Home
Daftar Anggota
Galleri
Resep
Restoran Minang
Bursa Jual Beli
Games
Download
Kamus Minang
Chat
Makmur Hendrik
Episode Terbaru :
Menu Situs
Berita
Artikel
Prosa
Tokoh Minang
Adat Budaya
Agama
Kolom Khusus
Pariwisata
Berita Keluarga
Giring2 Perak
Pituah

Sakali kato rang lalu
Anggap angin lalu
Duo kali kato rang lalu
Anggap garah samo gadang
Tigo kali kato rang lalu
Jan takuik darah taserak
Milis Minang
Rantaunet
Surau
Aktivis Minang
Media Padang
PosMetro Padang
Palanta
This is not a Login form

Name:

Message:

Advertisement
Ramadhan Sudah Di Ambang Pintu Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Ditulis oleh akmal hj.m.zain   
Sabtu, 04 Agustus 2007
Manyatokan bara pantiangnyo kito menghayati Ramadhan nan datang sakali satahun ko, sarati nilai ibadah nan takanduang di dalamnyo.

Bersyukur kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena dengan izin dan kehendak-Nya kita masih dapat menghayati hidup dan kehidupan kita hingga hari ini. Salawat dan salam agar dilimpahkan-Nya kepada junjungan kita Nabi Besa Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, sebuah permata insaniyah yang menjadi teladan manusia dari dahulu hingga akhir zaman.

Tidak lama lagi kita akan bersua kembali dengan bulan Ramadhan, bulan yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang beriman, tetapi ia merisaukan hati orang-orang yang munafik. Bagi kaum muslimin, ibadah puasa adalah merupakan arena perjuangan yang luas, memakan waktu yang lama dan berturut-turut, walaupun ia hanya muncul sekali (sebulan) dalam setahun.

Lapangan luas ini dibentangkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada manusia beriman sebagai tepat berjuang untuk memperolehi dua anak kucni, iaitu anak kunci pembuka syurga dan anak kunci penutup neraka. Jika ibadah solat difardhukan setiap hari, tetapi ia hanya dalam saktu yang singkat. Setelah itu kita akan keluar dari arena ibadah untuk berhadapan dengan dunia di luar ibadah khusus tersebut.

Demikian juga dengan ibadah haji, ia hanya difardhukan sekali seumur hidup, sedangkan zakat pula hanya diwajibkan apabila kita berkemampuan atau cukup nisabnya menurut yang sudah ditentukan oleh syarak. Adapun ibdadah puasa yang sering kita artikan dengan menahan makan, minum dan hubungan seksual, sebenarnya juga menahan lidah dan hati serta seluruh anggota badan daripada melakukan goresan dosa sepanjang hari,mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari.

Alangkah lamanya waktu kita mesti menahan segala keinginan syahwat kita, iaitu lebih kurang 13 jam setiap hari. tetapi tanpa kita sedari sepanjang waktu itu kita berada dalam suasana beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Orang-orang yang berhasil melelaui masa getir tersebut tanpa ada sedikit pun penyesalan dan kekesalan di dalam hatinya, akan diangkat martabatnya menjadi orang yang muttaqin, sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya (lihat surah al-BAqarah, ayat 183). Kedatangan bulan Ramadhan bererti datangnya suatu peluang besar bagi orang-orang yang beriman untuk memperkaya dirinya dengan ibdah-ibdah, karena pada bulan tersebut Allah Subhanahu wa Ta'ala meningkatkan nilaisegala pahala, amalan sunat diberi nilai yang sama dengan pahal ibadah wajib pada bulan lain, amalan wajib yang dikerjakan pada bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya sebanyak tujuh puluh kali ganda.

Bahkan dalam bulan Ramadhan juga terdapat satu malam yang nilai ibadah pada malam itu sama 1000 bulan. Menilik betapa besar dan agungnya peranan Ramadhan itu, sudah pada tempatnya apabila seorang mukmin menanti-nantikan kedatangannya dengan penuh harapan, karena pada bulan itu dia akan memperolehi kesempatan baik yang sama sekali tidak akan diperolehinya pada bulan-bulan lain. Seorang muslim tidak akan cemas, takut dan khawatir menyambut kedatangan Ramdhan al-Mubarak, karena kedatangan Ramadhan itu memang diharapkannya.

Oleh itu, apabila Ramadhan datang mereka akan menyambujtnya dengan ucapan "Marhaban Bik ya Ramadhan", kemudian dia mempersiapkan diri untuk senantiasa melakukan ibadah selama kehadiran Ramadhan itu, dan tidak jarang pula yang mengadakan upacara "balimau" sehari menjelang Ramadhan. Upacara "balimau" ini adalah simbolik dari membersihkan badan, jiwa dan hati menjelang Ramadhan, kerana pada bulan itu dia akan menerima hadiah yang amat besar dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, iaitu Rahmah, Barakah dan Maghfirah. Dunsanak ambo kasadonyo, kok gadang indak baimbau gala, kok ketek indah basabuik namo.

Marilah kito sambuik kadatangan Ramadhan jo hati nan panuah hembira dan tangan nan tabukak, mudah-mudahan kita mandepk kesempatan untuk mengutip butir-butir mutiara hasanah yang bertaburan di dalamnya. Wasaalam.

Artikel ko ambo kutip dari Muqaddimah buku ambo nan bajudul "Bimbingan Lengkap Fardhu 'Ain, Ibadah Puasa"

Komentar
1. Kurang lengkap
Ditulis oleh Andy Phil pada Minggu, 05 Agustus 2007
Nan rancak panduan untuk masuak puaso/Ramadlan!!!

Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar.
Silahkan login atau daftar.

Powered by AkoComment 2.0!

Terakhir kali diperbaharui ( Sabtu, 04 Agustus 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Member Area
Radio Online Minang Pendengar: 7 dari 50 (7 Unik)
Peak: 25
Server Status: Online
Bitrate: 24 Kbps
Sedang Di putar: 05.ANAK TIUNG-ODI MALIK

Yayasan Palanta Cimbuak
Yayasan Palanta Cimbuak
Dari Awak, Oleh Awak, Untuak Kampuang
Nio berpartisipasi? Silakan klik disiko
Donasi Terakhir

Donasi untuk Cimbuak
Dari Jumlah
 Harmailis Rp.   200.007,--
 Ajo Duta / Mak Uncu Rp.   1.000.000,--
Inyiak Jangkuang Rp.   56.789,--
Dave, Melbourne Rp. 300.000,--
Balance Sementara
Rp. 1.116.796,--
Cimbuak Features

Cimbuak Chat


Cimbuak Chat


Free Email


Free Email
Situs Terbaik
Member
 Cimbuak.net | Minangkabau Community Portal Groups Online
 Anggota ( 34 ) Anggota 34
 Tamu ( 86 ) Tamu 86
  Total  120
 Angoota ( 7,169 ) Angoota  7,169


Statistik
Agg Baru  Susanti
Hari Ini 23
Minggu Ini 105
Bulan Ini 420
Tahun ini 3,048
Online Sekarang
Online Sekarang
Saat ini ada 86 pengunjung dan 34 anggota yang online
User Terbaru

Susanti

Terdaftar pada
2008-07-05 03:43:29

Pengunjung: 3472029