ImageLidah, mulut dan bibir adalah tiga serangkai yang ber sinergi untuk bekerja sama sebagai indera manusia, yaitu indera wicara dan indera pengecap. Kerjasama anggota tubuh  ini juga saya lakukan ketika saya menghisap Asi eksklusif ibu saya. Kemudian secara berturut – turut saya makan dan minum dari mulut. Berbicara dan berkomunikasi melalui  lidah.  Terkenal dan diperbincangkan karena bibir, yang disebut buah bibir. Berkata yang baik atau bermanis – manis dalam berkomunikasi disebut manis mulut. Meskipun manis mulut artinya ; “ lain dimulut lain dihati. Mengandung makna kepalsuan.  Saya pun bisa terfitnah karena lidah atau tanpa sengaja mengfitnah orang lain karena lidah. Bahkan saya bisa adu mulut dengan orang lain, bilamana ada perbedaan tajam diantara saya dengan lawan bicara. Hanya saja apa yang Anda harapkan dari keseharian saya tentunya, jika saya merasa bahagia pasti secercah senyum manis akan tersungging dari bibir saya.

Kita berkomunikasi dan bergurau dalam kosa kata yang jelas diterima oleh lawan bicara kita, melalui tiga komponen ini. Dalam penekanan suara tertentu melahirkan percakapan yang enak didengar dan kadang mampu memancing emosi lawan bicara. Silahkan Anda interpretasikan wujud komunikasi itu…

Sebuah komunikasi, mengeluarkan kata-kata yang bermakna – sebagai olahan pikiran atau pendapat. Ia juga bisa berasal dari hasil rekaman mata – kemudian direspon otak yang melahirkan suatu percakapan.  Hanya bahasa kalbu yang tidak bisa diketahui oleh siapapun,  kecuali Allah SWT.

Ada orang yang mengumpamakan mulut bagaikan mulut kuda. Ada pengendalinya, yaitu akal pikiran dan kalbu. Keduanya mampu mengendalikan ucapan – sekaligus perbuatan. Akan tetapi sebagai contoh, istilah mulut   kuda jarang muncul sebagai pribahasa dalam pengendalian ucapan itu. Kecuali  yang kita kenal adalah kacamata kuda. Kaca mata kuda artinya, sikap hidup menatap lurus kedepan agar memiliki ketetapan hati, focus terhadap pencapaian tujuan. Selain mengandung arti ini, kaca mata kuda juga mengandung, bahwa apa yang diberi tidak selama indah. Seperti halnya kuda yang memandang rumput hijau padahal  rumput kering.

 

Begitu pula lidah. Dari lidah kita dapat mengecap tiga unsur rasa, yaitu : manis, pahit, dan asin. Lidah yang lentur mampu menoreh  hati. Padahl lidah merupakan anggota terkecil dari tubuh, namun dapat memecahkan perkara-perkara yang besar.

Kita dapat pula mengumpamakan diri kita bagai “sebuah kapal”. Ada riak dan gelombang amat besar dan  angin keras, yang menerpa kita. Pada sebuah kapal ada kemudi yang teramat kecil. Ia dikendalikan oleh Juru mudi. Kemudi yang amat kecil itu, mengatur perjalanan kapal  menurut kehendak jurumudi. Demikianlah kita. Walau ada cercaan yang datang menerpa dirimu, ada juru mudi – yaitu kesabaran dan keikhlasan - yang mengendalikan riak dan gelombang emosimu. Bahkan jika kamu tak sanggup melawan dengan ucapan – lawanlah dengan pena mu. Begitu sebuah nasehat yang diberikan orang tua kepada diri saya.

Doeloe ada pituah mande menurut alam Minangkabau, yang pernah disampaikan bunda kepada saya, untuk  pengendalian lidah. kok bakato dibawa-bawah. Masuak ka kandang kambiang ma mbek, masuak kandang jawih malanguah. Maksudnya agar dusanak sekalian pandai pandai membawa diri – pandai mengatur ucapan. Ada pula mulut manis kucindan murah. Artinya, orang yang ramah akan memiliki kebahagian.   

