua orang pemimpin, yaitu ibu dan bapak. Kalau antara kewdua pemimpin ini tidak satu arah, maka akibatnya anak-anak jadi bimbang mana yang akan diturut, dan keluarga itu akan tidak akn berbahagia. Demikian pula pada satuan masyarakat yang besar seperti negara, banyak terdapat pemimpin, kalau mereka tidak satu arah dalam membawa negara mau kemana, maka rakyat yang dipimpin akan menjadi bimbang siapa yang akan diturut. Disamping itu kalau program tidak searah, tidak saling mendukung antara satu dengan lainnya maka tujuan bersama akan sulit dicapai, bahkan ada kemungkinan program satu dengan lainnya saling mengerogoti. Sebagai contoh misalnya Departemen Pertanian yang berusaha meningkatkan produksi hasil pertanian sebagai bahan mentah industri, akan tetapi pembangunan industri lebih mengarah kepada industri kendaraan, industri elektronika dan lain sebagainya. Dan banyak lagi contoh yang lain. Jadi sungguh sangat banyak petunjuk yang ada dalam pantun Minag ini, yang seyogianya dijadikan dasar dalam menata kehidupan didunia ini.
|
|
Last Updated ( Thursday, 31 May 2007 )
|