Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Bursa Iklan
Radio Online
Weblink
SPTT Cimbuak
Advertisement
Cimbuak Toolbar
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Berita Yayasan
Pituah

Cawang di langik tando ka lapeh
Ingek di rantiang ka manyucuak
Tahu di dahan ka maimpok
Tahu di unak kamanyangkuik
Pandai maminteh sabalun anyuik

Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Advertisement
Sawahlunto Kota Tua PDF Print E-mail
Written by indosiar.com   
Saturday, 23 June 2007
ImageInilah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Banyak terdapat gedung-gedung tua peninggalan masa penjajahan Belanda. Seperti menara mesjid Agung Sawahlunto ini. Dulunya menara setinggi 75 meter ini merupakan cerobong uap.
Di pusat kota lama Sawahlunto,

ImageDipusat kota lama Sawahlunto, yang dahulu di kenal dengan sebutan Belanda Kecil, juga terdapat beberapa bangunan tua dengan arsitek bergaya Belanda dan China, seperti rumah sakit, gedung kesenian, rumah Fak Sin Fek dan gereja.
Perkembangan kota Sawahlunto memang tidak terlepas dari kebijakan ekonomi Kolonial Belanda, yang mengembangkan daerah ini sebagai kawasan penambangan batubara.
Menurut Walikota Sawahlunto, Amran Nur, pihaknya mengembangkan kota Sawahlunto menjadi kota wisata tambang hingga tahun 2020 mendatang.
Ciri lain kota Sawahlunto adalah jalur kereta api. Dahulu kereta api dipakai untuk membawa batu bara, dengan panjang rel sekitar 160 kilometer. Namun, sejak tahun 2000 lalu, kereta api tidak lagi beroperasi, dan rel dipakai untuk kereta wisata.
Kereta wisata ini digerakkan dengan mesin diesel truk, berjalan dari stasiun Sawahlunto menuju Stasiun Muaro Kalaban.Image
Terowongan yang dibangun tahun 1892 dengan panjang sekitar 800 meter ini juga menjadi ciri khas kota Sawahlunto. Terowongan yang dibuat membelah bukit ini dibangun oleh orang rantai atau orang hukuman. Konon, orang – orang hukuman didatangkan dari Jawa, untuk membangun jalan dan penggali tambang batu bara.
Untuk mengetahui sejarah perkeretaapian, juga terdapat Museum Kereta Api. Berbagai peralatan kereta api, seperti label pabrik, dongkrak rel, sinyal kereta dan alat komunikasi, tersimpan di musium ini.
Kota Sawahlunto diproyeksikan menjadi kota wisata tambang tua di Indonesia, karena penambangan batu bara sudah berkurang. Dengan konsep kota wisata tambang tua yang berbudaya, diharapkan dapat mengalihkan sumber mata pencarian masyarakat, yang semula bertumpu pada industri pertambangan, ke bidang pariwisata. (Irianto Mahani/Suprie)

 

Trackback(0)
Comments (0)add comment

Write comment
You must be logged in to a comment. Please register if you do not have an account yet.

busy
Last Updated ( Saturday, 23 June 2007 )
 
< Prev   Next >


Advertisement

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Yayasan Cimbuak
Situs Terbaik
Online Sekarang
We have 31 guests and 9 members online
Generated in 0.67881 Seconds