Ingat pula, Bung Karno – sang proklamator adalah orator nomor wahid di Indonesia. “Penyambung lidah rakyat”. Ia sanggup mengalahkan kekuatan blok barat di zamannya.  Membuat nyali blok barat menjadi ciut kala itu. Sebagai penyambung lidah rakyat, ia  memiliki dampak dan pengaruh yang kuat di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini..

Dalam dunia politik, saking besarnya pengaruh lidah – mulut dan bibir dalam persaingan politik, kita menyaksikan terjadi pemberangusan hak berbicara dan hak mengeluarkan pendapat pada zaman orde baru dulu. Padahal kebebasan mengeluarkan pendapat itu dijamin oleh undang undang dasar.

Bila disimak lebih dalam, tiga serangkai ; lidah – mulut – bibir,  maka lidah lah penanda tubuh. Pergilah ke dokter, ketika Anda sakit. Dokter meminta pasien untuk menjulurkan lidah. Dari sini ia menilai tingkat kesehatan kita. Walaupun ada bagian lain yang akan diperiksa untuk mendiagnosa kesehatan pasien.

Pernah kita mendengat lagu : “ memang lidah tak bertulang……. ( tralala..lala….. dst.). Karena kelenturan lidahnya, seseorang bisa mengobral janji. Hati-hati dengan kelenturan lidah yang sering mengobral janji.

Sebagai manusia saya banyak melakukan kesalahan. Barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia disebut orang orang sempurna. Mungkin ia tidak memiliki dosa lagi. Bagaimana dengan saya ? Apakah saya termasuk segolongan orang orang yang semurna ?

Jujur saya katakana bahwa saya bukanlah manusia yang sempurna. Akan tetapi Islam mengajarkan agar saya selalu tawakal dan tawadhu. Kesempurnaan Islam itu akan terlihat, ketika kita dituntun agar melakukan kontak langsung dengan Allah SWT untuk melakukan ibadah dan menyeimbangkan diri dalam hubungan antar manusia (muamalah). Dengan apakah kita melakukan ini semua ?. tidak lain dengan lidah – mulut dan bibir kita.

Dengan mengumpamakan diri kita bagai sebuah kapal seperti contoh diatas, maka kemudi kapal kita adalah lidah. Sementara juru mudi nya adalah ucapan istighfar – tasbih - tahmid – tahlil dan takbir. Lenturkan lidah Anda dengan ucapan – ucapan ini.

Ketika saya melakukan tawaf dan sai di Baitullah di Kota Makkah al Mukarrahmah, saya dianjurkan untuk mengucapkan  sebanyak-banyak doa ini kepada ALLAH SWT.

Hadis Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA menceritakan, bahwa nabi Adam AS pernah melakukan ibadah Haji dan melakukan tawaf berkeliling ka`bah dengan 7 kali putaran. Kemudian para malaikat menemuinya dan berkata:

“Semoga hajimu mabrur wahai Adam. Sesungguhnya kami telah melaksanakn ibadah haji di Baitullah ini sejak 2000 tahun sebelum kamu.

Adam bertanya pada malaikat : “Pada zaman dahulu, apa yang engkau baca pada saat kalian tawaf ?”.

Malaikat menjawab: “Dahulu kami membaca : Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar”

Lalu Adam menambahkan kalimat ;  Wa la Haula wa la quwwata illa billah”

 

Ketika Nabi Ibrahim menerima perintah membangun kembali Ka`bah, Nabi Ibrahim As melaksanakan ibadah haji. Kemudian para malaikat menemuinya pada saat tawaf, seraya mengucapkan salam kepadanya, lalu Nabi Ibrahim pun bertanya kepada malaikat. Dahulu.., Apakah yang kalian baca pada  saat tawaf ?”

Malaikat menjawab : “Dahulu sebelum bapakmu Adam, kami membaca ; Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar” “. Kemudian Adam  menambahkan : “Wa la Haula wa la quwwata illa billah”

Kemudian Ibrahim berkata kepada malaikat : “Tambahkanlah bacaan kalian dengan Al aliyyi al `adzim”. Kemudian para malaikatpun melaksanakannya. (sumber ;  Al-Azraqy I/45).

