Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
Advertisement
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Saba ado duo pucuaknyo
Nan patamo saba jo kainginan
Nan kaduo saba jo nan indak diinginkan
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Manusia Malam PDF Print E-mail
Written by Dr. H. K. Suheimi   
Wednesday, 06 June 2007

ImageDalam dunia hewan,  ada banyak kita kenal hewan-hewan nocturnal (hewanmalam).  Ciri mereka adalah,  "takut" kepada cahaya,  tidak suka  pada tempat  benderang.  Bila dibawa ke tempat terang,  atau kepada suasana yang di dalamnya begelimang cahaya,  seolah-olah mereka tengah  dibawa ke  arah  kematian.  Nafasnya  sesak,  matanya melotot,  meronta ingin segera kembali ke tempat kesukaan mereka: kegelapan.

    Ternyata, dari ayat di atas,  yang seperti hewan nocturnal itu juga ada  pada golongan manusia,  yaitu para kafirin.  Mereka ini takut dan tidak senang kepada kebenaran.  Tidak suka kepada cahaya yang  terang. Mereka  mengambil thaghut sebagai pelindung-pelindung (auliya) mereka, karena mereka yakin bahwa thoghut-lah satu-satunya yang dapat membawa-nya dari cahaya benderang kepada Kegelapan.
 
   Karakter yang ada pada "manusia malam" ini  tidaklah  sesuatu  yang dibawa semenjak lahir, berbeda dengan hewan malam yang memang semenjak lahir  sudah  tidak  suka dengan cahaya terang.  Mereka,  para manusia pencinta kegelapan ini,  dilahirkan  seperti  manusia  biasa,  fitrah, suci.  Namun  karena  Pendidikannya,  dan juga karena dia sendiri yang suka mengelompokkan dirinya dalam "kafiriin group",  maka  jadilah  ia "manusia kegelapan".
 
   Bertebaran ayat-ayat Al-Quraan yang menjelaskan karakteristik manusia  jenis ini.  Dua di antaranya,  insyaAllah kita akan tela'ah dalam artikel ini.  Pertama,  mereka selalu menutup dirinya ketika dibacakan ayat-ayat  Allah  yang  berupa  penerang (al-bayan) dan petunjuk hidup (al-huda).  Tidak puas hanya dengan menutup  diri  saja,  mereka  juga berani mengolok-olokkan ayat-ayat itu. "Dan sekali-sekali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah,  me-lainkan mereka selalu  berpaling.  Sungguh  mereka  telah  mendustakan (Al-Quraan),  maka  kelak  akan datang kepada mereka kebenaran berita-berita yang selalu mereka olok-olokkan." (26:5-6)
   Kedua,  mereka berupaya supaya orang lain juga berkarakter sama de-ngan mereka.  Mungkin orang-orang ini dulunya juga seperti mereka, tetapi  kemudian  berubah  mencintai kebenaran,  atau juga mereka adalah orang-orang yang masih ada dalam pengaruh kekuasan si "manusia  malam"ini.  Segala  upaya  dia  lakukan  supaya orang-orang menjauh dari Al-Quraan.  "Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quraan yang mereka  sendiri  menjauhkan diri daripadanya,  dan tidak mereka sadari mereka hanyalah membinasakan diri sendiri." (6:26)
 
   Demikianlah sifat si "manusia malam", yang menyeru kepada kegelapan bila diajak kepada jalan yang terang,  yang menyerukan peperangan bila dibisikkan  perdamaian,  yang  mengajak pada perpecahan bila diserukan persatuan.  Maka jelas, yang seperti ini tidak akan dapat seia-sejalan dengan mu'min, kecuali kalau ada maksud-maksud tertentu, seperti rubah berbulu domba.  Namun,  mu'min yang waspada akan segera mencium  "bau-nya",  seraya  menyelamatkan  diri,  karena  telah jelaslah bahwa yang bathil tidak akan dapat bersama-sama dengan al-haq.
   Allah telah menurunkan petunjuknya kepada orang-orang yang  beriman kepadaNya,  agar  terhindar dari tipu daya para kafiriin.  Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari padanya.  "Maha suci Allah  yang  telah menurunkan  Al-Furqon  (Al-Quraan) kepada hambaNya,  agar menjadi peringatan kepada seluruh alam." (25:1)
 
 
Padang akhir desember 2004

Trackback(0)
Comments (2)add comment

thamura said:

Ambo sabananyo urang awak, lahir dansikola di ranah minang juo. Ambo baru mandanga namo cimbuak, apo uratinyo ko. Satahu ambo yang ado kato "cambuik" yaitu alat palacuik kudo atau kabau kalau jalannyo maleh. mohon jawabannyo bake dunsanak yang tahu artinyo. Wassalam. Thamrin Urang awak (thamura)
 
report abuse
vote down
vote up
June 13, 2007
Votes: +0

erwin said:

Tarimo kasih sanak Thamura
arti cimbuak ko adolah dialek urang nan barasa dari salah satu kampuang ketek di Bkt. Tinggi, dan kato ko alah indak ado dipakai dek urang maso kini.
Dek bahaso ko praktis dan unik, makonyo dipakai untuak namo situs ko.
Mungkin bisa manjawek pertanyaan sanak Tahmura.
Salam
 
report abuse
vote down
vote up
June 14, 2007
Votes: +0

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
 
< Prev   Next >
Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 11 guests and 12 members online
Generated in 0.89336 Seconds