Ayam dikenal sebagai salah satu hewan ternak yang diambil daging, telur dan bulunya. Selain itu, ayam dimanfaatkan sebagai hewan hias, petarung/aduan dan penyanyi. Ayam lokal yang potensial sbagai ayam penyanyi adalah ayam Pelung, ayam Kokok Balenggek dan ayam Bekisar. Ketiga bangsa ayam lokal tersebut memiliki suara kokok merdu dan enak di dengar.

Disertasi Rusfidra, Doktor Ilmu Ternak IPB

Ayam dikenal sebagai salah satu hewan ternak yang diambil daging, telur dan bulunya. Selain itu, ayam dimanfaatkan sebagai hewan hias, petarung/aduan dan penyanyi. Ayam lokal yang potensial sbagai ayam penyanyi adalah ayam Pelung, ayam Kokok Balenggek dan ayam Bekisar. Ketiga bangsa ayam lokal tersebut memiliki suara kokok merdu dan enak di dengar.

Khusus ayam kokok Balenggek (AKB) merupakan ayam lokal spesifik di Sumatera Barat. Ayam ini di kembangkan di Kecamatan Payung Sakaki, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Sehingga daerah itu menjadi setra AKB. Kemerduan dan keunikan suara AKB tampak dari suara kokoknya yang bersusun-susun sampai bisa mencapai 24 suku kata (balenggek : bahasa Minang red). Bahkan kokok AKB diduga satu-satunya bangsa ayam dengan kokok balenggek di dunia. Bagi masyarakat suku Minangkabau, AKB mempunyai posisi yang tinggi. Pantas bila kemudian AKB dijadikan maskot daerah.

Adalah Rusfidra, mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Ternak Institut Petanian Bogor (IPB) tertarik untuk mengkaji lenggek AKB. Berbekal satu set alat perekam merk Sony TCM-343, sport timer, mikrofon tipe unidirectional dan satu set komputer yang dilengkapi program analisis suara, Rusfidra melakukan penelitiannya selama 1,6 tahun terhitung Juni 2000 - Desember 2001 di Kabupaten Solok. Beberapa karakteristik yang teliti antara lain fenotipe (bobot badan, panjang femur, panjang tibia, panjang jari ketiga, tinggi jenger dan jumlah gerigi jengger), suara kokok (jumlah suku kata kokok, jumlah lenggek kokok, waktu berkokok, frekuensi berkokok, durasi kokok dan perilaku berkokok) dan mutu suara kokok.

" Penelitian mengenai lenggek ayam baru kali ini diteliti, di dunia kemungkinan Rusfidra adalah orang pertama yang menelitinya," kata Prof.Dr.Ir.H.M.Hafil Abbas, MS salah satu dosen penguji saat ujian disertasi Rusfidra yang bertajuk 'Karakterisasi Sifat-Sifat Fenotipik Sebagai Strategi Awal Konservasi Ayam Kokok Balenggek Di Sumatera Barat' Rabu (4/8) di Kampus IPB Darmaga. Melihat potensi kemerduan suara unggas pada umumnya, memungkinkan pengembangan ternak hewan tak terbatas hanya daging dan telurnya saja.

Menurut laporan Departemen Kehutanan tahun 2003, 17 persen spesies unggas dunia berada di Indonesia. Minimal 79 ekor burung diantaranya bersuara merdu. Burung atau unggas yang bernyanyi indah tadi berpeluang besar menjadi komoditi ekspor strategis. "Sayangnya kenapa kita diam saja melihat peluang tersebut," imbuh Hafil.

Sebagai informasi menurut Rusfidra, harga seekor AKB itu tergolong mahal. Mahalnya AKB ditentukan oleh banyak sedikitnya lenggek. " Satu ekor AKB berlenggek 3 - 4 dihargai Rp 300 ribu, sedangkan AKB berlenggek 15 bisa dijual seharga Rp 1,5 juta," ujarnya. Selama ini AKB baru dikembangkan di sentra asalnya dalam bentuk budidaya tradisional layaknya ayam kampung biasa. Belum ada yang membudidayakan secara serius untuk komersiil. "Sebenarnya AKB bisa dikembangkan di luar sentra, hanya saja dikhawatirkan kualitas suaranya tak terjaga. Disamping itu penjantan yang bermutu baik habis di beli para penggemarnya," ungkap Pria kelahiran Pariaman, 27 Juni 1970 itu. Populasi AKB di sentra sekitar 350 ekor.

Ia menjelaskan, sifat kokok balenggek AKB diduga diwariskan secara kultural. AKB umur muda sebaiknya dipelihara berdekatan dengan ayam jantan dewasa yang bersuara merdu untuk mempercepat proses lenggek (impriting). Dari sisi frekuensi, kokok AKB yakni 8,08 kali/10 menit. Aktivitas pucak kokok terjadi pada pagi hari dengan frekuensi 9,59 kali/10 menit. Durasi kokok AKB berkisar dari 2,088 sampai 4,431 detik. Waktu berkokok paling lama terjadi pada pagi hari (pukul 06.00 -08.00 WIB) yakni selama 3,09 detik.

Hasil tersebut diperoleh dari analisis visualisai wave form suara kokok yang dapat digunakan untuk menghitung suku kata dan jumlah lenggek. Sedangkan frekuensi suara diperoleh dari analisa spectrogram. Visualisasi wave fom dan spectogram dapat dijadikan alat bantu dewan juri dalam kontes AKB. Disamping juga untuk menentukan pejantan bersuara prima yang dijadikan sebagai bakal induk . . Seusai ujian sidang, Rusfidra dinyatkan lulus oleh dewan pembimbing yang terdirin dari Prof. Dr.H.Harimurti Martojo, MSC, Prof.Dr.D.T.H Sihombing, MSc, Prof.Dr. Ir.H.M Hafil Abbas, MS dan Dr.Ir.Ronny Rachman Noor, M.Rur.Sc

Sumber : IPB disadur dari www.mahasiswa.com (19 Agustus 2004)

comments powered by Disqus
Berita Cimbuak
Cimbuak - Safemode : ON
  • By Administrator
  • 12/12/2013

Dunsanak sakalian, karena hal teknis kami tapaso melakukan update website cimbuak ka mesin nan baru iko. Untuk samantaro indak sado fungsi berjalan dengan baik, namun seiring berjalannyo waktu kami...

Berita Cimbuak
Pengumunan untuk Pemesan Jaket/Kaos Cimbuak
  • By Urang Dapua
  • 07/08/2013

Assalamu'alaikum Wr. Wb.Bagi dunsanak yang pernah memesan Jaket/kaos Cimbuak, dan telah membayar uang muka pemesanan, dimohon untuk menghubungi pengurus Cimbuak, untuk pengembalian uang pemesanan dengan...

Berita Rantau
Whulandary Putri Indonesia 2013
  • By Admin
  • 02/06/2013

Terpilihnya Wulandary Herman sebagai Putri Indonesia 2013 tentunya punya konsekwensi harus mengikuti Miss Universe, sebagaimana kita tahu dalam ajang Miss Universe ada session memakai Bikini,...