 

Dengan demikian maka do`a disaat kita melaksanakan tawaf adalah :

“Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar Wa la Haula wa la quwwata illa billah Al aliyyi al `adzim”.

Apa yang saya rasakan ketika melaksanakan tawaf seperti yang dicontohkan Malaikat hingga para Nabi, yaitu Adam – Ibrahim dan Muhammad Saw itu, air mata saya berderai – derai disaat saya membaca doa ini ditengah himpitan jutaan manusia, yang sama sama mengemudikan lidahnya melalui bacaan ini. Yang terdengar diseputar Masjidil haram itu seperti suara dengungan lebah. Itulah ucapan dzikir para Hamba Allha. Subhanallah…..

Tak kurang lidah kita bagai pisau tajam yang mampu menoreh luka yang dalam pada hati manusia. Hati yang luka tidak akan mengeluarkan darah – melainkan sebuah dendam yang membara. Banyak contoh dalam kehidupan sehari hari, tentang dendam dan amarah ketika datang syetan yang turut menghasut. Asytagfirullah al adziim…..

Sebagai penutup artikel ini, bagi saya inilah keutamaan datangnya bulan yang paling mulia ini. Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan juga adalah bulan pengampunan. Kita akan mendapat keberkahan dan ridho Allah SWT, karena kita mengerjakan amalan – amalan shaleh. Yang pada akhirnya kita akan mendapat maghfirahNya.

DibulanRamdhan kita diperintahkan berpuasa, serta mengendalikan lidah – mulut dan bibir dari ucapan dan perbuatan yang tercela. Kita diminta melenturkan lidah dengan mengucap dzikrilah sebanyak banyaknya. Mampu memahami kaum dhuaffa ketika perut kita kosong. Ketika kita memberi, itu kenikmatan bersama. Mari kita bersihkan daki daki yang kita peroleh – melalui pengamalan zakat fitrah dan zakat mal. Sehingga bulan Syawal, kita seakan lahir kembali  menjadi manusia yang bersih dan sehat secara jasmani dan rohani. Amien ya rabbal alamien….

 

Meskipun dilubuk hati masih tersimpan lumpur yang keruh – ketika itu pula lidah telah ter asah dengan ucapan dzikrilah, maka keluarlah sebuah kalimat thoyyibah yang akan menyampaikan permohonan maaf diantara sesama hamba Allah,  dimanapun Anda berada melalui  ucapan saya beserta keluarga:

 

Taqabballah minnaa wa minkum minal'aa-idin wal faa-izin

waja'alnaa minal'aamilin wal mukhlishin

 

SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1430 H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

 

 

Kawasan Puspiptek, Kota Tangerang Selatan,     Ramadhan 1430

                                                                          September 2009

comments powered by Disqus
Berita Cimbuak
Cimbuak - Safemode : ON
  • By Administrator
  • 12/12/2013

Dunsanak sakalian, karena hal teknis kami tapaso melakukan update website cimbuak ka mesin nan baru iko. Untuk samantaro indak sado fungsi berjalan dengan baik, namun seiring berjalannyo waktu kami...

Berita Cimbuak
Pengumunan untuk Pemesan Jaket/Kaos Cimbuak
  • By Urang Dapua
  • 07/08/2013

Assalamu'alaikum Wr. Wb.Bagi dunsanak yang pernah memesan Jaket/kaos Cimbuak, dan telah membayar uang muka pemesanan, dimohon untuk menghubungi pengurus Cimbuak, untuk pengembalian uang pemesanan dengan...

Berita Rantau
Whulandary Putri Indonesia 2013
  • By Admin
  • 02/06/2013

Terpilihnya Wulandary Herman sebagai Putri Indonesia 2013 tentunya punya konsekwensi harus mengikuti Miss Universe, sebagaimana kita tahu dalam ajang Miss Universe ada session memakai Bikini,...